KONSEP DASAR EMOSI

Standard

KONSEP DASAR EMOSI

  1. Pengertian Emosi

Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat dinyatakandengan tegas, karena keduanya merupakan suatu kelangsungan kualitatif yang tidak jelas batasnya. Pada suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi juga dapat dikatakan sebagai emosi. Jadi, sukar sekali kita mendefinisikan emosi. Oleh karena itu, yangdimaksudkan dengan emosi di sini bukan terbatas pada emosi atauperasaan saja, tetapi meliputi setiap keadaan pada diri seseorang yangdisertai dengan warna efektif, baik pada tingkat yang lemah (dangkal)maupun pada tingkat yang (mendalam).Jadi emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaiandari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujudsuatu tingkah laku yang tampak

Emosi dapat juga diartiskan sebagai kondisi intrapersonal seperti perasaan,keadaan tertentu, atau pola aktivitas motor. Unit unit emosi dapat dibedakan dapat dibedakan berdasarkan tingakatan kompleksitas yang terbentuk, berupa perasaan menyenangkan atau tidak menyenangkan, komponen ekspresi wajah individu, dan suatu keadaan sebagai penggerak tertentu.

Dengan demikian emosi dapat diartikan sebagai aktivits badaniah secara eksternal, atau reaksi menyenangkan atau tidak menyenagkan terhadap peristiwa atau suatu kondisi mental tertentu.

Emosi juga dapat diartikan suatu keadaan yang kompleks pada diri organisme yang meliputi perubahan badaniah dalam bernafas,detak jantung,perubahan kelenjer dan kondisi mental seperti keadaan menggembirakan yang ditandai dengan perasaan yang kuat dan biasanya disertai dengan dorongan yang mengacu pada suatu bentuk perilaku.Jika emosi terjadi sangat intens, biasanya akan mengganggu fungsi intelektual.

Variabel emosi terdiri dari dua bentuk yaitu :

  1. Action

Berupa perilaku menyerang, menghindar,mendekat atau menjauh dari tempat atau orang, menangis, ekspresi wajah, dan postur tubuh.

  1. Physiological reaction

Berupa aktivitas sistem syaraf otonomi, aktivitas otak, dan sekresi hormonal.

Jadi dapat disimpulkan bahwa emosi lebih sebagai reaksi yang terpola dibanding sekedar kejadian yang tidak terorganisasi dan emosi juga terkait erat dengan proses coping sebagai upeya pemecahan masalah dalam kehidupan individu (lazarus 1991).

Emosi berasal dari bahasa latin movere berarti menggerakkan atau bergerak, dari asal kata tersebut emosi dapat diartikan sebagai dorongan untuk bertindak.

Emosi dapat dimengerti melalui beberapa teori yang membahas tentang emosi. Walgito (1997) mengemukakan 3 teori emosi yaitu:

  1. Teori sentral

Menurut teori ini, gejala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu,jadi individu mengalami emosi terlebih dahulu baru kemudian mengalami perubahan-perubahan dalam kejasmaniannya. Sebagai contoh: orang menangis karena merasa sedih

  1. Teori periveral

Teori ini dikemukakan oleh sorang ahli dari amerika yang bernama wwilliam james (1842-1910). Menurut teori ini justru sebaliknya, gejala-gejala kejasmanian bukanlah merupakan akibat dari emosi yang dialami oleh individu,tetapi malahan emosi yang dialami individu merupakan akibat dari gejala-gejala kejasmanian.

  1. Teori-teori kepribadian

Menurut teori ini, emosi merupakan suatu aktivitas pribadi, dimana pribadi tidak dapat dipisah-piahkan dalam jasmani dan psikis sebagai dua subtansi yang terpisah, maka emosi meliputi pula perubahan-perubahan kejasmanian.

Emosi yang dialami individu terjadi melalui beberapa tahap lewis dan rosen blun (dalam ali dan yeni, 2004) mengutrakan proses terjadinya emosi melalui 5 tahap yaitu:

  1. Elicitors yaitu adanya dorongan berupa situsai atau peristiwa. Misalnya peristiwa didekati seekor harimau
  2. Receptors yaitu aktivitas dipusat sistem syaraf setelah indra menerima rangsangan dari luar, dalam hal ini mata melihat mendekatnya seekor harimau, maka mata berfungsi sebagai indra penerima stimulus atau reseptor awal. Setelah mata menerima stimulus informasi tersebut diteruskan ke otak sebagai pusat sistem syaraf.
  3. State, yaitu perubahan spesifik yang terjadi dalam aspek fisiologis. Dalam contoh kasus ini, setelah rangsangan mencapai otak maka otak menerjemahkan dan mengolah stimulus ini serta mneyebarkan kembali stimulus yang telah diterjemahkan keberbagai bagian tubuh lain yang terkait sehingga terjadi perubahan fisiologis, seperti jantung berdetak keras, tekanan darah naik atau badan menjadi tegang.
  4. Expression, yaitu terjadinya perubahan pada daerah yang dapat diamati, seperti pada wajah, tubuh, suara atau tindakan yang terdorong oleh perubahan fisiologis. Sebagai contoh otot wajah mengencang, tubuh tegang, mulut terbuka, dan suara keras berteriak atau bahkan lari kencang menjauh.
  5. Experience, yaitu persepsi dan interpretasi individu pada kondisi emosionalnya. Dengan pengalaman individu dalam menerjemahkan dan merasakan perasaan sebagai rasa takut, stress, terkejut dan ngeri.

Menurut Coleman dan Hammen (1974) dalam Rhakmat (1994) menyebutkan ada empat funfsi emosi yaitu:

  1. Emosi adalah pembangkit energi (Energizer)

Tanpa emosi, kita tidak sadar atau mati dimana hidup berarti merasai, mengalami, bereaksi, dan bertindak. Emosi membangkitkan dan memobilisasi energi kita, marah menggerakkan kita untuk menyerang, takut menggerakkan kita untuk lari, dan cinta kita mendorong kita untuk mendekat dan bermesraan.

  1. Emosi adalah pembawa informasi (messenger)
  2. Emosi bukan saja pembawa informasi dalam komunikasi intrapersonal, tetapi jiga pembawa pesan dalam komunikasi interpersonal
  3. Emosi juga sebagai sumber informasi tentang keberhasilan kita.

Semua emosi pada dasarnya melibatkan berbagai perbahan tubuh yang tanpak dan tersembunyi, baik yang dapat diketahui atau tidak, seperti dalam perubahan pencernaan, denyut jantung, tekanna darah, jumlah hemoglobin, sekresi adrenallin, jumlah dan jenis hormon, malu, sesak nafas, gemetar, pucat, pingsan, dan menangis.

  1. Jenis-jenis emosi

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap ekspresi dan pola sistem syaraf otonom (Lazarus 1991) mengategorikan emosi menjadi dua kategori yaitu Emosi primer atau dasar (Basic) dan emosi sekunder (derived). Emosi primer merupakan emosi yang ada pada spesies mamalia, sedangkan emosi sekunder merupakan konbinasi dari beberapa emosi primer.

Mengacu pada pendapat Darwin, karakteristik yang terdapat pada emosi primer:

  1. Emosi primer berakar dari evolusi warisan, yang telah dimiliki sejak awal masa bayi dan muncul dengan cepat dan otomatis dalam interaksinya dengan lingkungan.
  2. Emosi primer memiliki karakteristik sebagai ekspresi wajah yang universal dan dapat dikenali pada berbagai budaya yang berbeda.
  3. Emosi primer berkaitan dengan sistem sirkuit syaraf di otak dan berkorelasi dengan aktivitas sistem otonom.
  • Bentuk-bentuk emosi

Beberapa bentuk reaksi emosi, yaitu sebagai berikut :

  1. Reaksi amarah : Sumber utama dari kemarahan adalah hal-hal yang mengganggu aktivitasuntuk sampai pada tujuannya.Dengan demikian, ketegangan yang terjadi dalam aktivitas itu tidak mereda, bahkan bertambah. Untuk menyalurkan ketegangan-ketegangan itu individu yang bersangkutan menjadi marah. Reaksi amarah yaitu hormon adrenalin meningkat, menyebabakan gelombang energi yang cukup kuat untuk bertindak dhsyat, maka tangan menjadi mudah menghantam lawan, detak jantung meningkat seperti : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal, tersinggung, bermusuhan.
  2. Reaksi takut : Takut adalah perasaan yang mendorong individu untuk menjauhi sesuatu dan sedapat mungkin menghindari kontak dengan hal itu. Bentuk ekstrim dari takut adalah takut yang pathologis yang disebut phobia. Phobia adalah perasaantakut terhadap hal-hal tertentu yang demikian kuatnya, meskipun tidak ada alasanyang nyata, misalnya takut terhadap tempat yang sempit dan tertutup (claustrophobia),takutterhadap ketinggian atau takut berada di tempat -tempatyang tinggi (acrophobia), takut terhadap kerumunan orang, takut tempat -tempatramai (ochlophobia). Rasa takut lain yang merupakan kelainan kejiwaan adalah kecemasan(anxiety) yaitu rasa takut yang tak jelas sasarannya dan juga tidak jelas alasannya.Kecemasan yang terus menerus biasanya terdapat pada penderita-penderita Psikoneurosis. Contoh: cemas, takut, gugup, khawatir, was-was, waspada, panik.
  3. Reaksi kebahagian : Gembira adalah ekspresi dari kelegaan, yaitu perasaan terbebas dariketegangan. . perubahan utama akibat timbulnya kebahagian adalah meningkatnya kegiatan dipusat otak yang menghambat perasaan negatif dan meningkatkan energi yang ada dan menenangkan perasaan yang menimbulkan kerisauan. Contoh : gembira, riang, puas, terhibur, bangga, takjub, rasa terpesona. Biasanya kegembiraan disebabkan oleh hal-hal yang bersifat tiba-tiba(surprise) dan kegembiraan biasanya bersifat spesial, yaitu melibatkan orang-orang lain di sekitar orang yang sedang gembira tersebut
  4. Reaksi perasaan cinta/kasih sayang : yaitu serangkaian reaksi diseluruh tubuh yang membangkitkan keadaan menenangkan dan puas sehingga mempermudah kerjasama. Contohnya : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, kasmaran.
  5. Reaksi rasa terkejut : yaitu naiknya alis mata ketika terkejut memungkinkan diterimanya bidang penglihatan yang lebar dan juga cahaya yang masuk ke retina. Reaksi ini membuka kemungkinan lebih banyak informasi tentang peristiwa tak terduga, sehingga memudahkan memahami apa yang sebenarnya terjadi dan menyusun rencana tindakan yang terbaik.
  6. Reaksi perasaan sedih : yaitu kesedihan menurunkan energi dan semangat hidup untuk melakukan kegiatan sehari-hari, terutama kegiatan penghambat waktu dan kesenangan. Bila kesedihan semakin dalam dan mendekati depresi, kesedihan akan memperlambat metabolisme tubuh, sehingga mengakibatkan kehilangan energi. Fungsi pokok rasa sedih adalah untuk menolong menyesuaikan diri akibat kehilangan yang menyedihkan, seperti kematian orang-orang terdekat atau kekecewaan besar.
  7. Cemburu : Kecemburuan adalah bentuk khusus dan kekuatiran yang didasari olehkurang adanya keyakinan terhadap diri sendiri dan ketakutan akan kehilangankasih sayang dari seseorang. Seorang yang cemburu selalu mempunyai sikapbenci terhadap saingannya.
  8. Khawatir: Kuatir atau was-was adalah rasa takut yang tidak mempunyai obyek yang jelas atau tidak ada obyeknya sama sekali. Kekuatiran menyebabkan rasa tidak senang, gelisah, tegang, tidak tenang, tidak aman. Kekuatiran seseorang untuk melanggar norma masyarakat adalah salah satu bentuk kekuatiran yang umumterdapat pada tiap-tiap orang dan kekuatiran ini justru positif karena dengandemikian orang selalu bersikap hati-hati dan berusaha menyesuaikan diri dengan norma masyarakat.
  1. Faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi

Faktor yang mempengaruhi emosi anak prasekolah adalah sebagai berikut

  1. Faktor dari dalam diri individu (Kematangan)

Faktor kematangan berpengaruh terhadapa respon individu dalam menyikapi berbagai keadaan yang berpengaruh terhadap respon individu dalam menyikapi berbagai keadaan yang dihadapi, dari dalam diri maupun konflik-konflik, dalam proses perkembangan yang terjadi.

  1. Faktor dari luar diri individu (faktor belajar)

Lingkungan dalam proses belajar berpengaruh untuk perkembangan emosi, terutama lingkungan yang berada paling dekat dengan anak, khususnya ibu atau pengasuh anak. Suveg,Zeman,Flannery-Schroeder, & Cassano (2005), lebih mmepertegas lagi pengaruh lingkungan terhadap perkembangan emosi,dengan menyatakan bahwa pendidikan emosi pada anak dapat dilakukan melalui pengajaran secara langsung.

  1. Kaitan emosi dengan dimensi perkembangan lainnya

Perkemabangan sosial emosional anak berperan penting bagi kehidupan anak, selain itu berpengaruh juga kepada aspek perkembangan lainnya yaitu sebagai berikut

  1. Pengaruh perkembangan sosial emosional terhadap perkembangan fisik,mental,dan psikologis anak
  2. Emosi mewarnai pandangan anak terhadap dimensi kehidupan. Persepsi tentang malu, takut, agresif, ingin tahu, atau bahagia dan sebagainya.
  3. Emosi juga mempengaruhi interaksi sosial melalui pengembangan sosial emosional anak akan belajar menyesuaikan diri dengan tuntutan dan ukuran sosial.
  4. Reaksi emosional yang berulang-ulang akan berkembang menjadi kebiasaan dan akan membentuk kepribadian anak.

Sumber:

Sobur,Alex.2003.Psikologi umum.Bndung: CV Pustaka Setia

Yaswinda. 2012. Buku Ajar Metodologi pengembangan sosial emosional AUD. Padang: FIP/UNP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s