Peran Guru yang Mendukung dan Menghambat Pengembangan Kreativitas

Standard

Peran Guru yang Mendukung Dan Menghambat Pengembangan Kreativitas

Kreativitas merupakan potensi yang dimiliki seseorang yang dapat dikembangkan. Dalam mengembangkan kreativitas ini terdapat beberapa faktor-faktor yang dapat mendukung upaya dalam menumbuh kembangkan kreativitas. Setiap individu sebenarnya memiliki potensi untuk kreatif, dengan berbagai macam bentuknya. Namun untuk lebih mengoptimalkan dan mengembangkan kreativitas lebih lanjut, maka diperlukan peran lingkungan  untuk merangsang dan lebih mengembangkan kreativitas yang sudah ada.

Beberapa penelitian menunjukkkan bahwa seorang anak yang mendapat rangsangan (dengan melihat, mendengar, dan bergerak) akan berpeluang lebih cerdas dibanding dengan sebaliknya. Salah satu bentuk rangsangan yang sangat penting adalah kasih sayang (Touch). Dengan kasih sayang anak akan memiliki kemampuan untuk menyatukan berbagai pengalaman emosional dan mengolahnya dengan baik. Kreativitas sangat terkait dengan kebebasan pribadi. Hal ini berarti seorang anak harus memiliki rasa aman dan kepercayaan diri yang tinggi, sebelum berkreasi. Sedangkan pondasi untuk membangun rasa aman dan kepercayaan dirinya adalah dengan kasih sayang.

Empat hal yang dapat diperhitungkan dalam pengembangan kreativitas yaitu:

  1. Memberikan rangsangan mental baik pada aspek kognitif maupun kepribadiannya serta suasana psikologis (Psychological Athmospere)
  2. Menciptakan lingkungan kondusif yang akan memudahkan anak untuk mengakses apapun yang dilihatnya,dipegang, didengar, dan dimainkan untuk pengembangan kreativitasnya. Perangsangan mental dan lingkungan kondusif dapat berjalan beriringan seperti halnya kerja simultan otak kiri dan kanan
  3. Peran serta guru dalam mengembangkan kreativitas , artinya ketika kita ingin anak menjadi kreatif, maka akan dibutuhkan juga guru yang kreatif pula dan mampu memberikan stimulasi yang tepat pada anak.
  4. Peran serta orangtua dalam mengembangkan kreativitas anak.
  1. Peran Guru Yang Mendukung Pengembangan Kreativitas

Tidak Sulit merangsang tumbuhnya kreativitas anak usi dini karena karakteristik mereka memang menyukai sesuatu yang baru, asyik, dan menarik. Rasa ingin tahu anak terhadap sesuatu yang baru dan menarik dapat menjadi modal bagi guru untuk menciptakan pembelajaran kreatif. Tumbuhnya kreativitas dalam diri anak 90% tergantung dari guru dan 10% dari lingkungan sebagai penyedia sumber belajar beragam. Guru kreatif akan menciptakan anak didik yang kreatif. Guru adalah tokoh bermakna dalam kehidupan anak. Guru memegang peranan lebih dari sekedar pengajar, melainkan pendidik dalam arti yang sesungguhnya. Kepada guru anak didik melakukan proses identifikasi peluang untuk munculnya peserta didik yang kreatif akan lebih besar dari guru yang kreatif pula. Guru yang kreatif adalah guru yang secara kreatif mampu menggunakan berbagai pendekatan dalam proses kegiatan belajar dan membimbing siswanya. Ia juga figur yang senang melakukan kegiatan kreatif dalam hidupnya. Jadi munculnya kreativitas anak sangat tergantung dari usaha guru untuk membuat anak itu kreatif, bukan karena faktor keturunannya. Semua anak itu pada dasarnya kreatif, tergantung usaha yang dilakukan oleh orang dewasa sekitar anak dalam menciptakan lingkungan yang membuat kreativitas anak tumbuh subur.

Mengembangkan kreativitas kepada anak usia dini berarti mengasah agar anak mampu berpikir lancer (fluency), berpikir lentur (flexibility), berpikir original (originality), dan berpikir rinci (elaboration); ini termasuk kedalam cara berpikir menyebar (divergent thinking). Torrance mengemukakan tentang lima bentuk interaksi guru dan siswa di kelas yang dianggap mampu mengembangkan kecakapan kreatif siswa, yaitu:

  • Menghormati pertanyaan yang tidak biasa;
  • Menghormati gagasan yang tidak biasa serta imajinatif dari siswa;
  • Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar atas prakarsa sendiri;
  • Memberi penghargaan kepada siswa; dan
  • Meluangkan waktu bagi siswa untuk belajar dan bersibuk diri tanpa suasana penilaian.

Beberapa tips usaha guru dalam memancing kreativitas anak usia dini:

  1. Kembangkan tema lebih jauh, lebih luas, lebih dalam, dan lebih variatif; tidak menyerah sebatas digariskan kurikulum
  2. Gunakan ide-ide anda untuk meramu sesuatu yang menarik untuk disajikan kepada anak. anda harus meramu dan menyajikan makanan kreativitas yang enak dan disukai anak. sajikan pembelajaran yang selalu berbeda, baik metode pmbelajaran, sumber atau media belajar yang digunakan
  3. Suguhkan pembelajaran yang selalu baru atau diperbaharui, terutama menyangkut sumber belajar, media belajar yang digunakan
  4. Jangan tuntaskan tugas kegiatan dalam pembelajaran, tetapi sisakan 1/3 bagian kesempatan bagi anak untuk berpikir, berbuat mandiri, sesuai kreasinya
  5. Minat anak terhadap sesuatu adalah awal tumbuhnya kreativitas; minat adalah kendaraan bagi anak untuk memacu kreativitas
  6. Kreativitas dapat muncul melalui berbagai kegiatan yang disukai anak

Beberapa hal yang dapat mendukung peran guru dalam mengembangkan kreativitas siswa adalah sebagi berikut:

  1. Percaya Diri

Kepercayaan diri pada siswa dapat ditumbuhkan melalui sikap penerimaan dan menghargai perilaku anak. kepercayaan diri merupakan syarat penting yang harus dimiliki siswa untuk menghasilkan karya kreatif. hal ini diawali dengan keberanian mereka dalam berkreativitas. dan setiap anak akan berani menampilkan karya alami mereka jika lingkungan terutama orangtua dan guru menghargainya.

  1. Berani Mencoba Hal Baru

Untuk menumbuhkan kreativitas anak, mereka perlu dihadapkan pada berbagai kegiatan baru yang bervariasi. kegiatan baru ini akan memperkaya ide dan wawasan anak tentang segala sesuatu. jika seorang guru hanya mengandalkan kegiatan rutin saja, ia akan kehilangan semangat dan motivasi untuk mengajar. begitu ula dengan anak, mereka akan kehilangan ’rasa ingin tahu’ dan motivasinya umntuk belajar. seorang pendidik yang kreatif akan sangat memahami kondisi ini, sehingga terus mengembangkan dirinya dan berinteraksi denga hal baru.

  1. Memberikan Contoh

“Guru kencing berdiri murid kencing berlari”, merupaka pepatah yang tidak asing lagi bagi telinga kita. diakui atau tidak sosok seorang guru tetap merupakan figure dan teladan bagi murid-muridnya. seorang pendidik yang baik tidak akan pernah mengajarkan apa yang tidak dia lakukan. demikian juga dalam pengajaran kreativitas. seorang guru yang tidak kreatif, tidak mungkin dapat melatih anak didiknya untuk menjadi kreatif. oleh karena itu, sebelum program peningkatan kreativitas anak dilakukan terlebih dahulu gurupun harus mendapatkan ‘pencerahan’ untuk meningkatkan kreativitasnya sendiri.

  1. Menyadari Keragaman Karakteristik Siswa

Setiap anak adalah unik dank has, masing-masing berbeda satu sama lain. pemahaman dan kesadaran ini akan membantu guru menerima keragaman perilaku dan karya mereka dan tidak memaksakan kehendak.

  1. Memberikan Kesempatan pada Siswa untuk Berekspresi dan Bereksplorasi

Untuk mengembangkan kreativitas, guru sebaiknya memberikan kesempatan kepada anak untuk berekspresi dan mengeksplorasi kegiatan yeng mereka inginkan. dengan demikian guru perlu menyiapkan berbagai pendekatan, metode dan media pembelajaran yang akan membuat anak bebas mengeksplorasi dan mengekspresikan dirinya

  1. Positive Thinking

Sikap penting seorang guru adalah positif thinking. banyak anak cerdas dan kreatif menjadi korban, karena sikap guru dan lingkungannya yang negative thinking. anak yang aktif, tidak bisa diam, punya cara dan kehendak sendiri dalam mengerjakan tugas, tidak bisa langsung diberi cap sebagai anak nakal, guru harus memprioritaskan positive thinking-nya, ketimbang asumsi negatifnya. dengan positive thinking guru dapat mereduksi hambatan yang tidak perlu dan menghindari masalah baru yang timbul

  1. kendala atau penghambat dalam perkembangan kreativitas anak

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita dapati perlakuan dan tindakan anak dengan berbagai pola dan tingkah laku. Sehingga ekspresi kreativitas anak kerap menimbulkan efek kurang berkenan bagi orang tua. Misalnya orang tua melarang anak merobek-robek kertas karena takut rumah jadi kotor, atau berteriak saat anak main pasir karena takut anak terkena kuman. Padahal tiap anak memiliki ekspresi kreativitas yang berbeda, ada yang terlihat suka mencoret-coret, beraktivitas gerak, berceloteh, melakukan eksperimen, dan sebagainya. Penyikapan orang tua seperti itu berarti merupakan salah satu contoh dari sekian banyak faktor yang menghambat kreativitas seorang anak.

Dalam suatu studi tingkat motivasi intrinsik siswa rendah jika guru terlalu banyak mengontrol dan jika guru memberikan lebih banyak otonomi. Beberapa studi menunjukkan Pygmalion Effect, yaitu bahwa tanpa disadari seseorang berperilaku sebagaimana ia percaya orang lain mengharapkan ia berperilaku. Guru-guru disekolah diberitahu bahwa anak-anak tertentu di dalam kelas akan menunjukkan “Kemajuan yang luar biasa” dalam kinerja intelektual selama tahun pelajaran. Dalam kenyataan, nama anak-anak tersebut dipilih secara acak oleh peneliti. Yang mengejutkan ialah bahwa pada akhir tahun anak-anak tersebut betul-betul memperlihatkan kemajuan intelektual. Kemudian, peneliti menemukan bahwa kemajuan juga terjadi jika guru mengharapkan siswa meningkat dalam kreativitas.

Menurut Chaplin, harapan guru secara sadar atau tidak sadar dikomunikasikan kepada siswa, dan konsep diri serta harapan diri siswa dibentuk oleh umpan balik dari guru. Pygmalion Effect ini juga disebut self-fulfilling prophesy, yaitu penemuan bahwa tanpa disadari orang berperilaku sebagaimana mereka percaya orang lain mengharapkan mereka berperilaku (Munandar, 2004: 228).

Masalah yang sering terjadi adalah dalam upaya membantu anak merealisasikan potensinya, sering kita menggunakan cara paksaan agar mereka belajar. Penggunaan paksaan atau kekerasan tidak saja berarti bahwa kita mengancam dengan hukuman atau memaksakan aturan-aturan, tetapi juga bila kita memberikan hadiah atau pujian secara berlebih. Amabile mengemukakan empat cara yang mematikan kreativitas, yaitu:

  • Evaluasi

Rogers (Munandar, 2004: 223) menekankan salah satu syarat untuk memupuk kreativitas konstruktif ialah bahwa pendidik tidak memberikan evaluasi, atau paling tidak menunda pemberian evaluasi sewaktu anak sedang asyik berkreasi. Bahkan menduga akan dievaluasi pun dapat mengurangi kreativitas anak. Selain itu kritik atau penilaian sepositif apapun meskipun berupa pujian dapat membuat anak kurang kreatif, jika pujian itu memusatkan perhatian pada harapan akan dinilai.

  • Hadiah

Kebanyakan orang percaya bahwa memberi hadiah akan memperbaiki atau meningkatkan perilaku tersebut. Ternyata tidak demikian. Pemberian hadiah dapat merusak motivasi intrinsik dan mematikan kreativitas.

  • Persaingan (Kompetisi)

Kompetisi lebih kompleks daripada pemberian evaluasi atau hadiah secara tersendiri, karena kompetisi meliputi keduanya. Biasanya persaingan terjadi apabila peserta didik merasa bahwa pekerjaannya akan dinilai terhadap pekerjaan anak didik lain dan bahwa yang terbaik akan menerima hadiah. Hal ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan sayangnya dapat mematikan kreativitas.

  • Lingkungan yang Membatasi

Albert Einstein yakin bahwa belajar dan kreativitas tidak dapat ditingkatkan dengan paksaan. Sebagai anak ia mempunyai pengalaman mengikuti sekolah yang sangat menekankan pada disiplin dan hafalan semata-mata. Ia selalu diberitahu apa yang harus dipelajari, bagaimana mempelajarinya, dan pada ujian harus dapat mengulanginya dengan tepat, pengalaman yang baginya amat menyakitkan dan menghilangkan minatnya terhadap ilmu, meskipun hanya untuk sementara.

Menurut Torrance (2001) yang dapat mematikan kreativitas diantaranya:

  • Usaha terlalu dini untuk mengeliminasi fantasi;
  • Pembatasan terhadap rasa ingin tahu anak;
  • Terlalu menekankan peran berdasarkan perbedaan seksual;
  • Terlalu banyak melarang;
  • Takut dan malu;
  • Penekanan yang salah kaprah terhadap keterampilan verbal tertentu; dan
  • Memberikan kritik yang bersifat destruktif.

Cropley dalam Adhipura (2001:44), mengemukakan karakteristik guru yang cenderung menghambat keterampilan berpikir kreatif dan kesediaan atau keberanian anak untuk mengungkapkan kreativitas mereka :

  • Penekanan bahwa guru selalu benar
  • Penekanan berlebihan pada hafalan
  • Penekanan pada belajar secara mekanis teknik pemecahan masalah
  • Penekanan pada evaluasi eksternal
  • Penekanan secara ketat untuk menyelesaikan pekerjaan
  • Perbedaan secara kaku antara bekerja dan bermain dengan menekankan makna dan manfaat dan bekerja, sedangkan bermain sekedar untuk rekreasi.

 

 

  • Cara Kita mensosialisasikan kepada guru agar proses kreativitas anak dapat berkembang adalah dengan pertama-tama kita mengidentifikasi apakah sekolah tersebut mengalami masalah dalam mengembangkan kemampuan kreativ anak didiknya. Kalau memang kita menemukan permasalahan seperti itu maka kita dapat melakukian sosilisasi dengan mengadakan seminar kecil dalam ranka mensosilaisasikan bahwa kreativitas anak usia dini harus dapat dikembangkan dengan baik. Kita dapat memberikan penjelasan dan gambaran pada guru bahwa:
  • Anak usia dini adalah masa terbaik dalam mengembangkan kreativitas anak
  • Bermain merupakan alat belajar bagi anak usia dini untuk nmengembangkan kreativitas
  • Kreativitas dapat muncul karena usaha,baik melalui latihan-latihan, pendidikan yang berorientasi kreativitas,dan bimbingan lansung kepada anak.
  • Motivasi instrinsik dan lingkungan anak menjadi salah satu faktor dalam menjadikan mereka atau anak sosok kreatif. Motivasi kreativitas dap[at muncul jika berda dalam lingkungan yang mendukung,seperti banyaknya sumber belajar,guru kreatif dan pembelajran kreatif.
  • Anak yang melakukan unjuuk kerja kteatif diberikan hadiah (reward) secara kontinyu sebagi pendorong tumbuhnya kreativitas anak.
  • Memberikan jkesempatan yang lebih luas kepada anak untuk berekplorasi (menjelajah) dan memuaskan rasa ingin tahunya.
  • Perkembangan kreativitas sejak usia dini dapat dilakukan melalui kegiatan yang sederhana saja tidak perlu kegiatan yang rumit-rumit.
  • Usaha orangtua dan guru menjadi salah satu faktor tumbuhnya kreativitas anak usia dini.
  • Kreativitas tidak hanya tumbuh dari faktor internal atau hanya satu faktor saja,tetapi kombinasi beberapa faktor.
  • Pemanfaatan waktu senggang,seperti kegiatan membaca ,bercakap-cakap dan kegiatan bermnain dapat memacu tumbuhnya kreativitas.
  • Kreativitas dapat diusahakan dengan berbagai kegiatan seperti permainan konstruktif.

Selain itu kita juga dapat mensosilisasikan kepada guru mengenai strategi-strategi yang dapat digunak guru dalam mengemvbangkan kreativitas anak. Ada terdapat 7 strateg pengembangan kreativitas pada anak usia dini yaitu:

  1. Pengembangan kreatifitas melalui menciptakan produk (hasta karya)

Tidak hanya kratifitas yang akan terfasilitasi untuk berkembang dengan baik, tetapi juga kemampuan kognitif anak. dalam kegiatan hasta karya setiap anak akan menggunakan imajinasinya untuk membentuk suatu bangunan atau benda tertentu sesuai dengan khayalannya. Setiap anak bebas mengekspresikan kreatifitasnya, sehingga kita akan memperoleh hasil yang berbeda antara satu anak dengan anak lainnya. Mungkin kita akan menemui anak yang membangun gedung pencakar langit dari toples kue, membuat terowongan dari dus, membuat rumah dari tanah liat, menggambr matahari dengan telinga lebar, membuat robt dari bahan bekas dan lain sebagainya.

Karya anak yang dibuat melalui aktifitas membuat, menyusun atau mengkontruksi ini akan memberikan kesempatan bagi anak untuk menciptkan benda buatan mereka sendiri yang belum pernah mereka temui ataupun mereka membuat modifikasidari benda yang telah ada sebelumnya.

  1. Pengembangan kreatifitas melalui imajinasi

Anak perempuan sering kali melakukan sosio drama dengan berpura-pura memasak, menyetrika, dan menyuci, atau bergabung dengan teman lain untuk berpura-pura menjadi sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, kakak, adik. Itu semua adalah sebuah contoh sederhana tentang dunia khayal anak. Janice Beaty (1994) menyatakan bahwa bagi anak, imajinasi adalah kemampuan untuk merespon atau melakukan fantasi yang mereka buat. Imajinasi merupakan salah satu hal yang efektif untuk mengembangkan kemampuan intelektual, sosial, bahasa, dan terutama kreatifitas anak.

  1. Pengembangan kreatifitas melalui eksplorasi

Eksplorasi dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk melihat, memahami, wul,dan pada akhirnya membuat sesuatu yang menarik perhatian mereka. Kegiatan seperti ini dilakukan dengan cara mengamati dunia sekitar sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung.

Kegiatan eksplorasi adalah penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak, terutama sumber alam yang terdapat ditempat itu. Eksplorasi merupakan jenis kegiatan permainan yang dilakukan dengan cara menjelajahi atau mengunjungi suatu tempat untuk mempelajari hal tertentu sambl mencari kesenangan atau sebagai hiburan dan permainan.

Kegiatan eksplorasi akan memberikan kesempatan pada anak untuk memahami dan memanfaatkan olah jelajahnya berupa:

  • Wawasan informasi yang lebih luas dan lebih nyata
  • Menumbuhkan rasa keingin tahuan anak tentang sesuatu telah ataupun baru diketahuinya
  • Memperjelas konsep dan keterampilan yang telah dimilikinya
  • Memperoleh pemahaman penuh tentang kehidupan masusia dengan berbagai situasi dan kondisi yang ada
  • Memperoleh pengetahuan tentang bagaimana memahami lingkungan yang ada disekitar serta bagaimana memanfaatkannya

  1. Pengembangan kreatifitas melalui eksperimen

Melalui eksperimen anak akan terlatih mengembangkan kreatifitas, kemampuan berfikir logis, senang mengamati, meningkatkan rasa ingin tahu dan kekaguman pada alam, ilmu pengetahuan, dan tuhan. Melalui eksperimen sederhana anak akan menemukan hal ajaib dan menakjubkan. Eksperimen yang dimaksud bukanlah sesuatu yang rumit, melainkan pada bagaimana mereka dapat mengetahui cara atau proses terjadinya sesuatu, dan mengapa sesuatu dapat terjadi serta bagaimana mereka dapat menemukan solusi terhadap permasalahan yang ada dan pada akhirnya mereka dapat membuat sesuatu yang bermanfaat dari kegiatan tersebut.

  1. Pengembangan kreatifitas melalui proyek

Metode proyek merupakan metode pembelajaran yang dilakukan anak untuk melakukan pendalaman tentang satu topik pembelajaran yang diminati satu atau beberapa anak. Moeslichatoen (1995) menyatakan bahwa metoe proyek merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar dengan menghadapkan anak pada persoalan sehari-hari yang harus dikerjakan secara berkelompok. Manfaat yang bisa diambil dari metode proyek ini adalah:

  • Memberikan pengalaman kepada anak dalam mengatur dan mendistribusikan kegiatan
  • Belajar bertanggung jawab terhadap pekerjaan masing-masing
  • Memupuk semangat gotong royong dan kerjasama diantara anak yang terlibat
  • Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan sikap dan kebiasaan dalam melaksanakan pekerjaan dengan cermat
  • Mampu mengeksplorasi bakat, minat, dan kemampuan anak
  • Memberikan peluang kepada setiap anak baik individual maupun kelompok untuk mengembangkan kemampuan yang telah dimilikinya, keterampilan yang sudah dikuasainya yang pada akhirnya dapat mewujudkan daya kreatifitasnya secara optimal
  1. Pengembangan kreatifitas melalui musik
  2. Mahmud (1995) menyatakan bahwa musik adalah aktifitas kreatif. Seorang anak yang kreatif, antara lain tampak pada rasa ingin tahu, sikap ingin mencoba dan daya imajinasinya.

Kegiatan kreatifitas dibidang musik bertujuan memantapkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan musik yang telah diperoleh seperti antara lain:

  • Melatih kepekaan rasa dan emosi
  • Melatih mental anak untuk mencintai keselarasan, keharmonisan, keindahan dan kebaikan
  • Mencoba dan memilih alat musik yang sesuai untuk mengungkapkan isi atau maksud pikiran atau perasaan
  • Meningkatkan kemampuan mendengar pesan dan menyelaraskan gerak terhadap musik yang didengar
  • Meningkatkan kemampuan mendengar musik atau nyanyian dengan mengamati sifat, watak, atau ciri khas unsur pokok musik
  • Meningkatkan kepekaan terhadap isi dan pesan musik atau nyanyian untuk dapat menikmati dan menghargai musik atau nyanyian

  1. Pengembangan kreatifitas melalui bahasa

Sebagian anak mengalami kesulitan mengungkapkan perasaan dengan kata-kata dan menunjukannya dengan perbuatan, terkadang mereka lebi mudah mengekspresikan perasaan bonekanya sendiri dari pada perasaan mereka sendiri. Yusuf (2001) menyatakan bahwa bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sedangkan Smilansky menemukan tiga fngsi utama bahasa pada anak, yaitu:

  • Meniru ucapan orang dewasa
  • Membayangkan situasi (terutama dialog)
  • Mengatur permainan

Iklim dan kondisi lingkungan yang menunjang perkembangan kreativitas anak

Kondisi lingkungan disekitar anak sangat berpengaruh besar dalam menumbuh kembangkan kreativitas. Lingkungan yang sempit, pengap dan menjemukan akan terasa muram, tidak bersemangat dalam mengumpulkan ide cermelang. Kreativitas dengan sendirinya akan mati dan tidak berkembang dengan kondosi lingklungan yang tidak mendukung.

Cherry (1997) dan Ayan (2002) mengemukakan beberapa kondisi lingkungan yang harus diciptakan untuk menumbuhkan jiwa kreatif, sebagai berikut:

  1. Pencahayaan

Cahaya merupakan salah satu sumber energi kreatif paling ampuh, bajkan cahaya matahari yang tewrang memilki kaitan biologis dengan tubuh dan pikiran. Kaitan antara cahaya dan energi lahir dan batin ditimbulkan oleh pengaruh cahaya terhadap kelenjer pineal,penghasil hormon melatonin. Melatonin mempengaruhi kerja hipotalamus, yang meruipakan pengatuir irama siang malam biologis tubuh. Karena sinar matahari menghambat aliran melatonin, yang mencapai titik tertinngi dalam gelap, para peneliti yakin bahwa melatonon berperan penting dalam mengatur kesiagaan dan kemampuan kerja fisik dan mental,sebagai mana unsur kimiawi tubuh lain yang dipengaruhi matahari.

  1. Sentuhan warna

Warna memiliki aspek tertentu terhadap lingkungannya, dapat membuat kita merasa penuh energi. Sementara warna yang lain punya efek menenangkan. Ada beberapa cara dasar penggunaan warna untuk menciptakan lingkungan kreatif. Pertama, warnailah sebagian besar ruangan kelas atau kamar tidur untuk mendapatkan perasaan yang kita atau anak nginkan. Kedua, buatlah variasi warna sesuatu dengan suasana hati dan kebutuhan yang berbeda. Ketiga, banyaknya warna meransang berbagai pikiran dan perasaan.

  1. Seni dalam lingkungan

Istilah seni dalam lingkungan berarti segala sesuatu di dinding, rak, dan semua permukaan sekitar ruangan. Ini meliputi apa saja mulai dari poster, hiasan dinding, dan foto berbingkai,hingga hiasan kecil,ukiran dan benda seni.

  1. Bunyi dan musik

Sebagian orang lebih senang bekerja dalam keheningan, walaupun ada pula orang yang lebih suka bekerja diiringi musik. Musik dan bunyi memilki 2 fungsi,yaitu:

  • Jenis musik tertentu dapat menibngkatkan fungsi otak dan membantu kecepatan belajar dan daya ingat
  • Mempengaruhi penataan dan suasana hati.

Musik dapat mengeluarkan kita dan zona kenyamanan menujun pikiran dan perasaan baru,tepat pada bidang yang kita butuhkan akan menjadi kreatif.

  1. Aroma

Menurut berbagai sumber bebauan atau aroma diketahu secara lansung meransang bagian otak-sistem limbik yang bekerja atas emosi dan ingtan primitif . akibatnya satu jenis bau mampu mengeruk segunung emoasi8 dan menggugah ingatan lama.

  1. Sentuhan

Menurut beberpa kiata kita yang dsapat mempertimbangkan unsur sentuhan dan cara tekstur agar memengaruhi suasana hati dan kreativitas ,diantaranya:

  • Gunakan sentuhan untuk menghadirkan kenyaman fisik dan relaksasi
  • Gunakan sentuhan untuk mencapai ketenangan
  • Gunakan sentuhan dan gerak untuk mendapatkan ransangan.
  1. Cita rasa

Santapan mempengaruhi suasana mental dan emosional, menurut Judith Wurtman, ada tiga prinsip penting dalam masalah gizi yang harus diingat,yaitu:

  • Karbohidrat menyebabkan kantuk, dean akan mengurangi energi kreatif
  • proteion meningkatkan kesiangan, sedangkan lemak mengumpulkan ketajaman mental
  • Pola makan terbaik adalah yang mementingkan buah-buahan sergar dan sayuran , hindari makanan yang diproses,bahan sintesis,gula, tepung, kafein dan alkohol.
  • Ransangan mental yang dapat diberikan pada anak dalam mengembangkan kreativitasnya

Beberapa penelitian mennunjukkan bahwa seorang anak yang mendapat ransansangan (dengan melihat,mendengar dan bergerak) akan lebih berpeluang lebih cerdas dibandiongkan dengan sebaliknya. Sal;ah satu bentuk ransangan yang sangan penting adalah kasih sayang (touch). Dengan kasih sayang anak akan memilki kemampuan untuk menyatukan berbagai pengalaman emosional dan mengolahnya dengan baik.

Kreativitas sangat terkait dengan kebebebasan pribadi. Hal itu artinya seoranmg anak harus memilki rasa aman dan kepercayaan diri tinggi,sebelum bereaksi. Sedangjan untuk membangun rasa aman dan kepercayaan diri adalah dengan kasih sayang.

Suatu karya kreatif muncul jika anak mendapatkan ransangan mental yang mendukung. Pada aspek kognitif anak di stimulasi agar mampu memberikan berbagai alternatif pada setiap stimulan yang muncul. Pada aspek kepribadian anak distimulasi untuk mengembangkan berbagai macam potensi pribadi kreatif seperti percaya diri, keberanian ,ketahanan diri dan lain sebagainya. Pada aspek suasana psikologis distimulasi agar anak memili rasa aman ,kasih sayang,dan penerimaan.

Menerima anak dengan segala kekurangan dan kelebihannya akan membantu anak berani mencoba,berinisiatif dan berbuat sesuatu secara spontan. Sikap ini sangat diperlukan dalam pengembangan kreativita. Ada satu ungkapan yang mengatakan “jika ingin melihat apa yang bisa dilakukan oleh anak-anak ,anda harus berhenti memvewri mereka berbagai hal.”

Dalam hal ini berarti para pendidik harus siap untuk menerima apapun karya dan anak dukungan mental bagi anak sangat diperlukan. Dengan adanya dukungan mental anak akan merasa dihargai dan diterima keberadaanya sehingga ia akan berkarya dan memilki keberanian untuk memperlihatkan kemampuannya. Sebaliknya, tanpa dukungan mental yang positif bagi anak maka kreativitas tidak.

  • Menurut Hurlock (1978:31) Beberapa kondisi rumah yang tidak meguntungkan kteativitas yaitu;
  • Membatasi ekspolrasi

Apabila orang tua membatasi eksplorasi atau pertanyaan mereka juga membatasi perkembangan kreativitas anak mereka.

  • Keterpaduan waktu

Jika anak terlalu diatur sehingga hanya sedikit tersisa waktu bebas untuk berbuat sesuka hati,mereka akan kehilangan salah satu yang diperlukan untuk pengembangan kreatifitas.

  • Dorongan kebersamaan keluarga

Harapan bahwa semua anggota keluarga melakukan berbagai kegiatan bersama-sama tanpa mempedulikan minat dan pilihan pribadi masing-masing,menggangu perkembangan kreativitas.

  • Membatasi khayalan

Orang tua yang yakin bahwa semua khayalan hanya memboroskan waktu dan menjadi sumber gagasan yang tidak realistis, ,berupaya keras untuk menjadikan anak realistis.

  • Peralatan bermain yang sangat terstruktur

Anak yang diberikan peralatan main yang sangat terstruktur seperti boneka yang berpakaian lengkap atau buku berwarna dengan gambar yang harus diwarnai, kehilangan kesempatan bermain yang dapat mendorong perkembangan kreativitas.

  • Orang tua yang konservatif

Orangtua yang konservatif,yang takut menyimpang dari pola sosial yang direstui sering bersikeras agar anaknya mengikuti langkah-langkah mereka.

  • Orang tua yang terlalu melindungi

Jika orangtua terlalu melindungi anaknya,mereka mengurangi kesempatan untuk mencari cara mengerjakan sesuatu yang baru atau berbeda.

  • Disiplin yang otoriter

Disiplin yang otoriter membuat sulit atau tidak mungkin ada penyimpangan dari perilaku yang disetujui oleh orangtua.

Daftar Pustaka

Rachmawati Yeni, Kurniati Euis. 2012. Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak. Jakarta:Kencana Prenada Media Grup.

Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Masnipal. 2013. Menjadi Guru dan Pengelola Paud Professional. Jakarta:PT Elex Media Komputindo

Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta:Kencana.

Ramlim. 2010. Faktor Pendukung Dan Penghambat Kreativitas. (Online). http://ramlimpd.blogspot.com/2010/10/faktor-pendukung-dan-penghambat.html. diakses tanggal 19 november 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s