MAKANAN SEHAT

Standard

MAKANAN SEHAT

makanan sehat adalah makanan yang mengandung tri guna. Makanan tri guna adalah makanan yang mengandung tiga kegunaan makanan yaitu :

  1. sebagai zat pembangun
  2. sebagai zat pengatur
  3. sebagai zat tenaga

Makanan sehat juga merupakan makanan yang memenuhi syarat kesehatan dan jika dimakan tidak menimbulkan penyakit serta keracunan. Sedangkan makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah memadai. Selain itu makanan sehat dapat diartikan makanan yang beragam,bergizi, dan berimbang, serta aman bila dikonsumsi. Makanan bergizi tidak harus berupa makanan yang berharga mahal daan lezat, tetapi yang terpenting adalah zat-zatt yang terkandung di dalamnya.

  1. MENU

Menu adalah susunan dari beberapa makanan.

  • Menurut (yusmianah1980) menu adalah susunan dari beberapa macam hidangan untuk satu kali kesempatan makanan yang di sajikan pada waktu tertentu.
  • Menurut (deydre maden0 menu adalah perencanaan hidangan makanan yang di sajikan untuk sebagian waktu makan.

Dengan kata lain menu adalah hidangan yang di sajikan dalam satu acara makan baik makan pagi, makan siang atau pun makam malam. Di dalam kesehatan sering di katakan menu adepuat yaitu menu yang mengandung semua golongan bahan makanan yang di butuhkan dengan memperhatikan keseimbangan unsur-unsur gizi yang terkandung di dalamnya. Unsur gizi yang di perlukan tubuh antara lain, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air yang di gunakan tubuh untuk pertumbuhan tubuh dan memelihara jaringan tubuh serta pengatur metabolisme dan untuk keseimbangan tubuh.

Menurut Hulme, “makanan sehat” adalah makanan dalam arti yang sesungguhnya dan mampu menikmati makanan tersebut. Makanan yang sehat harus terdiri dari makanan utama dan makanan penunjang. Makanan sehat tersebut juga dikenal dengan istilah 4 dan 5 sempurna, tetapi kepopulerannya sudah mulai memudar karena berbagai alasan. Makan dengan lauk pauk tahu, tempe, sepotong daging, dan serta mangkuk sayur masih belum cukup memenuhi kebutuhan gizi. Bila dilihat, menu makan tersebut sudah dianggap memenuhi kebutuhan kalori dan protein, tetapi apakah di dalamnya sudah tercakup nutrisi lain yang diperluhkan tubuh.

Makanan bergizi harus mengandung energy, pembangun, dan pengatur dalam jumlah yang seimbang. Sedangkan makanan seimbang ialah makanan-makanan yang memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan asupan gizi yang dibutuhkan. Makanan seimbang yang dimaksud haruslah memiliki kandungan zat gizi yang meliputi: karbohidrat, lemak, protein,mineral, dan vitamin.

Makanan yang beragam, bergizi, dan berimbang dan aman untuk dikonsumsi diimplementasikan kedalam 13 pesan dasar gizi seimbang diperuntukkan untuk semua kelompok umur, kecuali bayi yang berumur antara 0 – 4 bulan (hanya asi saja), yaitu :

  1. Makanlah aneka ragam makanan
  2. makanan untuk memenuhi kecukupan energy
  3. Makanlah makanan sumber karbohidrat,setengah dari kecukupan energy
  4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energy
  5. Gunakan garam beryodium
  6. Makanlah makanan sumber zat besi
  7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 4 bulan
  8. Biasakan makan pagi
  9. Minumlah air bersih, aman, dan cukup jumlahnya
  10. Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur
  11. Hindari minum minuman beralkohol
  12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
  13. Bacalah label pada makanan yang dikemas
  1. PENGETAHUAN BAHAN MAKANAN

Bahan makanan adalah apa yang kita beli, kita masak dan yang kita susun menjadi hidangan. Contohnya: beras, jagung, sayur, daging dan telur. Sedangkan yang dimaksud dengan Zat makanan adalah satuan yang menyusun bahan makanan tersebut. Contoh-contoh Zat makanan menurut ilmu gizi yang kita kenal adalah Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

  1. bumbu

Secara garis besar bumbu dikenal 2 macam, yaitu tanaman yang dipakai sebagai bumbu dan rempah yang disebut dengan istilah HERBS dan SPICES, Herbs adalah jenis bumbu yang berasal dari daerah dingin, adalah tanaman aromatik yang ditambahkan pada makanan untuk penyedap dan pembangkit selera makan. Dalam pengolahan makanan herbs berfungsi sebagai pemberi dan atau penambah aroma makan.

Spices adalah jenis rempah-rempah yang berasal dari daerah tropik, adalah tanaman atau bagian dari tanaman yang ditambahkan pada makanan untuk  menambah atau membangkitkan rasa makanan.

Dalam pengolahan makanan spices berfungsi untuk memberi rasa pada makanan. Pada hakekatnya bumbu dan rempah adalah memberi dan meningkatkan rasa aroma pada makanan misalnya merica (spices). Merica tidak hanya memberi rada pedas pada makanan juga memberi aroma yang khas. Herbs dan spices keduanya disebut dengan bumbu atau bumbu masak.

Fungsi bumbu dalam pengolahan makanan

Bumbu sangat diperlukan dalam pengolahan makanan karena berfungsi untuk :

  1. Memberi rasa dan aroma pada makanan
  2. Meningkatkan rasa serta aroma makanan yang sedang dimasak
  3. Membantu pencernaan makanan, bumbu yang ditambahkan pada makanan dapat               merangsang usus untuk  mencerna makanan lebih baik
  4. Beberapa bumbu dapat berfungsi sebagai bahan pengawet makanan seperti asam, jeruk nipis, gula, kunir

dan sebagainya

  1. klasifikasi bumbu

Bumbu dapat dibagi beberapa kelompok atau bagian, yaitu :

  1. Bumbu yang berasal dari buah atau biji buah :

Contoh :

  1. Adas (Aniseed)
  2. Asam (Tamarind)
  3. Bunga Pala (Mace)
  4. Biji Pala (Nutmeg)
  5. Cabai kecil   (Cayanne Pepper)
  6. Cabai besar  (Red Chili)
  7. Jinten            (Cumin)
  8. Kapulaga      (Cardamen)
  9. Kemiri          (Candle Nut)
  10. Ketumbar     (Correander)
  11. Lada Putih    (White Pepper)
  12. Lada Hitam   (Black Pepper)
  13. Panili            (Vanilla Seed)
  14. Wijen            (Sesame Seed)
  1. Bumbu yang berasal dari bunga :

Contoh :

  1. Cengkeh (Clove)
  2. (Cappers)
  3. (Saffron)
  1. Bumbu yang berasal dari daun :

Contoh :

  1. Daun jeruk (Citrun Laef)
  2. Daun kemangi  (Basil Laef)
  3. Daun salam (Bay Laef)
  4. Kucai (Chivas)
  5. Daun kunyit     (Turmeric Laef)
  6. Petersely                     (Parsley)
  7. Seledri             (Celery)
  8. Sereh                    (Lemon grass)
  9. Rose Mary
  10. Oregano
  11. Marjoram
  12. Thyme
  1. Bumbu yang berasal dari kulit kayu :

Contoh :

  1. Kayu manis (Cinamon)
  2. Kulit kasia (Cassia)
  1. Bumbu yang berasal dari akar :

Contoh :

  1. Jahe (Gingger)
  2. Kencur   (Galangal)
  3. Kunir       (Turmeric)
  4. Kunci
  5. Laos
  1. Bumbu yang berasal dari umbi lapis :

Contoh :

  1. Bawang Bombay (Onion)
  2. Bawang Merah        (Shallot)
  3. Bawang Putih           (Garlic)
  4. Bawang Prey           (Leek)

Cara menyimpan bumbu :

  1. Bumbu segar disimpan diruang pendingin
  2. Bumbu akar segar disimpan di tempat yang kering agar tidak berkecambah atau tumbuh
  3. Bumbu yang sudah dikeringkan disimpan di tempat yang kering dengan suhu kamar (25-28)
  4. Bumbu dalam botol disimpan di tempat yang kering dan perhatikan tanggal kadaluwarsanya
  5. Bumbu dalam botol yang sudah dibuka harus disimpan dalam keadaan tertutup rapat. Periksa kembali  kondisi bumbu sebelum dipergunakan
  1. bahan tambahan makanan

Bahan tambahan makanan (food additive) merupakan bahan yang di tambahkan pada makanan dalam jumlah sedikit sesuai tujuan penambahan. Adapun macam-macam food additive dapat dikelompokan sebagai berikut

  • pewarna makanan

Pewarna makanan dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu :

  1. Alami: Daun suji, kunyit, cabai dan tomat.
  2. Sintetis: food colour kimiawi yang di buat oleh industri .
  3. 2. penambah rasa makanan

Penambah rasa makanan dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu :

  1. Kimia: siklamat, sakarin.
  2. MSG: Vitsin, sasa.
  3. penambah aroma

Penambah aroma yang biasa digunakan adalah penambah aroma yang berupa essence rasa buah-buahan.

  1. bahan pengawet

Bahan pengawet dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu :

  1. Kimia: asam benzoat dan natrium benzoate.
  2. Alami: gula dan garam.
  1. bahan pengembang

Bahan pengembang adonan dapat di bagi menjadi 2 yaitu :

  1. Bahan pengembang mikro organisme: yeast.
  2. Bahan pengembang kimiawi: soda kue dan baking powder.
  3. bahan pengemulsi

Bahan pengelmusi dapat membantu hasil kue menjadi lebih terasa enak. Contohnya: ovalet dan TBM.

  1. bahan pengempur daging

Bahan pengempur daging dapat di bagi menjadi 2 yaitu :

  1. Alami: papaya muda dan nanas muda.
  2. Kimia: meat terderizer.
  1. PENGELOLAHAN BAHAN MAKANAN

Sebelum melakukan proses pemasakan diperlukan untuk memilih bahan pangan. Kejelian memilih bahan pangan adalah langkah awal yang mempunyai andil sangat besar untuk menentukan mutu akhir suatu hidangan. Mutu gizi makanan seseorang dapat diperbaiki dengan konsumsi pangan yang beragam. Zat-zat gizi di dalam bahan makanan akan saling melengkapi satu sama lain.

Pemilihan bahan makanan tidak selalu ditunjukkan dengan bahan makanan yang mahal. Banyak bahan makanan yang harganya murah tetapi sangat berpotensi ditinjau dari segi gizinya seperti daging,susu,ikan dapat diganti dengan tempe,tahu,ancong dan lainnya.

Setelah dilakukan pemilihan bahan pangan yang baik,langkah selanjutnya adalah bagaimana mengelola bahan pangan tersebut sehingga terjaga zat-zat di dalamnya. Semakin banya jumlah porsi yang dimasak semakin sukar untuk mempertahnkan cita rasa yang diinginkan.

Lima kunci untuk pengelolaan makanan yang sehat:            

  1. Bersihkan semuanya terlebih dahulu
  • Sebelum mulai menyiapkan makanan untuk balita, cucilah tangan Ibu dengan sabun dan air panas hangat kemudian keringkan dengan handuk bersih.
  • Ibu juga harus memastikan bahwa semua peralatan memasak sudah bersih sebersih-bersihnya. Dari mulai demikian juga semua mangkuk, sendok garpu, dan cangkir balita.
  • Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan
  • Cuci tangan sesudah ke toilet
  • Cuci semua peralatan dan meja untuk menyiapkan makanan
  • Lindungi area dapur dari kecoa, lalat dan hama
  1. Membeli dan menyiapkan bahan
  • Pilih buah dan sayuran yang paling segar. Cucilah, kupas seperlunya dan singkirkan biji-bijinya karena berbahaya bila tertelan oleh balita. Kemudian potonglah kecil-kecil sebelum dimasak.
  • Pilih potongan yang lunak dari daging sapi, kambing atau ayam. Buanglah semua lemak sebelum dimasak. Setelah matang, buanglah semua tulang atau maupun tulang rawan yang ada.
  • Jika Ibu memilih ikan segar, mintalah penjual ikan untuk membuang semua kulit, sisik dan tulangnya. Setelah matang, periksa lagi mungkin masih ada tulang dan kulit yang tertinggal.
  • Pisahkan daging, ikan, ayam mentah dari makanan lainnya
  • Gunakan pisau atau wadah yang berbeda untuk memasak
  • Simpan makanan dalam wadah khusus hingga tidak tercampur makanan masak dan             yang mentah.
    1. Cara memasak
  • Masaklah makanan sekaligus terutama daging, telor dan ikan
  • Masaklah sampai matang benar suhu minimal 70o C,kuah daging bening bukan kemerahan
  • Pemanasan ulang juga sekaligus
  • Hati-hati pada garam

Ibu harus berhati-hati dengan jumlah garam dalam makanan yang Ibu berikan pada balita. Jangan menambahkan garam pada makanan balita, karena membuat ginjalnya yang masih kecil dan masih dalam perkembangan harus bekerja keras. Sebaiknya juga tidak menambahkan gula karena bisa menyebabkan kerusakan gigi dan ketagihan makanan manis.

  • Mematangkan makanan

Daging dan ikan bisa dikukus, dipanggang atau dimasak dengan microwave. Daging dan ikan juga bisa digoreng atau dioven namun jangan menambahkan lemak/minyak terlalu banyak. Selalu ingat bahwa daging harus dimasak sampai matang merata sehingga tidak ada lagi bagian yang masih belum matang. Ikan sebaiknya matang dan renyah – jika masih agak kenyal berarti belum matang merata.

  • Mengukus & merebus
  1. Buah dan sayuran bisa dimasak dengan dikukus atau direbus. Pilihan yang terbaik adalah mengukus karena mengukus menjaga zat gizinya tetap utuh, tapi Ibu tidak harus menggunakan pengukus/dandang – cukup dengan wadah dengan lubang-lubang kecil, panci bergagang berisi air mendidih dan tutupnya.
  2. Biarkan air mendidih selama kurang lebih dua menit hingga oksigen berkurang. Oksigen dalam airlah yang menyebabkan vitamin C dalam sayur menguap.
  3. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat
  4. Cara pengolahan sayur yang baik untuk balita adalah direbus atau ditumis sebentar. Gunakan air perebus seminimal mungkin dan manfaatkan air perebusnya karena selama perebusan kandungan vitamin sayur yang larut air seperti vitamin B dan C akan terlarut. Semakin kecil potongan sayur, maka kemungkinan kehilangan kandungan vitamin akan terjadi.
  5. Cara pengolahan ikan yang baik adalah dengan suhu pemanasan minimal dan tidak terlalu lama. Ikan seratnya pendek dan teksturnya lunak sehingga pemasakan hanya membutuhkan waktu sebentar, sehingga kandungan protein ikan dapat terjaga.K
  6. Daging yang diolah sesederhana mungkin dapat mempertahankan nilai gizinya. Makin panjang proses pengolahan seperti dendeng, abon dapat meningkatkan resiko kehilangan nilai gizi produk tersebut. Daging yang dicincang halus pada proses persiapan pengolahan harus diperhatikan. Setelah daging dicincang jangan dilakukan pencucian lagi karena protein daging yang bersifat larut dalam air menjadi hilang.
  7. 4.    Cara menyajikan
  • mula-mula, makanan balita harus diblender atau dihaluskan sampai rata sehingga berupa makanan lumat yang halus. Setelah balita semakin besar, Ibu boleh mulai membuat makanannya menjadi lebih padat. Ibu bisa menggunakan blender atau garpu pencacah makanan untuk menghaluskan makanan menjadi tekstur yang sesuai.
  • Selalu sajikan makanan hangat, jangan panas namun memasaknya harus sampai mendidih lalu dinginkan sesuai suhu kamar
  1.    Jagalah makanan pada suhu aman
  • Makanan yang sudah dimasak jangan biarkan lebih dari 4 jam di suhu kamar
  • Masukkan di lemari es, makanan masak atau yang gampang rusak sebaiknya suhu


 

DAFTAR PUSTAKA

Eliza, delfi. 1999. Penuntun Kesehatan Dan Gizi Anak TK. Universitas Negeri Padang

(http://phitry-kawaii.blogspot.com/2009/11/pengetahuan-bahan-makanan.html)

http://kiathidupsehat.com/lima-kunci-untuk-pengelolaan-makanan-yang-sehat/

http://healthyenthusiast.com/cara-mengolah-makanan-bagi-balita.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s