KEBUTUHAN GIZI ANAK

Standard

KEBUTUHAN GIZI ANAK

Kebutuhan gizi seseorang adalah jumlah yang diperkirakan cukup untuk memelihara kesehatan pada umumnya. Secara garis besar, kebutuhan gizi ditentukan oleh usia, jenis kelamin, aktifitas, berat badan dan tinggi badan.

Masa anak-anak sangat penting bagi perkembangan fisik dan mental. Pola makan dannutrisi yang diberikan harus memenuhi untuk menjamin kesehatan anak. Masa anak-anak (1sampai 13 tahun) adalah periode kehidupan yang sangat penting bagi perkembangan fisik danmental. Dalam fase ini, dibutuhkan asupan nutrisi yang tinggi.

Tubuh anak terdiri dari struktur tulang, otot, peredaran darah, jaringan otak, dan organ-organ lain. Perkembangan tiap struktur ini sangat dipengaruhi oleh masukan (intake) berbagai macam nutrisi makanan penunjang pertumbuhan.Pada usia 2 tahun ini, anak-anak memiliki kerangkan tubuh berupa tulang rawan sehingadengan pemberian masukan gizi berupa vitamin dan mineral akan mempercepat pembentukan tulang (osifkasi).

  1. KOMPOSISI MAKANAN

Gizi merupakan asupan yang penting bagi tumbuh kembang bayi. Kecukupan gizi untuk bayi akan mendorong perkembangan bayi secara optimal. Sebaliknya kekurangan gizi atau malnutrisi akan menimbulkan berbagai risiko kesehatan bayi, diantaranya hambatan pertumbuhan tulang, lemah otot, degeneratif otak serta gangguan mental. Orang tua harus memahami standar kebutuhan gizi bayi yang harus terpenuhi.

Di usia 0 hingga 6 bulan, sumber gizi bayi adalah air susu ibu (ASI). ASI mengandung gizi yang sangat lengkap sehingga sudah mencukupi standar kebutuhan gizi bayi. Sementara bagi bayi di usia lebih dari 6 bulan memerlukan asupan makanan pendamping ASI sebagai tambahan sumber gizi bayi.  Ada tiga komponen pokok dalam pemenuhan kebutuhan gizi bayi, yaitu sumber kalori, vitamin dan mineral. Hingga usia 12 bulan, bayi mengalami pertumbuhann yang sangat pesat. Kalori merupakan gizi untuk bayi yang sangat vital di masa ini. Kalori sangat diperlukan oleh tubuh bayi sebagai tenaga untuk melakukan aktifitas hariannya juga untuk menjaga metabolisme tubuhnya

Standar kebutuhan kalori bayi usia 0-3 bulan adalah 116 kkal per kilogram berat badan bayi per hari. Sementara kebutuhan kalori untuk bayi usia 3-12 bulan adalah 100 kkal per kilogram berat badannya per hari. Kebutuhan kalori tadi dapat dipenuhi melalui sumber gizi bayi berupa karbohidrat, protein, dan lemak.

     Dalam kehidupan sehari-hari, bahan makanan disebut bahan pangan, dapat diperoleh dalam berbagai sumber dan bentuk. Ada beberapa bahan makanan yang disebut sayuran, daging buah. Masing-masing bahan makanan terdiri atas berbagai jenis, sayur bayam, sayur kangkung, dan sayuran lainnya.

     Di indonesia dikenal susunan hidangan sehari-hari yang mana susunan hidangan ini terdiri dari berbagai jenis bahan makanan dan dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok berikut yaitu:

  1. Bahan makanan pokok.

Dalam susunan hidangan Indonesia sehari-hari, bahan makanan pokok merupakan bahan makanan yang memegang peran penting. Bahan makanan pokok dapat dikenal dari makanan yang dihidangkan pada waktu makan pagi,siank atau malam. Pada umumnya porsi makanan pokok dalam jumlah (kuantitas/volume) terlihat lebih banyak dari bahan makanan lainnya.

Dari sudut ilmu gizi, bahan makanan pokok merupakan sumber energy (kalori) dan mengandung banyak karbohidrat. Beberapa jenis makanan pokok juga memberikan zat protein yang relative cukup besar jumlahnya.

  1. Bahan makanan lauk-pauk

Lauk-pauk amat bervariasi baik dalam halbahan makanannya maupun dalam teknik pengolahan dan bumbunya. Ditinjau dari sumbernya, dikenal bahan makanan berasal dari hewan dan tumbuhan. Lauk-pauk yang berasal dari hewan, seperti daging dan ikan. Lauk-pauk dari tumbuhan yaitu kacang-kacangan terutama kacang kedelai dan hasil olahannya yaitu tahu dan tempe.

  1. Bahan makanan sayur-mayur

Sayur-mayur adalah sebagi teman makanan pokok, pemberi serat dalam hidangan, serta pembasah karena umumnya dimasak berkuah. Tumbuhan atau nabati sebagai asal bahan makanan sayur-mayur terdapat dalam berbagai jenis dan jumlah yang banyak. Sayur-mayur  merupakan bahan pangan yang mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh meskipun dalam jumlah relative sedikit. Disamping vitamin dan mineral, sayur-mayur juga kaya akan serat yang sangat dibutuhkan tubuh meskipun tidak dapat dicerna, tidak dapat membantu peristaltic usus dan percernaan makanan. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur-mayur ini dapat rusak atau berkurang jika mengalami pemanasan.

  1. Bahan makanan buah-buahan

Dilihat dari sudut gizi, buah-buahan berfungsi sebagai pelengkap zat gizi yang dibutuhkan tubuh, khususnya vitamin C yang tidak atau sedikit sekali terdapat dalam makanan yang telah melalui proses pemasakan. Umumnya dipilih buah yang sudah ranum (masak/tua) denga rasa manis dan dimakan mentah. Selain sebagai penutup, buah-buahan juga dapat dimasak atau diolah menjadi makanan kecil sebagai minuman, selada buah, rujak,asinan,manisan dan dapat diawetkan dalam bentuk kalengan. Ada beberapa jenis buah yang juga memberikan kalori yang cukup tinggi seperti alvokad dan durian. Dimana energy dalam alvokad berasal dari lemak, sedangkan energy durian berasal dari karbohidrat.

Selain itu buah-buahan juga kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin C serta beberapa mineral, seperti kalsium (Ca) dan kalium (K).  proses pengolahan dapat merusak dan mengurangi beberapa jenis zat gizi pada buah.

  1. Susu dan telur
  • Susu

Susu adalah cairan berwarna putih yang dikeluarkan oleh kalenjer susu. Istilah air susu manusia adalah ASI ( Air Susu Ibu). Sedangkan susu yang bukan berasal dari manusia disebut pengganti air susu ibu (PASI). Umumnya PASI yang dikonsumsi manusia berasal dari hewan ternak, yaitu sapi, kambing, kerbau, kuda dan unta.

  • Telur

Telur menjadi sumber protein dan mineral yang baik manusia, dapat dikonsumsi anak keci sampai orang tua. Dari berbagai jenis telur yang ada maka telur ayam, bebek, dan burung puyuh umumnya yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

  1. KECUKUPAN GIZI YANG DI ANJURKAN

           Kecukupan gizi adalah rata-rata asupan gizi harian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi hampir semua (97,5%) orang sehat dalam kelompok umur, jenis kelamin, dan fisiologis tertentu. Nilai asupan zat gizi harian yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan gizi mencakup 50% orang sehat dalam kelompok umur, jenis kelamin, dan fisiologis tertentu disebut dengan kebutuhan gizi (Muchtadi 1989). Standar kecukupan gizi di Indonesia pada umumnya masih menggunakan standar makro, yaitu kecukupan kalori (energi) dan kecukupan protein, sedangkan standar kecukupan gizi secara mikro seperti kecukupan vitamin dan mineral belum banyak diterapkan di Indonesia. Kecukupan energi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, status fisiologis, kegiatan, efek termik, iklim, dan adaptasi. Untuk kecukupan protein dipengaruhi oleh faktor-faktor umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, status fisiologi, kualitas protein, tingkat konsumsi energi dan adaptasi (Muchtadi 1989).

Angka kecukupan gizi rata-rata yang dianjurkan pada masing-masing orang per hari bervariasi tergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan fisiologis individu tersebut. Pada anak usia 0-6 bulan, kecukupan energi dan proteinnya masing-masing sebesar 550 Kalori dan 10 gram. Semakin bertambah umur, kecukupan gizi makro berupa energi dan protein serta zat gizi mikro juga bertambah.  Pada anak usia 7-9 tahun, kecukupan energinya meningkat menjadi 1800 Kalori dan kecukupan proteinnya sebesar 45 gram. Remaja dan dewasa pria memiliki angka kecukupan gizi yang lebih besar dibandingkan dengan wanita. Selain itu, keadaan fisologis juga sangat berpengaruh terhadap angka kecukupan gizi individu. Pada wanita hamil, kecukupan energinya bertambah 180 Kalori pada saat trimester 1, dan pada trimester 2 serta 3 bertambah 300 Kalori dari kecukupan energi wanita yang tidak hamil pada usia yang sama. Kecukupan protein pada wanita hamil juga mengalami kenaikan, yakni sebesar 17 gram dari kecukupan protein wanita normal (Atmarita & Tatang 2004).

Angka kecukupan Gizi yang dianjurkan (AKG) adalah banyaknya masing-masing zat gizi esensial yang harus dipenuhi dari makanan mencakup hampir semua orang sehat untuk mencegah defesiensi zat gizi. AKG dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, tinggi badan, genetika dan keadaan fisiologis seperti ibu hamil dan menyusui. Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan (AKG) atau Recommended Dietary Allowances (RDA) dalah taraf konsumsi zat-zat gizi esensial, yang berdasarkan pengetahuan ilmiah dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hampir semua orang sehat di suatu negara. Kecukupan gizi dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, aktivitas, berat dan tinggi badan, genetika, serta keadaan hamil dan menyusui. Dalam perhitungan angka kecukupan gizi yang dianjurkan sudah diperhitungkan faktor variasi kebutuhan individual, dimana kebutuhan yang dianjurkan sudah mencakup hampir 97,5 % populasi, dan untuk ekcukupan beberapa zat gizi seperti vitamin, mineral sudah diperhitungkan sampai cadangan zat gizi dalam tubuh. Sehingga perhitungan kecukupan zat gizi sudah memperhitungkan penambahan sebesar dua kali simpang baku (standar deviasi) dari kebutuhan rata-rata penduduk yang sehat (dr. I Wayan Sujana, M.Kes : Dasar Kebutuhan dan Kecukupan Gizi 14 April 2011).

Angka Kecukupan gizi dianjurkan digunakan untuk tujuan seperti :

  • Merencanakan dan menyediakan suplai pangan untuk penduduk atau kelompok penduduk; perlu diketahui pola pangan dan distribusi penduduk
  • Menginterpretasikan data konsumsi makanan perorangan atau kelompok; perlu ditetapkan patokan berat badan untuk masing-masing gender, dan bila menyimpang dari patokan berat badan dilakukan penyesuaian
  • Perencanan pemberian makanan di institusi, seperti rumah sakit, sekolah, industri, asrama, dan lain-lain
  •  Menetapkan standar bantuan pangan; misalnya dalam keadaan darurat, dan untuk kelompok penduduk yang berisiko seperti balita, anak sekolah, ibu hamil
  • Menilai kecukupan persediaan pangan nasional
  • Merencanakan program penyuluhan gizi
  •  Mengembangkan produk pangan baru di industry
  •  Menetapkan pedoman untuk keperluan labeling gizi pangan

Masa anak-anak sangat penting bagi perkembangan fisik dan mental. Pola makan dannutrisi yang diberikan harus memenuhi untuk menjamin kesehatan anak. Masa anak-anak (1sampai 13 tahun) adalah periode kehidupan yang sangat penting bagi perkembangan fisik danmental. Dalam fase ini, dibutuhkan asupan nutrisi yang tinggi. Kebutuhan Gizi Untuk Balita dan Pra sekolah (1-5 tahun). Usia balita tidaklah tumbuh sepesat pada masa bayi, tetapi kebutuhan nutrisi merekatetap merupakan prioritas yang utama. Di masa balita ini, nutrisi memegang peranan yang penting dalam perkembangan anak. Masa balita adalah masa transisi terutama pada usia 1 – 2 tahun dimana anak akan mulai memakan makanan yang padat dan menerima rasa sertatekstur makanan yang baru.Kebutuhan nutrisi pada balita sebenarnya juga dipengaruhi oleh usia, besar tubuh, dan tingkat aktivitas yang dilakukannya.

  • Energi : biasanya balita membutuhkan sekitar 1.000 samapi 1.400 kalori per hari.
  • Kalsium : dibutuhkan kurang lebih 500 mg per hari.
  • Zat besi : anak balita membutuhkan 7 mg per hari.
  • Vitamin C dan D.

Tubuh anak terdiri dari struktur tulang, otot, peredaran darah, jaringan otak, dan organ-organ lain. Perkembangan tiap struktur ini sangat dipengaruhi oleh masukan (intake) berbagai macam nutrisi makanan penunjang pertumbuhan.Pada usia 2 tahun ini, anak-anak memiliki kerangkan tubuh berupa tulang rawan sehingadengan pemberian masukan gizi berupa vitamin dan mineral akan mempercepat pembentukan tulang (osifkasi).Anak usia 2 tahun juga sudah mampu untuk berjalan dan melakukan semua gerakantubuh yang dilakukan oleh otot. Hal ini terjadi karena ribuan serabut otot yang semakinmembesar dan terus bekerja. Artinya, otot membutuhkan zat-zat dari asupan makanan yangdiberikan pada anak.2.

Di usia 0 hingga 6 bulan, sumber gizi bayi adalah air susu ibu (ASI). ASI mengandung gizi yang sangat lengkap sehingga sudah mencukupi standar kebutuhan gizi bayi. Sementara bagi bayi di usia lebih dari 6 bulan memerlukan asupan makanan pendamping ASI sebagai tambahan sumber gizi bayi.  Ada tiga komponen pokok dalam pemenuhan kebutuhan gizi bayi, yaitu sumber kalori, vitamin dan mineral. Hingga usia 12 bulan, bayi mengalami pertumbuhann yang sangat pesat. Kalori merupakan gizi untuk bayi yang sangat vital di masa ini. Kalori sangat diperlukan oleh tubuh bayi sebagai tenaga untuk melakukan aktifitas hariannya juga untuk menjaga metabolisme tubuhnya

Standar kebutuhan kalori bayi usia 0-3 bulan adalah 116 kkal per kilogram berat badan bayi per hari. Sementara kebutuhan kalori untuk bayi usia 3-12 bulan adalah 100 kkal per kilogram berat badannya per hari. Kebutuhan kalori tadi dapat dipenuhi melalui sumber gizi bayi berupa karbohidrat, protein, dan lemak. Berikut ini daftar standar kebutuhan gizi bayi untuk memenuhi angka kecukupan kalori tersebut:

  1. Karbohidrat yang diperlukan tubuh bayi berkisar antara 40% dari kebutuhan kalori tadi.
  2. Protein yang diperlukan sebesar 10% dari jumlah kebutuhan kalori bayi per hari.
  3. Lemak yang diperlukan sebanyak 40 sampai 50% dari total kebutuhan kalori.

Selain itu, kebutuhan gizi bayi akan vitamin dan mineral juga harus dipenuhi. Berikut ini sebagian daftar standar kebutuhan gizi bayi per hari untuk usia 7 sampai 12 bulan terhadap vitamin dan mineral yang direkomendasikan oleh The George Mateljan Foundation for The World’s Healthiest Foods.

  • vitamin D: 5 mg
  • vitamin E: 5 mg,
  • vitamin K: 2,5 mg
  • vitamin B6: 0,3 mg
  • folat: 80 mg
  • vitamin B12: 0,5 mg
  • kolin: 150 mg
  • vitamin C:50 mg
  • kalsium 570 mg
  • fosfor: 275 mg
  • magnesium: 75 mg
  • zat besi: 11 mg
  • zinc: 3 mg
  • magnesium: 0,6 mg

Kebutuhan Zat Gizi Pada Bayi

Zat Gizi Kelompok Umur (bulan)
Nama Satuan 0-6 7-12 12-36 12-36
             
Energi

Protein

Vitamin A

Tiamin

Riboflavin

Niasin

Vitamin B12

Asam Folat

Vitamin C

Kalsium

Fosfor

Besi

Seng

Iodium

kkal

gr

RE

mg

mg

mg

mg

µg

mg

mg

mg

mg

mg

µg

550

10

375

0,3

0,3

2

0,4

65

40

200

100

5

1,3

90

650

16

400

0,4

0,4

4

0,5

80

40

400

225

7

7,5

90

1000

25

400

0,5

0,5

6

0,9

150

40

500

400

8

8,2

90

Makanan masa kini super canggih. Diperkaya prebiotik, AHA/DHA, vitamin hingga
mineral. Semua ini menjadi tantangan baru bagi orang tua untuk lebih jeli terhadap
asupan gizi anak. Pemberian nutrisi pada anak harus tepat, artinya:

  • Tepat kombinasi zat gizinya, antara kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral serta kebutuhan cairan tubuh anak, yaitu 1-1,5 liter/hari.
  • Tepat jumlah atau porsinya, sesuia yang diperlukan tubuh berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian.
  • Tepat dengan tahap perkembangan anak, artinya kebutuhan aklori anak berdasarkan berat badan dan usia anak.

DAFTAR PUSTAKA:

http://nenijuniarti.wordpress.com/2012/11/20/gizi-dan-kesehatan-aud-kebutuhan-gizi-anak/

http://kecukupangizianak.wordpress.com/2012/11/10/kebutuhan-gizi-anak/

https://www.google.com/#q=kecukupan+gizi+yang+di+anjurkan+untuk+anak+pra +sekolah

Santoso,Soegeng.2009.Kesehatan Dan Gizi.Jakarta.PT RINEKA CIPTA DAN PT BINA ADI AKSARA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s