TEKNIK EVALUASI PEMBELAJARAN

Standard

TEKNIS EVALUASI

  1. PENGERTIAN TEKNIK EVALUASI

Istilah teknik sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari, “teknik-teknik” dapat kita artikan dengan “alat-alat” jika kita kaji lebih dalam, maka arti dari istilah teknik disini adalah cara-cara atau metode-metode.

Dalam arti luas evalusi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat di perlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakan suatu proses yang sengaja di rencanakan untuk memperoleh informasi dan berdasarkan informasi tersebut, kemudian di ambil keputusan.

Jadi dalam hal ini kita dapat menyimpulkan bahwasanya “teknik evalusi pengajaran” adalah alat-alat dan cara-cara yang digunakan dalam proses pengumpulan data tentang hasil pembelajaran.Terdapat beberapa alat penilaian yang dapat digunakan dalam penilaian, yaitu sebagai berikut:

  1. Lembar pengamatan terstruktur atau daftar periksa pengamatan guru

Berisi sejumlah aspek yang akan diamati dengan beberapa kategori penilaian yang dilakukan dengan memberi tanda ceklis sesuai dengan apa yang tampak selama pengamatan berlangsung.

LEMBAR PENGAMATAN TERSTRUKTUR

Nama Anak   :

Kelompok      :

Minggu Ke     :

Hari Tanggal Aspek kategori

S              K            Tp

Keterangan
Sosial emosional

a.       Melamun

b.      Menangis

c.       Mengangu teman

d.      Berterima kasih

√               √

Catatan :

S : Sering

K : Kadang Kadang

Tp : Tidak Puas

  1. Catatan harian/narasi

Berisi catatan kegiatan harian atau kesan-kesan tentang kegiatan kelompok atau perseorangan yang dicatat pada akhir kegiatan. Kelemahannya, catatan ini cenderung agak subjektif dan sering kali menangkap sebuah kesan atau suasana hati yang sekilas. Catatan harian berguna untuk menelusuri hal-hal yang berhubungan dengan kesuksesan dan kegagalan dari kegiatan-kegiatan di hari tersebut.

 

CATATAN HARIAN

Kelompok                  :

Pengamat / guru        :

Hari/tanggal Catatan

  1. Lembar pemeriksaan kesehatan harian

Lembar pemeriksaan ini digunakan setiap pagi ketika anak-anak memasuki ruangan kelas. Guru mencatat keadaan kesehatan mereka, terutama yang berhubungan dengan penyakit yang sering diderita oleh anak, seperti pilek, batuk, gatal-gatal dan muka berair

 

Hari / tanggal :

Pengamat       :

No Nama anak KONDISI kesehatan Keterangan

  1. Lembar catatan dan prekuensi waktu.

Teknik ini membantu guru untuk mengetauhi berapa kali sebuah perilaku yang muncul. Sebuah perhitungan di laukan untuk waktu yang di tentukan, misalnya berapa kali anak memukul temanya pada hari ini atau untuk mencatat gambaran lamanya sebuah prilaku berlangsung. Misalnya hari ini yusri memukul temanya sebanyak tiga kali.

  1. Portolpolio

Berupa koleksi sejumlah kegiatan di lakuakn oleh seorang anak. Portopolio merupakan kumpulan karya anak yang dapat berupa gambar-gambar, lembra kerja anak, foto atau rekaman kaset pembicara anak. Portopolio biasnya berisi koleksi kegiatan dan tugas secara perorongan yang di kumpulkan oleh guru.

  1. Lembar wawncara dan percakanpan.

Di perlukan untuk mengetahui pikiran, ide dari seorang anak atau sejumlah anak.

 

  1. JENIS-JENIS EVALUASI

Dalam evaluasi secara garis besar, mempunyai dua macam teknik evaluasi, yaitu: teknik tes dan teknik non tes.

  1. Teknik Tes

Metode tes digunakan dengan alat penilaian berbentuk tes. Karena berbagai pertimbangan antara lain tujuan kegiatan anak TK, metode tes jarang sekali digunakan. Namun tidak tertutup kemungkinan guru menggunakan metode tes ini.

Terdapat dua jenis tes, yaitu tes standard dan tes buatan guru. Tes standard terdiri dari tes intelegensi, minat, bakat kepribadian atau yang lainnya. Tes itu dihasilkan melalui prosedur yang panjang. Penggunaan tes standard tersebut hanya oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi yang dituntut dalam penggunaan tes itu. Kalau guru ingin mengetahui potensi yang berhubungan dengan intelegensi atau lainnya itu, guru harus meminta bantuan ahlinya (psikolog anak). Guru hanya menggunakan hasil tes untuk lebih mengenali anak. Tes buatan guru dapat dihasilkan oleh guru, termasuk guru TK. Menurut Soemiartini (2000) dalam mengembangkan tes ini, guru harus memilih secara cermat butir-butir pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai.

Sebagai alat pengukur dan penilain teknis tes dalam sekolah lanjutan adalah sebagai berikut:

  1. Tes Seleksi

Tes seleksi ini tak jarang lagi kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Tes ini juga bisa kita sebut, tes penyaringan bagi calon siswa tahun ajaran baru yang ingin memasuki suatu lembaga sekolah. Materi tes yang digunakan dalam tes ini hanyalah materi prasyarat untuk mengikuti atau melanjutkan ke pendidikan selanjutnya.

  1. Tes Awal

Tes ini juga sering kita dengar dengan istilah pre-test. Tes ini digunakan pada saat akan berlangsungnya penyampaian materi yang akan di ajarkan oleh guru kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi atau bahan yang akan di ajarkan telah dapat di kuasai oleh siswa didik. Tes ini mengandung makna, yaitu: tes yang dilaksankan sebelum berlangsungnya proses pembelajaran terjadi. Materi tes yang di berikan harus berkenaan dengan materi yang akan diajarkan dan soalnya mudah-mudah akan tetapi memenuhi pokok pembahasan yang seharusnya materi tersebut telah dikuasai oleh siswa.

  1. Tes Akhir

Tes ini lebih banyak diketahui dengan post-test. tes ini dilaksanakan pada akhir proses pembelajaran suatu materi dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi dan pokok penting materi yang dipelajari. Materi tes ini barkaitan dengan materi yang telah diajarkan kepada siswa sebelumnya, terutama materi tentang sub-sub penting pelajaran. Naskah tes akhir sama dengan tes awal supaya guru kita dapat mengetahui mana lebih baik hasil kedua tes tentang pemahaman siswa. Apabila siswa lebih memahami suatu materi setelah proses pembelajaran maka, program pengajaran dinilai berhasil.

  1. Tes Diagnostik

Tes ini adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga dengan mengetahui kelemahan siswa tersebut, maka kita bisa memperlakukan siswa tersebut dengan tepat. Materi tes yang ditanya dalam tes diagnostik biasanya mengenai hal-hal tertentu yang juga merupakan pengalaman sulit bagi siswa. Tes ini dapat dilaksanakan dengan cara lisan, tulisan, atau dengan mengkaloborasi kedua cara tes. dalam catatan, tes ini hanya untuk memeriksa, jika hasil pemeriksaan tersebut membuktikan kelemahan daya serap siswa maka terhadap suatu pembelajaran. Maka siswa tersebut akan dilakukan pembimbingan secara khusus kepadanya.

  1. Tes Formatif

Tes ini merupakan tes hasil belajar yang tujuannya untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai pelajaran setelah mengikuti proses pembelajaran dlam jangka waktu yang telah ditentukan, tes ini dilaksanakan biasanya di tengah-tengah perjalanan program pembelajaran. Tes ini juga disebut dengan “ujian harian”. Materi tes ini adalah materi yang telah di sampaikan kepada siswa sebelumnya. Soalnya bisa dalam tingkat mudah maupun sulit. Dalam tes ini, jika siswa telah menguasai materi yang telah diajarkan dengan baik, maka guru akan menyampaikan materi selanjutnya. Dan apabila materi belum dapat dikuasai secara menyeluruh, maka guru harus mengajarkan bagian materi yang belum dipahami.

  1. Tes Sumatif

Tes ini tidak asing bagi siswa, karena tes ini adalah tes akhir dari program pembelajaran. Tes ini juga bisa disebut EBTA, tes akhir semestes, UAN. Tes ini dilaksanaka pada akhir program pembelajaran. Seperti setiap akhir semester, akhir tahun. Materinya yang di tes adalah materi yang telah diajar kan selama satu semester. Dengan demikian materi ini lebih banyak dari materi te yang ada pada tes formatif. Tes ini biasanya dilakukan dengan cara tulisan, dan biasanya siswa memperoleh soal yang sama satu sama lain. Tes ini memiliki tingkat tes yang sukar atau lebih berat dari tes formatif. Dengan ada tes ini maka kita bisa menentukan peringkat atau rangking siswa selama program pembelajaran, dan juga tes ini menentukan kelayakan seorang siswa untuk mengikuti program pembelajaran selanjutnya.

  1. Teknik Non-Tes

Selain tes, metode penilaian yang lain adalah non tes. Metode ini digunakan dengan bantuan alat-alat penilaian non tes. Alat penilaian non tes banyak jenisnya yang sering digunakan di TK antara lain terdiri dari pemberian tugas, percakapan, observasi, portofolio dan penilaian diri sendiri.

  • Pemberian Tugas

Pemberian tugas adalah suatu cara penilaian yang dilakukan dengan memberikan tugas-tugas tertentu sesuai dengan kemampuan yang akan diungkap. Penilaian dengan cara ini dapat digunakan dengan cara melihat hasil kerja anak dan cara anak mengerjakan tugas tersebut. Pemberian tugas sebagai alat penilaian dapat diselesaikan secara kelompok, berpasangan atau individual. Data penilaian yang diperoleh melalui pemberian tugas dapat direkam dengan menggunakan format tugas, daftar cek, dan skala penilaian. Contoh membentuk dengan tanah liat atau plastisin.

  • Percakapan

Percakapan adalah penilaian yang dilakukan melalui percakapan atau cerita antara anak dan guru atau antara anak dengan anak. Percakapan dalam rangka penilaian dapat dilakukan guru dengan sengaja dan topic yang dibicarakan juga sesuai dengan tema pelaksana kegiatan pada saat itu. Ada dua macam percakaan dalam rangka penilaian yang dapat dilakukan, yaitu pertama penilaian percakapan yang berstruktur dimana percakapan dilakukan dengan sengaja oleh guru dengan menggnakan waktu khusus dan menggnakan pedoman walau sederhana contoh pada berdo’a. Sedangkan yang kedua penilaian percakapan yang tidak berstruktur dimana percakapan dilakukan antara guru dan anak tanpa persiapan, dimana saja, kapan saja, dan sedang melakkan kegiatan lain contoh mengucapkan salam pada saat bertemu.

  • Observasi (Pengamatan)

Observasi atau pengamatan merupakan alat pengumpulan data nilai yang dilakukan dengan merekam/mencatat secara sistematik gejala-gejala tingkah laku yang tampak. Pada dasarnya pengamatan dapat dilakukan setiap waktu dan siapa saja, sehingga ada orang yang menyatakan bahwa pengamatan merupakan salah satu teknik penilaian yang sederhana dan tidak memerlukan keahlian yang luar biasa. Namun untuk memperoleh hasil yang tepat (objektif) pengamatan perlu direncanakan sedemikian rupa.

  • Catatan anekdot

Catatan anekdot merupakan salah satu bentuk pencatatan tentang gejala tingkah laku yang berkaitan dengan sikap dan perilaku anak yang khusus, baik yang positif maupun yang negative. Catatan anekdot cocok digunakan sebagai alat bantu pencatatan hasil pengamatan. Hal-hal yang dicatat daam anekdot dapat meliputi prestasi yang ditunjukkan anak baik berupa karya atau sikap dan perilaku.

CATATAN ANEKDOT

Nama anak    :

Umur              :

Jenis kelamin :

Umur anak    :

Hari / tanggal Catatan Komentar

Mengetahui Kepala TK                                                        Mengamat Guru/Kelompok

(                                   )                                                                       (                                 )

  • Skala penilaian

Skala penilaian juga sering digunakan untuk pencatatan hasil pengamatan. Skala penilaian memuat daftar kata-kata atau pernyataan mengenai tingkah laku, sikap, dan atau kemampuan siswa. Skala penilaian ada yang berbentuk bilangan, huruf, dan ada yang berbentuk uraian.

Contoh : Aktivitas belajar anak 1 2 3 4 5Angka 1 bisa berarti sangat rendah, 2 rendah, 3 sedang, 4 tinggi dan 5 sangat tinggi.

  • Unjuk kerja

Unjuk kerja merupakan penilaian yang menuntut anak didik untuk melakukan tugas dalam perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktek menyanyi.

  • Hasil Karya

Hasil karya adalah hasil kerja anak didik setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa pekerjaan tangan atau karya seni.

  • Pelaporan Penilaian

Pelaporan penilaian adalah kegiatan untuk menjelaskan ketercapaian aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan yang telah dimiliki anak dalam waktu tertentu. Dengan kata lain, pelaporan merupakan upaya menggambarkan kemampuan yang digambarkan meliputi semua aspek pertumbuhan dan perkembangan, yaitu fisik, bahasa, kognitif, sosio-emosional, seni, serta moral dan nilai agama.

Bentuk nyata pelaporan adalah laporan perkembangan belajar anak. Maksudnya, hal-hal yang dikemukakan dalam laporan adalah perilaku dan kemampuan anak. Perilaku dan kemampuan tersebut menggambarkan ketercapaian dalam rentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang diperoleh dari kegiatan pelaksanaan program yang diikuti anak.

Laporan penilaian merupakan sarana komunikasi antara sekolah, guru, siswa dan orang tua tentang ketercapaian perkembangan beajar anak dalam waktu tertentu. Hal ini merupakan bagian penting dari kerjasama guru dan orang tua dalam membantu perkembangan anak. Oleh karena itu, laporan harus disusun sedemikian rupa dengan cermat, teliti dan jelas agar mudah dipahami oleh pembaca khususnya orang tua.

  • Isi dan Bentuk Laporan Penilaian
  1. Isi Laporan Penilaian

Isi laporan adalah gambaran ketercapian perkembangan belajar anak dalam waktu tertentu. Guru dapat menentukan periodic waktu untuk membuat laporan penilaian. Penentuan waktu sesuai dengan kebutuhan sekolah dan orang tua.Menentukan isi laporan penilaian dapat mengacu kepada Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak atau KBK Tk yang berlaku. Kalau mengacu ke PKBTK komponen laporan penilaian berisi dua komponen utama, yaitu kemampuan dasar serta sikap dan perilaku. Kemampuan dasar terdiri dari aspek perkembangan bahasa, daya piker, fisik, keterampilan dan daya cipta. Bila mengacu kepada KBK TK komponen laporan penilaian terdiri dari aspek pengembangan fisik, kognitif, bahasa, sosio-emosional, seni serta moral dan nilai-nilai agama. Masing-masing komponen masih dirinci lagi ke dalam bentuk hasil belajar yang leih konkrit. Ketercapaian perkembangan dapat dinyatakan dalam bentuk huruf, atau deskripsi. Huruf yang biasa digunakan untuk nilai adalah baik (B), cukup (C) atau kurang (K) dan masih banyak lagi bentuk yang bisa guru gunakan dalam laporan ketercapaian perkembangan anak.

  1. Bentuk laporan

Bentuk laporan dapat dikemas sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah dengan memperhatikan semua hal yang perlu di laporkan dalam pelaporan penilaian. Laporan dapat berbentuk kartu dan buku. Laporan berisi komponen-komponen perkembangan belajar dan nilai dalam bentuk huruf. Selain itu, disediakan kolom catatan tentang hal yang penting dikemukakan berkenaan dengan diri anak yang perlu diketahui orang tua.

Sedangkan pada tingkat lanjutan sebagai berikut:

  1. Skala Bertingkat

Skala bertingkat menggambarkan suatu nilai yang berwujud angka terhadap suatu hasil penentuan. Kita dapat menilai hampir segala aspek dengan skala. Dengan maksud agar pencatatannya objektif, maka penilaian terhadap penampilan atau pengambaran kepribadian seseorang disiapkan dalam bentuk skala.

  1. Kuesioner

Kuesioner juga dapat di artikan angket yang digunakan sebagai alat bantu dalam rangka pengukuran dan penilaian hasil belajar. Dengan adanya angket yang harus diisi oleh siswa maka guru akan mengetahui keadaan, pengalaman, pengetahuan dan tingkah. Angket atau soal kuesioner dapat di berikan secara langsung dan dijawab atau diisi langsung oleh objeknya, ini dikatakan kuesioner langsung. Dan jika angket atau soal kuesioner dikirim dan diisi oleh orang lain ( sanak saudaranya), namun soalnya dituju untuk objek, ini disebut kuesioner tidak langsung. Dengan cara tes ini lebih menghemat waktu dan tenaga.

  1. Daftar Cocok

Daftar cocok adalah deretan pertanyaan yang singkat serta mudah dipahami oleh penjawabnya dengan cara menconteng saja,Contoh: Berikanlah tanda conteng pada kolom yang sesuai dengan pendapatnya.

  • Rajin belajar
  • Suka membaca
  • Sering bolos
  • Cepat memahami

  1. Wawancara

Wawancara juga disebut dengan interview, secara umum adalah proses pengumpulan keterangan yang dilakukang dengan tanya jawab lisan sepihak, bertatap muka langsung, dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan. Wawancara dapat dibedakan dengan dua jenis: pertama wawancara terpimpin,yang materi pertanyaannya telah terstruktur dengan tujuannya dan yang kedua wawacara bebas, yang materi yang ditanyakan bebas tidak terstruktur akan tetapi mempunyai tujuan. Objeknya bisa pada siswa langsung atau orang tuanya.

  1. Pengamatan

Pengamatan atau observasi adalah sebuah cara menghimpun data yang dilakukan oleh guru kepada peserta didiknya dengan cara pengamatan yang teliti dan mencatat hasil pengamatan secara sistematis. Observasi atau pengamatan dapat dibedakan menjadi 3 bentuk:

  • Pengamatan partisipan adalah pengamatan yang pengamatnya langsung memasuki dan mengikuti kegiatan yang sedang diamati. Seperti pengamatan tentang pertanian, maka pengamat harus bergabung menjadi petani.
  • Pengamatan sistematik adalah observasi dimana faktor yang diamati sudah didaftar secara sistematis, dan sudah diatur menurut kata gorinya. Pengamatan ini dilakukan di luar dari kelompok yang ingin diamati.
  • Pengamatan eksperimental akan terjadi jika pengamat tidak berpartisipasi dalam kelompok. Dalam hal ini ia dapat mengendalikan unsure-unsur penting dalam situasi sedemikian rupa sehingga situasi dapat diatur sesuai dengan tujuan evaluasi.

  1. Riwayat hidup

Riwayat hidup juga bisa kita katakan curiculum vite (CV). Atau gambaran hidup peserta didik, dalam segala aspek. Dengan mengkaji atau menganalisis dukumen atau riwayat hidupnya maka seorang guru akan dapat menarik kesimpulan tentang tingkah laku atau kepribadian dan sikap dari peserta didik. Soal-soal yang biasa digunakan seperti. Nama siswa, status dalam keluarga, agama yang dianut, prestasinya dll.

 

SUMBER:

Ai’syah siti, dkk. 2007. Pembelajaran terpadu. Universita terbuka. jakarta

http://syairaatifa.blogspot.com/2011/01/bab-i-pendahuluan.html

http://abusyakir80.blogspot.com/2010/03/evaluasi-pendidikan-anak-usia-dini.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s