KEBUTUHAN PERKEMBANGAN ANAK

Standard

KEBUTUHAN PERKEMBANGAN ANAK

  1. Konsep Kebutuhan Anak

Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan menuju ke jenjang kedewasaan, kebutuhan hidup seseorang mengalami perubahan – perubahan sejalan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Kebutuhan sosial psikologis semakin banyak dibandingkan dengan kebutuhan fisik karena pengalaman kehidupan sosialnya semakin luas. Kebutuhan ini timbul karena adanya dorongan – dorongan (motif). Dorongan adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan untu kemncapai tujuan tertentu (Sumadi,1971:70). Munculnya kebutuhan tersebut untuk mencapai keseimbangan atau keharmonisan hidup

Anak merupakan aset dan generasi penerus bagi keluarga, masyarakat maupun suatu bangsa. Bagaimana kondisi anak pada saat ini, sangat menentukan kondisi keluarga, masyarakat dan bangsa di masa depan. Dengan demikian, apabila anak hidup serba berkecukupan, baik secara fisik-organis maupun psiko sosialnya, maka SDM di masa depan dapat dipastikan cukup berkualitas. Manusia yang berkualitas, antara lain memiliki kriteria : cerdas, kreatif, mandiri, berakhlak mulia dan setia kawan. Hanya dengan SDM yangdemikian itu suatu bangsa akan mampu bersaing dengan bangsa lain dalam era kehidupan global.\

Berkaitan dengan upaya mewujudkan tumbuh kembang anak secara wajar, Konvensi Hak Anak tahun 1989 menegaskan, bahwa setiap negara perlu memiliki komitmen tinggi dalam upaya perlindungan anak. Dalam konvensi tersebut dijelaskan, termasuk ke dalam hak anak adalah hak akan kelangsungan hidup, perlindungan, pertumbuhan dan perkembangan serta berpartisipasi.

Unsur-unsur hak anak tersebut perlu dipahami sebagai satu kesatuan yang utuh, karena dalam implementasinya saling terkait. Artinya, di dalam kelangsungan hidup, juga mencakup perlindungan, pengembangan dan partisipasi dan begitu seterusnya. Dalam pembahasan terdahulu, dikemukakan ada dua kategori kebutuhan anak, yaitu fisiologis-organis dan psikis -sosial. Apabila dua kategori kebutuhan tersebut dijabarkan lebih lanjut, maka akan diperoleh sejumlah hak anak yang memerlukan pemenuhan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Hak anak ini secara rinci dapat ditemukan di dalam Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, yaitu:

  • Hak atas kesejahteraan, perawatan, asuhan dan bimbingan berdasarkan kasih sayang, baik dalam keluarganya maupun di dalam asuhan khusus untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar.
  • Hak atas pelayanan untuk mengembangkan kemampuan dan kehidupan sosialnya, sesuai dengan kebudayaan dan kepribadian bangsa, untuk menjadi warga negara yang baik dan berguna.
  • Hak atas pemeliharaan dan perlindungan, baik selama dalam kandungan maupun sesudah dilahirkan.
  • Hak atas perlindungan terhadap lingkungan hidup yang dapat membahayakan atau menghambat pertumbuhan dan perkembangannya dengan wajar

Berdasarkan uraian tersebut di atas, upaya perlindungan anak dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk memenuhi sejumlah hak anak, agar terjamin kelangsungan hidupnya, terlindungi dari berbagai kondisi yang tidak menguntungkan, berkembangnya potensi diri anak dan berkembangnya partisipasi dalam pengambilan keputusan menyangkut pribadi mereka. Atas dasar itu, maka upaya perlindungan anak dilaksanakan dengan berorientasi pada sejumlah unsur tersebut, agar upaya yang dilakukan

sesuai dengan yang diharapkan.

Upaya perlindungan anak dewasa ini perlu terus ditingkatkan, seiring terjadinya perkembangan masyarakat dengan segala dampaknya yang tidak menguntungkan bagi kehidupan keluarga dan anak. Meskipun belum ada data pasti tentang permasalahan anak Indonesia, namun media massa dan beberapa penelitian telah mempublikasikan kasus per kasus permasalahan yang dihadapi oleh anak, baik di dalam maupun di luar lingkungan keluarga.

Pada pasal 2 UU No. 4 Tahun 1979 tentang kesejahteraan anak menegaskan bahwa “Anak berhak atas kesejahteraan, perawatan, asuhan, bimbingan dan kasih sayang dalam keluarga khususnya untuk perkembangan anak secara wajar dan anak juga berhak atas pelayanan untuk mengembangkan kemampuan dan kehidupan sosialnya”. Oleh karena itu anak berhak untuk mendapatkan perlindungan terhadap lingkungan hidup yang dapat membahayakan atau menghambat perkembangan hidupnya secara wajar, tetapi kenyataannya tidak semua anak memdapat kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara wajar.

  1. Kebutuhan Dasar Anak

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang,secara umum digolongkan menjadi tiga kebutuhan dasar (dikutipdari Titi 1993) :

  1. Kebutuhan Fisik-Biologis (ASUH):

Meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan seperti: nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuh & lingkungan, pakaian, pelayanan/pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, olahraga, bermain dan beristirahat.

  • Pangan atau gizi merupakn kebutuhan terpenting
  • Perawatan kesehatan dasar,antara lain imunisasi,pemberian asi,penimbangan bayi-anak yang teratur,pengobatan kalau sakit,dll.
  • Papan/pemukiman yang layak
  • Hygiene perorangan,sanitasi lingkungan
  • Sandang
  • Kesegaran jasmani,rekreasi

Untuk menjamin kebutuhan fisik-biologis dengan cara:

  1. Nutrisi: harus dipenuhi sejak anak didalam rahim. ibu perlu memberikan nutrisi seimbang melalui konsumsi makanan yang bergizi dan menu seimbang. Air susu ibu (ASI) yang merupakan nutrisi yang paling lengkap dan seimbang bagi bayi terutama pada 6 bulan pertama (ASI Ekslusif).
  2. Imunisasi: anak perlu diberikan imunisasi dasar lengkap agar terlindung dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
  3. Kebersihan: meliputi kebersihan makanan, minuman , udara, pakaian, rumah, sekolah, tempat bermain dan transportasi.
  4. Bermain, aktivitas fisik, tidur : anak perlu bermain, melakukan aktivitas fisik dan tidur karena hal ini dapat:
  • Merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan, merangsang metabolisme kabohidrat, lemak dan protein.
  • Merangsangpertumbuhan otot dan tulang
  • Merangsang perkembangan
  1. Pelayanan kesehatan: anak perlu dipantau/diperiksa kesehatannya secara teratur. Penimbangan anak minimal 8 kali setahun dan dilakukan SDIDTK minimal 2 kali setahun. Pemberian kapsul Vitamin A dosis tinggi setiap bulan februari dan bulan agustus. Tujuan pemantauan yang teratur untuk: mendeteksi secara dini dan menanggulangi bila ada penyakit serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.
  2. Kebutuhan kasih sayang dan emosi (ASIH):

Pada tahun-tahun pertama kehidupan,hubungan yang erat,mesra dan selaras antara ibu dengan anak merupakan syarat mutlak untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik,mental maupun psiko social.berperannya dan kehadiran ibu/penggantinya sedini dan selanggang mungkin,akan menjalin rasa aman bagi bayinya.Ini diwujudkan dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin,misalnya dengan menyusui bayi secepat mungkin segera setelah lahir.Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negative pada tumbuh kembang anak baik fisik,mental maupun social emosi yang disebut”Sindrom Deprivasi Maternal”.

Kasih sayang dari orangtuanya akan menciptakan ikatan yang erat atau bonding dan kepercayaan dasar atau (basic trust) untuk menjamin tumbuh kembang fisik-mental dan psikososial anak dengan cara:

  1. Menciptakan rasa aman dan nyaman, anak merasa dilindungi,
  2. Diperhatikan minat,keinginan, dan pendapatnya
  3. Diberi contoh (bukan dipaksa)
  4. Dibantu, didorong/dimotivasi dan dihargai
  5. Dididik denganpenuh kegembiraan,melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih sayanh (bukan ancaman/hukuman)
  6. Kebutuhan Stimulasi (ASAH):

Stimulasi mental merupakan cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak.Stimulasi mental atau asah ini mengembangkan perkembangan mentalpsikososial:kecerdasan,keterampilan,kemandirian,kreatifitas,agama,kepribadian,moral etika,produktifitas dan sebagainya.

Anak perlu distimulasi sejak dini untuk mengembangkan sedini mungkin kemampuan sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreativitas, kepemimpinan, moral dan spiritual anak. Dasar perlunya stimulasi dini:

  1. Milyaran sel otak dibentuk sejak anak dalam kandungan usia 6 bulan dan belum ada hubungan antar sel-otak (sinaps)
  2. Orang tua perlu merangsang hubungan antar sel-otak
  3. Bila ada rangsangan akan terbentuk hubungan –hubungan baru (sinaps)
  4. Semakin sering dirangsang akan makin kuat hubungan antar sel-sel otak
  5. Semakin banyak variasi maka hubungan antar sel-sel otak semakin kompleks/luas
  6. Merangsang otak kiri dan kanan secara seimbang untuk mengembangkan multipel intelegen dan kecerdasan yang lebih luas dan tinggi stimulasi mental secara dini akan mengembangkan mental-psikososial anak seperti: kecerdasan, budi luhur,moral,agama dan etika,kepribadian.
  7. Ketrampilan berbahasa,kemandirian,kreativitas,produktifitas,dst.

Orang tua perlu menganut pola asuh demokratik, mengembangkan kecerdasan emosional, kemandirian, kreativitas, kerjasama, kepemimpinan dan moral-spiritual anak. Selain distimulasi, anak juga perlu mendapatkan kegiatan SDIDTK lain yaitu deteksi dini (skrining) adanya kelainan/penyimpangan tumbuh kembang, intervensi dini dan rujukan dini bila diperlukan.

  1. Jenis – Jenis Kebutuhan Anak Usia Dini

Pertumbuhan dan pekembangan anak sejak lahir,sesungguhnya tidak dapat di pisahkan.pertumbuhan psikis anak berhubungan erat dengan perkembangn fisik dan motoriknya karena itu psikologi perkembangan AUD juga memperlihatkan tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

Mendidik anak dapat dikatakan sebagai satu hal yang tak begitu mudah dilakukan.dalam hal ini dibutuhkan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana tipe pendidikan yang sesuai dengan pola tumbuh kembang anak terutama anak usia dini.Yang dinamakan anak usia dini adalah anak-anak yang masih bayi sampai anak yang sudah siap masuk kesekolah dasar.Pada usia ini memang dikatakan sebagai masa keemasan seorang anak.

Untuk mendukung dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak orangtua harus memberikan berbagai kebutuhan yang diperlukan anak sesuai psikologi perkembangan anak usia dini.Berikut berbagai kebutuhan anak yang mesti dipenihi dan diperhatikanpara orangtua.

  1. Kebutuhan Fisik

Merupakan kebutuhan primer bagi seorang anak.kebutuhan ini meliputi penyediaan makanan,tempat tinggal dan pakaian.dengan terpenuhinya kebutuhan fisik maka anakpun akan dapat berkembang.

Namun untuk mendapatkan perkembangan yang optimal pemehuhan kebutuhan fisik tentunya tidak sekedar menyangkut aspek kuantitasnya.jusrtu yang lebih penting adalah kualitas dari makan atau asupan gizi yang diberikan,kenyamanan tempat tinggal maupun kualitas pakaian yang diberikan.jadi memang untuk daapat mendidik anak dengan optimal kebutuhan fisikinilah harus terpenuhiterlebih dahulu. Misalnya tentang makanan, orang tua haruslah pandai-pandai untuk memberikan makanan yang cukup bernutrisi bagi anak.

Apalagi sekarang banyak sekali jenis makanan yang mengandung zat-zat yan tidak bersahabat denan kesehatan tubuh atau justru tidak mendukung pada perkembnaganpertumbuhan anak. Sebut saja makanaan yang mengansung bahan pengawet, pemanis, dan pewarna buatan serta bahan penyedap. Kebanyakan makanan yang sekarang selalu memiliki bahan-bahan ini.dapat diusahakan bahwa sianak terhindar untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan tersebut. Karena jika sianak terlalu banyak memakan makanan yang mengandung bahan-bahan yang tidak menyehatkan tersebut halaini akan menyebabkan anak terserang banyak penyakit atau justru pertumbuhan dan perkembangannya terpengaruhi. Makana ini memang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan anak. Dengan nutrisi yang lengkap dacukup maka annak akan tumbuh dengan optimal. Namun jika nutrisi yang diberikan salah atau kurang tepat maka inipun akan mempengaruhi pertumbuhan anak bahkan anak bisa menderuta penyakit atau kecacatan.

  1. Kebutuhan emosi

Pemenuhan kebutuhan emosi anak yang optimal akan mendukung tumbuh kembang anak menyangkut kepercayaan diri dan hubungan social dengan orang lain maupun lingkungan sekitarnya. Kebutuhan emosi ini diberika oleh orang tua melalui perhatian, kasih sayang, dan kepedulian.

Orang tua harusla mendidik anaknya dengaenuh kasih sayang karena hal ini sangat berpengaruh terhadap sianak.dengandididkan yang penuh kasih sayang seorang anak juga akan tumbuh menjadi penyayang terhadap orang lain.

Lain halnya jika anak dididk dengan penuh kekeerasan dan rasa benci.anak pun akan akan tumbuh menjadi sosok anak yang tak bisa mengahargai orang lain dan selalu berbuat buruak terhadap orang lain. Disinlah mutlak dibutuhkan eran dari orang tua dalam mendidik anak.

Namun tidak dapat dipunkiri bahwa kesulitan dalam mendidik anak sering kali membuat oranr tua hilang kendali. Maksut hati bukanlah untuk mengajarkan kekerasan tapi melihat anak yang masih belum bisa menuruti apa yang ditanamkan kepadanya oaring tua menjadi marahdan kasar.dalam kondisiseperti ini orang tua haruslah mampu dalam memngontrol emosi.menanamkan dalam dirinya bahwa orang tua selalu dicontoh dan ditiru.apa yang dirasakan anak akan selalu membekas dalam hatinya.

Dengan lingkungan yang kondusif akan membuat anak merasa nyaman dan terlindung akan sangat membantu tumbuh kembang anak menjadi sosok pribadi yang matang , tidak mudah emosional dan bertanggung jawab.

Orang tua juga arus pintar dalam memmilih lingkunga yang baik untuk pendiddikan anak. Karena lingkungan inilah yang menjadisekolah kedua bagianak. Lingkungan juga memiliki peran yang sanagat besar dalam membentuk kepribadian seorang anak. Jikalingkungan mengajarkan kebaikan maka naka pun juga akan menirunya namun jika lingkunganmencontohkan keburukan anak pun juga akan menerima sebagai hal yang lumrah dan wajar.

  1. kebutuhan intelektual

Perkembangan intelektual anak merupakan salah satu asapek penting dalam psikologi perkembangan anak usia dini. Gerakan anak yang lincah dan dianmis memperlihatkan perkembangan intelektual yang sangat potensial. Sebaliknya anak yang terlalu dian justru perlu dirasa untk mengembangkan asapek intelektual terebut. Namun sayangnya banyak orang tua yang jusru seakan terbebabni dengan anka yang terallu lincah dan menganggapnya sebagai kenakalan, sehingga sering ditgur dan dimarahi. Bila ini dilakukan justru akan dapat menghambat pertumbuhan anak.

  1. Kebutuhan social

Proses peniruan terhadap orang-orang terdekat merupakan cermina kebutuhan social anak.karena itulah seorang anak perlu dikenalkan dengan dunia sekitarnya. Hal ini penting agar anka memahami eksistensinya ditengah kehiduan sosialnya. Terutama agar anak tidak merasa rendah diri dan takut saarbersama temannya,mulai masuk play group maupun masa saat sekolah. Kebutuhan social yng terpenuhi dengan baik akan mendorong anak mengembangkan aspek alin dlam dirinya.

Anak juga merupakan mahluk social yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya.dengan bersosialisasidengan lingkunga luar anak akan menerapkan apa yang telah diperoleh dalam keluarganya, selanjutnya anak juga akan melakukan pengombinasian terhadap apa yang ada dengan lingkungannya dengan apa yang sudah iya terima dilingkunanya.

  1. Kebutuhan moral

Psikologi perkembangan anak usi dini menyangkut masalah nilai dan moralitas. Sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari aspek emosi maupun intelektualitas. Namun seperti diungkapkan dalam teori tabula rasa seorang anak ibarat lembaran putih yang sangat ditentukan oleh lingkungannya. Karena itulah pembekalan terhadap factor nilai dan moralitas sangat pentig diterapkan pada anak sejak dini. Agar anak memiliki bekal dalam memnilai pengaruh dari sebuah system tata nilai yang lebih besar. Anak adalah asset utama bagi keberlansungan kehidupa manusia. Untuk itu semua pihak berperan agar dapat mencetak ank menjadi anak yang berkualitas. Psikologiperkembangan anak usia didni akan membantu meraih tujuan ini.

 

  1. Efek Kebutuhan yang Tidak Terpenuhi

Kebutuhan sangat penting bagi setiap orang, apalagi anak-anak usia dini yang memiliki banyak kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tua anak-anak. Jika kebutuhan anak ini tidak terpenuhi dengan baik mak akan menimbulkan berbagai masalah. Terutama aspek-aspek perkembangan anak tidak tercapai dengan baik. Jika kebutuhan anak tidak terpenuhi maka pertumbuhan anak akan terhambat. Untuk mengatasi hal ini maka sangat diperlukan kerja sama antara orang tua dengan guru. Karena orang tua merupakan guru pertama oleh anak yang bertanggung jawab atas segala kelangsungan anak. Begitu juga dengan guru yang bertugas mendidik anak denngan baik yang bertugas secara formal yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal mendidik anak.

Berbagai kebutuhan sangat diperlukan oleh anak baik sekarang maupun masa yang akan datang.

  1. Kebutuhan Energi

Pertumbuhan yang cepat sangat membutuhkan energi yang besar,sehingga anak cenderung mudah lelah.Hal ini membuat mereka gampang tersinggung dan emosinya tidak menentu, sedangkan dalam daur pertumbuhan yang lambat energi ini dapat dimanfaatkan untuk bermain atau melakukan kegiatan lainnya. Anak-anak dalam tahap ini akan terlihat lebih ceria dan mudah dikendalikan. Nah, apabila kebutuhan energi ini tidak terpenuhi maka akan timbul permasalahan dimana anak akan mengalami hal-hal yang dapat membuat mereka lelah sehingga anak tersebut akan mudah mengantuk,fisiknya akan lemah.

  1. Kebutuhan Gizi

Zat yang mengandung nilai gizi lebih banyak dibutuhkan dalam tahap pertumbuhan yang cepat yaitu pada usia 2 sampai 3 bulan pertama kehidupannya dan nanti pada tahap remaja. Anak-anak yang dalam tahap ini kurang mendapat pemenuhan makanan bergizi, anak akan cenderung mudah lelah dan mudah tersinggung. Dan jika seorang anak tidak dapat terpenuhi kebutuhan gizi ini maka anak akan cenderung mengalami keterlambatan dalam berfikir, ketelambatan dalam perkembangannya sehingga anak susah untuk berinteraksi terhadap teman sebaya.

  1. Kebutuhan untuk memperoleh kasih sayang

Kebutuhan ini sangat dibutuhkan bagi anak karena tanpa adanya kebutuhan ini maka kepribadian anak tidak akan terbentuk karena kasih sayang yang diberikan oleh orang tuanya dapat menjadikan anak tumbuh sebagai anak yang mengasihi dan menyayangi satu sama lain. Oleh karena itu, seorang orang tua harus mampu memberikan kasih syang kepada anaknya secara utuh agar perkembangan anak dapat berkembang secara optimal. Jika kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi maka anak akan terbiasa hidup dengan rasa penuh kebencian dan egois yang tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang hidup dengan penuh rasa kasih sayang.

  1. kebutuhan untuk mampu mandiri

Kebutuhan untuk mandiri sangat diperlukan dalam tumbuh kembang anak. Dengan mengajarkan kepada anak tentang kemandirian, anak akan terbisa untuk mandiri dalam arti kata melakukan apa yang mereka inginkan sendiri dan menciptakan kekreatifan anak dalam berbagai kegiatan. Dalam hal ini guru dan orang tua harus bekerja sama dalam mendidik dan menumbuhkan sikap mandiri dalam diri anak yang dimulai sejak dini. Salah satunya dengan mengajarkan kegiatan sederhana, seperti memakai tali sepatu sendiri, mengancing baju sendiri, dll. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi dengan baik maka anak akan tumbuh dengan hidup yang penuh ketergantungan kepada orang lain. Anak sulit untuk bisa hidup tanpa orang tua mereka, merasa sangat sulit jika jauh dari orang tua atau orang-orang terdekatnya.

  1. Peran guru dan orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak usia TK
  • Peran orang tua

Setiap orangtua yang memiliki anak pastinya telah mengetahui berbagai kebutuhan dan keinginan dari buah hatinya. Tidak hanya kebutuhan – kebutuhan yang mereka inginkan, tapi kebutuhan – kebutuhan yang layak mereka dapatkan, seperti :

  • Cinta tak bersyarat

Setiap anak membutuhkan, menginginkan dan layak untuk mendapatkan cinta tanpa syarat dari orangtuanya. Mungkin hal – hal ada yang dilakukan anak yang tidak disukai orangtua, tetapi mereka perlu tahu bahwa orangtua menyayanginya. Biarkan anak – anak tahu ketika mereka melakukan sesuatu kesalahan tetapi pastikan mereka mengerti bahwa orangtua tidak menyukainya, atas apa yang mereka lakukan.

  • Penghormatan dari orangtua

Sebagai orangtua, kita menginginkan anak menghormati kita. Begitu pula anak menginginkan dan patut kita hormati juga. Ketika menunjukkan pada anak – anak bahwa kita menghormati mereka, kita lebih cendrung untuk mendapatkan hal yang sama dari anak kita. Kita memberi contoh agar anak – anak kita mengikuti hal yang sama.

  • Aturan hidup

Aturan menjaga anak aman dan membantu mereka untuk mempelajari kontrol diri bahwa orangtua harus mengikuti aturan, sehingga hal tersebut sangat baik untuk anak – anak untuk belajar sebelum mereka pergi diluar di dunia mereka sendiri.

  • Pujian untuk prestasi

Ketika anak melakukan kesalahan, mereka harus diingatkan dan harus bertanggungjawab. Dengan cara yang sama, anak – anak membutuhkan untuk dipuji ketika mereka melakukan sesuatu yang baik. Apabila anak hanya mendengar kesalahannya saja dan bukan prestasinya, mereka merasa tidak disayang. Biarkan anak tahu ketika kita bangga kepada mereka dengan mengatakannya. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri, yang baik bagi anak – anak.

  • Kebebasan untuk menjadi diri sendiri

Anak – anak membutuhkan dan memerlukan kebebasan menajdi diri sendiri. Tidak ada yang salah dengan mengatakan kepada anak – anak bahwa mereka tidak bisa melakukan sesuatu atau kita tidak setuju dengan mereka, tetapi mereka harus memiliki kemampuan untuk mengungkapkan perasaannya dengan bebas. Namun pada akhirnya setiap anak akan memutuskan sendiri siapa dirinya.

Cara orangtua dalam memenuhi kebutuhan – kebutuhan anak :

  1. Mengenal kebutuhan anak secara detail

Dalam sebuah kelarga anak tentu menjadi hal yang sangat berharga. Orang tuan yang baik dan menyanyangi snsksnys , tentu akan selalu berusaha memenuhi kebutuhn anak semaksimal mungkin demi masa depannya.

  1. Memberikan kebutuhan kasih sayang

Sejak kecil, kebutuhan anak yang paling utama adalah sebuah perhatian dan kasih sayang dari orang – orang sekitarnya, khususnya keluarga dan orangtua. Dengan kasih sayang yang cukup seorang anak akantumbuh dan berkembang dengan baik. Anak tidak akan merasa sendiri , disisihkan atau merasa ditelantarkan. Sebagai orangtua, kita bisa menunjukkan kasih sayang dalam berbagai cara.

Contohnya :

  • Selalu mengajak anak untuk berkomunikasi
  • Memberikan segala kebutuhan anak mulai dari pendidikan sejak dini, materi atau kebutuhan lainnya.
  • Selalu meluangkan waktu bersama anak
  1. Memberikan kebutuhan pendidikan

Salah satu kebutuhan anak yang sangat penting adalah kebutuhan pendidikan. Tidak hanya pendidikan formal seperti belajar di sekolah, namun juga pendidikan non formal yang mampu membuat seorang anak tumbuh dengan pribadi yang baik. Bila dibaratkan, pendidikan formal adalah untuk kebutuhan otak anak, sedangkan pendidikan non formal adalah kebutuhan hati/pribadi anak

  1. Memberikan kebutuhan materi

Keperluan anak pastilah sangat banyak mulai dari makan, pakaian, tempat tinggal, dan fasilitas yang lainnya. Kebutuhan materi ini harus dipenuhi semaksimal mungkin oleh orangtua agar anak hidup dalam kondisi yang enar – benar nyaman.

  1. Memberikan kebutuhan kebebasan

Kebebasan yang dimaksud tentu bukan kebebasan yang benar – benar mutlak. Seorang anak punya hak untuk bicara, hak untuk menuntut sesuatu yang baik untuk hidupnya, seorang anak juga punya hak untuk menentukan bagaimana masa depannya. Orangtua yang baik adalah orangtua yang demokratis, yaitu mendengarkan dan mengedepankan kepentingan seorang anak. Orangtua hanya bertugas untuk menuntun dan mengiring seorang anak agar ia terus berada dalam jalan yang benar

  • Peran guru
  • Anak-anak perlu merasakan percaya, aman dan mampu.

Anak-anak perlu mengembangkan rasa percaya pada diri sendiri dan orang lain. Jika mereka merasa aman dalam suatu lingkungan yang nyaman dan mendukung, mereka akan berani untuk menjadi dirinya sendiri, untuk mencari tahu mereka bisa menjadi seperti apa, untuk membuat kesalahan dan belajar untuk menerima konsekuensi tanpa harus mengalami penghancuran rasa percaya mereka terhadap diri sendiri maupun dunia luar. Mereka akan belajar menyesuaikan diri dengan situasi baru dan berbagi ide sambil mempertahankan individualitas mereka. Dengan cara ini, mereka membangun rasa kompetensi (dapat menyelesaikan sesuatu secara mandiri).

Anak-anak perlu merasa bebas dari rasa bersalah dan ketidakpastian, dan bebas untuk tumbuh dan berkembang dengan langkah mereka sendiri. Mereka perlu merasa yakin bahwa seseorang peduli tentang mereka dan bahwa mereka dapat belajar. Mereka perlu merasa diterima dan dikukuhkan keberadaannya sebagai anggota kelompok.

Guru harus merencanakan suatu lingkungan di mana anak-anak dapat mencoba ide-ide maupun keterampilan baru, dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari. Mereka harus menerima dan menghargai setiap anak karena sangatlah penting bagi tiap anak untuk dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kecepatan maupun kemampuan dirinya sendiri di tempat yang aman, lingkungan yang mendukung di mana anak merasa beberapa kepemilikan dan pemberdayaan.

  • Anak-anak memiliki kebutuhan untuk tahu, memaknai, dan untuk memecahkan masalah.

Anak-anak perlu bermain dan mengeksplorasi karena ini adalah cara mereka datang untuk mengetahui dan memahami dunia. Mereka perlu memiliki kesempatan untuk menggambarkan apa yang mereka lihat dan lakukan, memecahkan masalah dan mengevaluasi apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka perlu untuk bereksperimen, mengeksplorasi dan memanipulasi bahan. Mereka perlu menjadi pengamat yang teliti, merefleksikan pengamatan mereka, dan diberi tantangan mengenai sesuatu di luar pengamatan mereka dalam rangka untuk mengembangkan pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan dalam proses yang memungkinkan anak dapat belajar secara mandiri.

Anak-anak perlu belajar kepekaan dan responsif terhadap lingkungan. Mereka perlu menjadi fleksibel sehingga mereka dapat menerima tantangan dan perubahan tanpa menjadi frustrasi oleh keraguan, kegagalan dan ketidakpastian dalam dunia yang berubah. Mereka perlu untuk bisa merencanakan dan mengantisipasi konsekuensi.

Guru harus menyediakan berbagai dan berbagai sumber daya. Mereka harus merancang jadwal dengan memperhatikan rentang waktu yang memungkinkan adanya eksplorasi dan eksperimentasi, serta mendukung adanya pilihan individu dalam berbagai macam kegiatan, bahan atau peralatan. Pilihan sama dengan kesempatan untuk menetapkan tujuan jangka pendek mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan perencanaan. Menilai hasil dari tujuan-tujuan tersebut membuat siswa berlatih dalam mengantisipasi konsekuensi.

  • Anak-anak perlu kreatif.

Untuk menjadi kreatif, anak-anak perlu menyimpan persepsi mereka tentang dunia di sekitar mereka dalam bentuk gambar. Mereka membutuhkan kesempatan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan emosional mereka dengan berpartisipasi dalam permainan drama, berbagi cerita dengan anak-anak lain, menikmati musik dan bekerja dengan bahan-bahan seni. Mereka membutuhkan orang untuk mendengarkan mereka dan menanggapi apa yang mereka katakan. Mereka perlu mengembangkan kemampuan untuk menjelaskan segala sesuatu kepada orang lain dan untuk mengekspresikan ide-ide mereka.

Guru harus memastikan bahwa benda-benda habis pakai (kertas, spidol, pensil, dll) tersedia di dalam kelas, adanya rentang waktu yang  memungkinkan anak-anak untuk menyelesaikan ciptaan, memberikan kesempatan bagi siswa untuk menampilkan karyanya di dalam kelompok,  dan mendorong anak-anak untuk berinteraksi dengan orang lain baik di dalam maupun di luar kelas.

  • Anak-anak perlu mengembangkan koordinasi fisik.

Koordinasi fisik dikembangkan melalui aktivitas fisik, mengeksplorasi ruang dan penanganan benda. Anak-anak perlu menyadari tubuh mereka dan mencapai rasa penguasaan dan kontrol atas gerakan-gerakan tubuh mereka. Perlu diingat bahwa kesadaran diri anak-anak terkait erat dengan perasaan mereka tentang tubuh mereka dan penerimaan mereka terhadap karakteristik fisik mereka. Mereka mencapai hal ini melalui kegiatan-kegiatan motorik kasar seperti berlari, melompat, dan melempar, dan melalui kegiatan-kegiatan motorik halus seperti menggunting, menggambar dan merangkai manik-manik.

Guru dapat memenuhi kebutuhan tersebut melalui kegiatan perencanaan yang mengajarkan keterampilan fisik. Mereka harus secara aktif melibatkan anak-anak di aula, di luar dan di dalam kelas, dan memilih alternatif kegiatan fisik rutin agar kegiatan dapat ber-variasi.

  • Anak-anak perlu untuk berbagi pengalaman dengan anak-anak dan orang dewasa.

Anak-anak perlu merasa bahwa mereka adalah bagian dari suatu komunitas. Mereka harus berbicara dan mendengarkan anak-anak lain dan untuk orang dewasa. Mereka membutuhkan kesempatan untuk menonton orang lain dan meniru apa yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan kesempatan untuk menguji berbagai cara berinteraksi dengan orang lain dan melihat akibat dari tindakan mereka. Anak-anak perlu mengetahui bahwa orang lain tidak selalu berpikir dengan cara yang sama mereka lakukan, atau melihat sesuatu dari perspektif yang sama. Mereka membutuhkan kesempatan untuk mencoba peran orang lain dan belajar untuk bergantian dan peralatan dan kegiatan berbagi dengan orang lain.

Guru harus memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bermain / berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa. Mereka harus menyediakan beberapa pusat yang mendorong permainan peran dan pengembangan keterampilan sosial. Guru dapat melihat kebutuhan untuk model keterampilan sosial seperti bagaimana untuk memasukkan kelompok atau bagaimana berinteraksi di sebuah pesta. Banyak anak-anak mungkin tidak memperoleh keterampilan semacam itu sebelum TK.

Sumber :

Fatimah, enung. Psikologi perkembangan.2008. CV pustaka setia : Bandung

Sunarto Dkk. Perkembangan peserta didik. 2006. PT Asdi Mahasatya: jakarta

Soetjiningsih. tumbuh kembang anak. 1995. Kedokteran EGC: jakarta

http://health.liputan6.com/read/633397/tiga-kebutuhan-dasar-anak-asuh-asih-asah

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22625/4/Chapter%20I.pdf

http://www.anneahira.com/psikologi-perkembangan-anak-usia-dini.htm

http://www.gizikia.depkes.go.id/archives/2072

http://www.anneahira.com/kebutuhan-anak.htm

http://www.bimbingan.org/5-kebutuhan-anak-yang-harus-dipahami-orangtua.htm

http://www.bintangbangsaku.com/artikel/kebutuhan-anak-tk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s