Metode Pembelajaran AUD

Standard
  • Metode Pembelajaran

 

Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir.

Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah di tetapkan. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satupun metode mengajar yang telah dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan(Syaiful Bahri Djamarah, 1991;72)

Penggunaan metode yang bervariasi tidak akan menguntungkan kegiatan belajar mengajar bila penggunannya tidak tepat serta tidak sesuai dengan situasi yang mendukungnya dan dengan kondisi psikologis anak didik. Oleh karena itu , pemilihan dan penggunaan metode yang bervariasi tidak selamanya menguntungkan bila guru mengabaikan factor-faktor yang mempengaruhi penggunaanya.

Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan di TK antara lain :

  1. 1.       Metode Bermain

Bermain merupakan pekerjaan masa kanak-kanak dan cermin pertumbuhan anak. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kepuasan bagi diri sendiri. Melalui bermain anak memperoleh pembatasan dan memahami kehidupan. Bermain merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri, yang lebih ditekankan pada caranya dari pada hasil yang diperoleh dari kegiatan itu. Dengan demikian bermain merupakan berbagai macam bentuk kegiatan yang memberikan kepuasan pada diri anak yang bersifat non serius.

“Bermain” (play) merupakan istilah yang digunakan secara bebas, sehingga arti utamanya mungkin hilang. Menurut Harlock (1991), arti bermain yang tepat adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya, tanpa mempertimbangkan hasil akhir.

Untuk mencapai manfaat yang optimal, maka alat permaianan yang digunakan sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Aman atau tidak berbahaya bagi anak, misalnya bentuk, warna dan bahan
  2. Berdasarkan minat anak , jadi bukan pilihan orang lain
  3. Sebaiknya beraneka ragam, sehingga anak bisa bereksplorasi dengan berbagai jenis mainan tersebut
  4. Tingkat kesulitannya hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, jadi tidak terlalu sulit dan tidak telalu mudah
  5. Kuat, dalam arti tidak mudah rusak, karena anak cenderung ingin tahu sehingga mungkin akan dibongkar, dibanting, dll.
  6. Menarik, baik warna maupun bentuknya
  7. Murah, mainan tidak harus membeli, namun dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita.

Menurut Frank dan Theresa Caplan, dalam permainan ada 16 nilai bermain bagi anak, yaitu:[3]

  1. Bermain membantu pertumbuhan anak
  2. Bermain merupakan kegiatan yang dilakuakan secara sukarela
  3. Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak
  4. Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasai
  5. Bermain mempunyai unsur berpetualang di dalamnya
  6. Bermain meletakkan dasar pengembangan bahasa
  7. Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembentukan hubungan antar pribadi
  8. Bermain memberi kesempatan untuk menguasai diri secara fisik
  9. Bermain memperluas minat dan pemusatan perhatian
  10. Bermain merupakan cara anak untuk menyelidiki sesuatu
  11. Bermain merupakan cara untuk mempelajari peran orang dewasa
  12. Bermain merupakan cara dinamis untuk belajar
  13. Bermain menjernihkan pertimbangan anak
  14. Bermain dapat distruktur secara akademis
  15. Bermain merupakan kekuatan hidup
  16. Bermain merupakan sesuatu yang esensial bagi kelestarian hidup manusia

Oleh karena begitu besar nilai bermain dalam kehidupan anak, maka pemanfaatan kegiatan anak usia dini dengan menggunakan metode bermain di play group Alvi Hidayah merupakan syarat mutlak yang tidak bisa diabaikan. Bagi anak usia dini belajar adalah bermain dan bermain sambil belajar.

  1. Metode Cerita

Bercerita merupakan salah satu metode untuk mendidik anak. Berbagai nilai-nilai moral, pengetahuan dan sejarah dapat disampaikan dengan baik melalui bercerita. Cerita ilmiah maupun fiksi yang disukai oleh anak-anak dapat digunakan untuk menyampaikan pengetahuan. Cerita dengan tokoh yang baik, kharismati dan heroic menjadi alat untuk mengembangkan sikap yang baik kepada anak-anak. Sebaliknya tokoh yang jelek, jahat dan kejam, mendidik anak untuk tidak berperilaku seperti itu, karena pada umumnya tokoh jahat diakhir cerita akan kalah dan sengsara. Cerita tentang pahlawan dan pemikirannya yang cerdas dari para pahlawan dapat mendidik anak agar kelak anak memiliki jiwa kepahlawanan.

Bercerita atau mendongeng merupakan warisan budaya yang sudah lama kita kenal, bahkan dijadikan sebagai kebiasaan atau tradisi bagi para orangtua untuk menidurkan anak-anaknya. Melalui cerita atau dongeng banyak hal tentang hidup dan kehidupan yang dapat kita informasikan kepada anak-anak. Begitu juga pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama dapat kita tanamkan kepada anak-anak melalui tokoh-tokoh yang ada dalam cerita atau dongeng tersebut:

Bercerita mempunyai makna penting bagi perkembangan anak usia dini, karena melalui bercerita dapat :

  1. Menanamkan nilai-nilai sosial
  2. Menanamkan nilai-nilai agama
  3. Menanamkan etos kerja dan etos waktu
  4. Membantu mengembangkan fantasi anak
  5. Membantu mengembangkan dimensi kognitif anak
  6. Membantu mengembangkan dimensi bahasa anak
  1. Menanamkan nilai-nilai budaya

Ada berbagai macam teknik mendongeng antara lain : membaca langsung dari buku cerita, menggunakan ilustrasi dari suatu buku sambil meneruskan bercerita, menceritakan dongeng, bercerita dengan menggunakan boneka, bercerita melalui permainan peran, bercerita melalui gambar dan lain sebagainya. Jadi cerita amat potensial mendidik anak, oleh karena itu guru yang ada di play group Alvi Hidayah dituntut untuk pandai bercerita.

  1. Metode Proyek Sederhana

Metode ini melatih anak bekerja sama dengan kelompok kecil antara 3-4 anak. Setiap kelompok diberi proyek kecil, misalnya menemukan berbagai jenis daun dan mengecapnya dengan berbagai warna pada sehelai kertas manila. Anak-anak dalam satu kelompok menghasilkan satu karya. Begitu pula proyek-proyek kecil seperti pengamatan dan percobaan dapat dikerjakan anak. Metode ini melatih anak bekerja sama dan mengembangkan kemampuan sosial.

Kegiatan  proyek  sederhana  mempunyai  makna  penting  bagi  anak  usia dini,  antara lain :

  1. Didalam kegiatan bersama, anak belajar mengatur diri sendiri untuk bekerja sama dengan teman dalam memecahkan suatu masalah
  2. Dalam kegiatan bersama pengalaman akan sangat bermakna bagi anak. Misalnya pengalaman anak dalam melipat kertas akan menjadi sangat bermakna untuk membuat hiasan dinding dalam rangka menyiapkan ruangan untuk pesta.
  3. Berlatih untuk berprakarsa dan bertanggung jawab
  4. Berlatih menyelesaikan tugas yang harus diselesaikan secara bebas dan kreatif

Oleh karena itu, metode proyek sederhana merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pemecahan masalah bersama yang mempunyai nilai praktis yang sangat penting bagi pengembangan pribadi anak, serta mengembangkan ketrampilan menjalani kehidupan sehari-hari. Metode ini merupakan salah satu metode yang cocok bagi pengembangan anak usia dini terutama dimensi kognitif, sosial, motorik, kreatif dan emosional.

  1. Kerja kelompok besar

Metode ini hampir sama dengan metode proyek sederhana. Bedanya terletak pada jumlah kelompok besar, yaitu satu kelas penuh untuk membuat sesuatu. Misalnya untuk mendirikan tenda dikelas secara bersama-sama, semua anak memegang peran, guru bertugas memberi aba-aba. Anak biasanya merasa sangat puas setelah berhasil mengerjakan sesuatu bersama-sama.

  1. Karyawisata

Bagi anak usia dini karyawisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi, memperoleh informasi atau mengkaji segala sesuatu secara langsung.Karya wisata berarti juga membawa anak didik ke obyek-obyek tertentu sebagai pengayaan pengajaran, pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas.

Karya wisata merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengamati atau mengobservasi, memperoleh informasi dan mengkaji dunia secara Langsung, seperti binatang, tanaman, dan benda-benda lain yang ada disekitar anak. Melalui kegiatan karya wisata, anak-anak akan memperoleh pengalaman belajar secara langsung dengan menggunakan seluruh panca indera, sehingga apa yang diperoleh dari lapangan dapat lebih berkesan dan pada gilirannya akan lebih lama mengendap di memori anak.

Manfaat kegiatan karya wisata diharapkan dapat

(1) merangsang minat anak terhadap sesuatu,

(2) memperluas informasi yang diperoleh di kelas,

(3) memberi pengalaman belajar secara langsung,

(4) menumbuhkan minat anak terhadap sesuatu,

(5) menambah wawasan anak,

(6) menjadi sarana rekreasi,

(7) memberi perasaan yang menyenangkan,

(8) sarana mempererat hubungan antara orangtua dengan pamong PAUD, orangtua dengan orangtua, dan anak dengan anak.

Anak sangat senang melihat langsung berbagai kenyataan yang ada di masyarakat melalui kunjungan. Berbagai macam kunjungan seperti ke perpustakaan, ke kepolisian, dinas pemadam kebakaran memberi inspirasi anak untuk mengembangkan cita-citanya. Misalnya menjadi polisi, TNI, pemadam kebakaran dan lain sebagainya.

  1. Metode tanya jawab

Dalam proses belajar mengajar metode ini mempunyai makna penting bagi perkembangan anak usia dini, karena melakukan tanya jawab dapat meningkatkan ketrampilan berkomunikasi dengan orang lain, meningkatkan ketrampilan dalam melakukan kegiatan bersama. Juga meningkatkan ketrampilan menyatakan perasaan serta menyatakan gagasan atau pendapat secara verbal.

Oleh karena itu penggunaan metode tanya jawab bagi anak usia dini akan sangat membantu perkembangan dimensi sosial, emosi, kognitif dan terutama bahasa. Anak yang sering dirangsang dengan pertanyaan-pertanyaan logika akan lebih baik perkembangan pola berfikirnya dari pada anak yang jarang dirangsang dengan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat logika.

  1. Metode Demonstrasi

 

Metode ini merupakan metode yang sangat efektif, sebab, membantu siswa mencari jawaban sendiri berdsarkan fakta yang benar. Metode demonstrasi dalah penyajian pelajarn dengan menunjukkan atau memperagakan suatu proses situasi benda tertentu.

Hal ini sangat menyengkan bagi Anak Usia Dini, karena mereka mempunyai tingkat keingintahuan yang lebih tinggi, sehingga, mereka akan merespon lebih lewat metode ini. Mereka juga akan mempraktekkan kembali apa yang dilihatnya tersebut.

Demonstrasi berarti menunjukkan, mengerjakan dan menjelaskan. Jadi dalam metode demonstrasi guru menunjukkan dan menjelaskan cara-cara mengerjakan sesuatu. Melalui demonstrasi anak-anak diharapkan dapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan.

Demonstrasi mempunyai makna yang penting bagi peserta didik anak usia dini, yaitu antara lain:

  1. Dapat memperlihatkan secara konkret apa yang dilakukan atau diperagakan
  2. Dapat mengkomunikasikan gagasan, konsep dan pronsip dengan peragaan
  3. Membantu mengembangkan kemampuan mengamati secara teliti dan cermat
  4. Membantu mengembangkan kemampuan untuk melakukan segala pekerjaan secara teliti, cermat dan tepat
  5. Membantu mengembangkan kemampuan peniruan dan pengenalan secara tepat

Metode ini menekan pada cara-cara mengerjakan sesuatu dengan penjelasan, petunjuk dan peragaan secara langsung. Melalui metode ini diharapkan anak-anak dapat mengenal langkah-langkah pelaksanaan dalam melakukan suatu kegiatan, yang pada gilirannya anak-anak diharapkan dapat meniru dan melakukan apa yang didemonstrasikan oleh pamong. Misalnya ketrampilan melipat kertas (origami), menggambar sesuai pola, menggulung, menggunting dan sebagainya. Melalui kegiatan demontrasi pamong dapat memperlihatkan secara nyata apa yang harus dilakukan anak, mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dan konsep, mengamati dengan cermat dan teliti.

Manfaat Kegiatan demontrasi sebagai berikut:

  1. dapat memberi ilustrasi dalam menjelaskan informasi kepada anak. Anak akan melihat bagimana suatu peristiwa berlangsung, lebih menarik, dan merangsang perhatian serta lebih menantang.
  2. dapat membantu meningkatkan daya pikir dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen dan berfikir evaluatif.
  3. memberi kesempatan kepada anak untuk memperkirakan apa yang akan terjadi, bagaimana hal itu dapat terjadi, dan mengapa hal itu dapat terjadi. Dengan demikian akan merangsang anak berusaha untuk memperhatikan ilustrasi dan apa yang sedang dilakukan pamong serta mendengarkan penjelasan pamong.
  4. anak juga akan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan berusaha untuk melakukan kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh pamong,
  5. serta merangsang anak untuk berfikir secara kritis dan menggunakan kemampuannya untuk menalar.
  6. memberi pengalaman belajar melalui melihat dan mendengarkan yang diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan,
  7. Metode Pemberian Tugas

Pemberian tugas merupakan pekerjaan tertentu yang dengan sengaja harus dikerjakan oleh anak yang mendapat tugas. Pemberian tugas ini bisa dalam bentuk kesempatan melaksanakan kegiatan sesuai dengan petunjuk langsung guru. Dengan pemberian tugas anak dapat melaksanakan kegiatan secara nyata dan menyelesaikannya sampai tuntas. Tugas dapat diberikan secara berkelompok atau perorangan.

Pemberian tugas mempunyai makna penting bagi anak usia dini antara lain karena :

  1. Pemberian tugas secara lisan akan memberi kesempatan pada anak untuk melatih persepsi pendengaran mereka. Jadi meningkatkan kemampuan bahasa reseptif
  2. Pemberian tugas melatih anak untuk memusatkan perhatian dalam jangka waktu tertentu
  3. Pemberian tugas dapat membangun motivasi anak.

Pemberian tugas merupakan salah satu metode pengajaran yang memungkinkan anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa reseptif, kemampuan mendengar dan menangkap arti, kemampuan kognitif : memperhatikan, kemauan bekerja sampai tuntas.

manfaat Metode pemberian tugas ini diberikan kepada anak:

1.semata-mata hanya untuk melatih persepsi pendengaran,

2.meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak,

  1. memusatkan perhatian dan membangun motivasi anak
  2. Cyrcle time

Metode pembelajaran ini dilakukan dengan anak-anak duduk melingkar dan guru berada di tengah lingkaran. Berbagai kegiatan, seperti membaca puisi, bermain peran, bernyayi, mengaji atau bercerita dan lain sebagainya. Metode ini dimaksudkan agar anak-anak bisa fokus terhadap materi yang sedang disampaikan.

10       Metode Bercakap cakap

Metode bercakap cakap adalah cara untuk berinteraksi antara guru dan anak atau komunikasi lisan antara guru dan anak.

Bercakap-cakap atau berdialog dapat diartikan saling mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan kebutuhan secara verbal, untuk mewujudkan bahasa reseptif yang meliputi kemampuan mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain dan bahasa ekspresif yang meliputi kemampuan menyatakan pendapat, gagasan, perasaan dan kebutuhan kepada orang lain.

manfaat metode bercakap-cakap (dialog):

(1) meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif, misalnya

menyatakan pendapat, perasaan, keinginan, bertanya, dan sebagainya,

(2) meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain,

(3) meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain, baik sesama teman atau pamong,

(4) memberi kesempatan kepada anak untuk membangun jati dirinya, melalui kesempatan untuk berdialog,

(5) memperluas pengetahuan, wawasan dan berbendaharaan kata ,

(6) meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, seperti mendengarkan dan memahami pembicaraan orang lain

Contohnya guru dapat bertanya kepada anak tentang pengalaman yang telah ia alami selama liburan atau di rumah

11        metode bernyanyi

Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak.setiap anak sangat menikmati lagu-lagu atau nyanyian yang didengarkan, lebih-lebih jika nyanyian tersebut dibawakan oleh anak-anak seusianya dan diikuti dengan gerakan-gerakan tubuh yang sederhana. Melalui nyanyian atau lagu banyak hal yang dapat kita pesankan kepada anak-anak, terutama pesan-pesan moral dan nilai-nilai agama.

Manfaat metode bernyanyi bagi anak usia dini:

  • Terciptanya suasana pembelajaran menyenangkan,
  • menggairahkan,
  • membuat anak bahagia,
  • menghilangkan rasa sedih,
  • anak-anak merasa terhibur,
  • dan lebih bersemangat,

12        Metode Quantum Teaching

manfaat metode ini diterapkan dalam PAUD, antara lain :

(1) metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk semua usia, termasuk untuk anak usia dini,

(2) metode ini menekankan dua aspek, yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan melejitkan prestai anak,

(3) metode ini mengorkestrasi berbagai interaksi dalam momen belajar, seperti unsur belajar yang efektif, unsur belajar yang mempengaruhi kesusksesan anak dan unsur yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah menjadi cahaya yang bermanfaat,

(4) menunjukkan cara menjadi pendidik yang lebih baik,

(5) menguraikan cara baru yang dapat mempermudah

pembelajaran,

(6) adanya penggubahan yang meriah dengan segala nuansanya,

(7) menggabungkan perpaduan unsur seni dan pencapaian tujuan yang terarah

(8) mengakomodasi berbagai metode yang lain

  1. Metode Simulasi

Metode ini adalah metode berpura-pura atau berbuat seakan-akan. Metode ini menggunakan situasi tiruan dalam memahami suatu konsep.

Metode ini melatih siswa dalam pemecahan masalah.

Prof. Dr. Winarno Surakhmad , M. Sc. Ed, mengemukakan lima macam factor yang mempengaruhi penggunaan metode mengajar sebagai berikut:

  1. Tujuan yang berbagai-bagai jenis dan fungsinya
  2. Anak didik yang berbagai-bagai tingkat kematangannya
  3. Situasi yang berbagai –bagai keadaannya
  4. Fasilitas yang berbagai –bagai kualitas dan kuantitasnya
  5. Pribadi guru serta kemampuan prosesionalnya yang berbeda-beda.

DAFTAR PUSTAKA

Hartati, Sri. (2010). Perencanaan pembelajaran TK. UNP. Padang

Sudjana, Nana. 1987. Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: Sinar baru Algesindo

Moeslichatoen. 2004. Metode pengajaran di taman kanak-kanak. Jakarta : rineka cipta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s