KARAKTERISTIK BERMAIN ANAK

Standard

Karakteristik Bermain Anak

            Para pakar sering mengatakan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Bermain terungkap dalam berbagai bentuk bila anak-anak sedang beraktivitas. Mereka bermaian, mereka bernyanyi, menggali tanah, membangun balok warna-warni atau menirukan sesuatu yang dlihat. Bermain dapat berupa bergerak, berlari, melempar bola, memanjat atau kegiatan berpikir, seperti menyusun puzzle atau mengingat kata-kata dalam sebuah lagu.

            Dalam kehidupan anak bermain mempunyai arti yang sangat penting dapat dikatakan bahwa setiap anak yang sehat selalu mempunyai dorongan untuk bermain sehingga dapat dipastikan bahwa anak yang tidak bermain-main pada umumnya dalam keadaan sakit jasmani ataupun rohani.

            Para ahli berkesimpulan bahwa anak adalah makhluk yang aktif dan dinamis. Kebutuhan jasmani dan rohani anak yang mendasar sebagian besar dipenuhi oleh bermain, baik bermain sendiri maupun bermain bersama-sama. Jadi bermain itu merupakan kebutuhan anak.

  1. Karakteristik Bermain

  Dengan mengenali karakteristik bermain anak, kita akan lebih peka dan lebih tanggap lagi menilai tentang kegiatan bermain yang diprogramkan dalam satuan kegiatan harian (SKH) sesuai dengan ciri-ciri bermain anak sehingga dapat membuat penilaian bermain terhadap anak yang valid, adil dan dapat mengukur kompetensi anak secara individual.

            Dalam hal ini terdapat tujuh ciri yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan apakah sesuatu itu bermain atau bukan, yakni yang:

  1. bermain dilakukan secara voluntir. Bermain yang dilakukan secara sula rela tanpa paksaan atau tekanan dari orang lain.
  2. bermain itu spontan. Bermain kapan pun mereka mau.
  3. kegiatan lebih bermain lebih berorientasi pada proses dari pada terhadap hasil atau akhir kegiatan. Fokus dalam bermain adalah melakukan aktivitas bermain itu sendiri, bukan hasil atau akhir dari kegiatannya
  4. bermain didorong oleh motivasi intrinsik. Maksudnya, yang mendorong anak untuk melakukan kegiatan bermain tersebut adalah kegiatannya itu sendiri, bukan faktor-faktor luar yang bersifat ekstrinsik. Misalnya didorong orang tua, untuk mendapatkan hadiah,dll.
  5. bermain itu pada dasarnya menyenangkan. Bermain bisa memberikan perasaan-perasaan positif bagi para pelakunya. Artinya semakin aktivitas itu menyenangkan, maka hal tersebut semakin merupakan bermain.
  6. bermain itu bersifat aktif. Bermain memerlukan keterlibatan aktif dari para pelakunya.
  7. bermain fleksibel. Dengan ciri ini berarti anak yang bermain memiliki kebebasan untuk memilih jenis kegiatan yang ingin dilakukannya.

            Dengan tujuh karakteristik di atas, secara sederhana bermain dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara voluntir, spontan, terfokus pada proses, didorong oleh motivasi intrinsik, menyenangkan, aktif dan fleksibel.

  1. Karakteristik Bermain Anak
  2. Bermain adalah Sukarela

Karena didorong oleh motivasi dari dalam diri seseorang sehingga akan dilakukan oleh anak apabila hal itu betul-betul memuaskan dirinya, bukan karena iming-iming hadiah atau karena diperintah oleh orang lain. Jadi, permainan yang dilakukan anak adalah suatu kepuasan tersendiri karena tidak harus memnuhi tuntutan atau harapan dari luar, anak-anaklah yang menentukan perannya sendiri dalam bermain.

  1. Bermain adalah pilihan anak

Anak-anak memilih secara bebas sehingga apabila seorang anak dipakasa untuk bermain, sekali pun mungkin dilakukan dengan cara yang halus maka aktivitas itu bukan merupakan aktivitas dan bukan lagi bukan lagi kegiatan bermain atau non play.

  1. Bermain adalah permainan yang menyenangkan

Anak-anak merasa gembira dan bahagia dalam melakukan aktivitas bermain tersebut, bukan menjadi tegang atau stress. Bermain yang menyenangkan merupakan syarat mutlak dalam melakukan kegiatan di TK.

  1. Bermain adalah simbolik

Melalui kegiatan bermain anak akan mampu menghubungkan pengalaman mereka dengan kenyataan sekarang, misalnya berpura-pura menjadi orang lain, anak-anak akan bertingkah laku seperti yang diperankannya.

  1. Bermain adalah aktif melakukan kegiatan

Ciri-Ciri Bermain Anak

CIRI-CIRI KEGIATAN BERMAIN
Menyenangkan Bermain itu menyenangkan dan anak menikmati kegiatan ini.
Motivasi instrinsik Anak ingin bermain karena dorongan dari dalam bukan karena disuruh orang lain.
Spontan/sukarela Anak bermain karena dorongan spontan
Ada peran aktif pemain Semua pemain berperan secara aktif saat bermain, sehingga kegiatan bermain

berjalan lancar dan menyenangkan.

Nonliteral Saat bermain anak berpura-pura menjadi sesuatu, atau bertindak sesuatu.
Kaidah nonekstrinsik Bermain memiliki aturan tersendiri yang disepakati pemainnya.
Aktif Anak terlibat aktif tidak diam saja baik secara fisik maupun emosi.
Fleksibel Anak dapat beralih kegiatan, anak bebas memilih apakah akan ikut bermain atau

memilih permainan lain.

            Dalam bermain anak-anak bereksplorasi, bereksperimen, menyelidiki dan bertanya tentang manusia, benda-benda, kejadian atau peristiwa.

Fakta-fakta yang berpengaruh terhadap kegiatan bermain anak adalah:

  1. Motivasi

            Kegiatan bermain dapat berlangsung dengan baik apabila dilandasi motivasi yang kuat yang berasal dari diri anak itu sendiri, tanpa paksaan dari siapa pun.

  1. Lingkungan yang menunjang

            Lingkunagn yang kurang memadai fasilitasnya, tidak aman dan tidak menyenangkan, akan menyebabkan ruang gerak bermain bagi anak terbatas. Oleh sebab itu agar anak dapat bermain dengan leluasa maka perlu disediakan sarana dan prasarana yang dapat mendukung keinginan dan aktivitas bermain anak.

  1. Perilaku anak dalam bermain

            Melalui bermain anak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan dari dalam diri yang tidak mungkin terpuaskan dalam kehidupan nyata. Bila anak dapat menyalurkan perasaan tegang, tertekan dan menyalurkan dorongan-dorongan yang muncul dari dalam dirinya, setidaknya membuat anak lega dan relaks akan mengubah perilaku yang negatif menjadi positif.

  1. Peran Guru Dalam Kegiatan Bermain

      Peran Guru Dalam Kegiatan Bermain di Taman Kanak-Kanak

* Peran guru adalah sebagai berikut :

  1. Guru sebagai Perencana

Guru harus merencanakan suatu pengalaman baru agar anak didik terdorong untuk mengembangkan minat dan kemampuannya.

Perencanaan yang harus disusun guru adalah sebagai berikut :

  • Tujuan / sasaran yang ingin dicapai
  • Bentuk kegiatan bermain yang akan dilakukan.
  • Alat dan bahan yang diperlukan (jenis dan jumlah)
  • Tempat kegiatan tersebut akan dilakukan(indoor atau outdoor)
  • Alokasi waktu, berapa lama waktu yang untuk kegiatan bermain
  • Penilaian dan evaluasi untuk mengetahui pencapaian tujuan / sasaran dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan.

Guru harus merencanakan hal-hal tersebut minimal satu hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan bermain ini terpadu atau terintegrasi dengan kegiatan belajar rutin.

  1. Guru sebagai Fasilitator

Artinya guru harus mampu memfasilitasi seluruh kebutuhan anak pada saat kegiatan bermain dan belajar berlangsung. Guru berperan dengan aktif,kreatif, dan dinamis.

  1. Guru sebagai Pengamat
  • Cara memainkan alat bermain atau permainan.
  • Sikap anak waktu bermain, aktif atau diam saja.
  • Bermain ikut-ikutan teman atau mengatur/memerintah teman.
  • Berapa waktu yang digunakan menekuni 1 jenis kegiatan bermain.
  • Jenis bermain yang sering dipilih atau lebih diminati anak.
  • Anak bermain sendiri atau bersama teman.
  • Anak mandiri melakukan kegiatan bermain atau tidak.
  • Mengalah selalu atau mau menang sendiri.
  1. Guru sebagai Model

Anak usia taman kanak-kanak adalah masa meniru. Oleh karena itu sebagian besar permainan di TK dilaksanakan melaui peniruan/imitasi. Pada masa ini anak akan menirukan segala tindak tanduk guru disekolah. Guru yang menghargai bermain akan selalu berusaha menjadi model atau panutan dalam kegiatan bermain bagi anak didiknya. Guru akan selalu berusaha mencari kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan bermain anaklalu mencoba melakukan hal yang di lakukan oleh anak.

  1. Guru sebagai motivator

Guru sebagai motivator artinya guru harus dapat menjadi pendorong bagi anak untuk melakukan kegiatan bermain. Guru mendorong anak lebih akktif ketika bermain mendorong anak untuk melakukan eksplorasi, dan melakukan kegiatan untuk mendapatkan penemuan-penemuan dan mendorong anak untuk menyalurkan rasa ingin tahu dan mencari atas`jawaban tersebut

  1. Guru sebagai teman

Selain sebagai pendidik guru juga harus dapat berperan sebagai teman atau sahabat bagi anak dalam bermain. Dalam hal ini guru bertindak sebagai coplayer artinya guru mempunyai peran yang setara bagi anak. Guru menempatkan diri sebagai teman yang baik sehingga situasi bermain dan belajar menjadi akrab serta penuh kesenangan dan kegembiraan. Guru sebagai teman/sahabat berarti guru harus bersedia terjun berpartisipasi bermain bersama anak-anak berbaur dalam kegiatan yang dilakukan anak-anak. Di sini guru jangan selalu memberikan instruksi tetapi mengikuti aturan yang di buat anak.

*Ciri-ciri permainan anak yang baik

  • Anak-anak diberikan kesempatan yang melimpah dan berkesinambungan. Mereka juga hendaknya mendapat banyak kesempatan yang menurut perasaannya nyaman.
  • Berbagai perbedaan dapat diakomodasikan tantangan yang bersifat positif dapat disertakan guna memungkinkan setiap anak untuk berpartisipasi.
  • Berbagai hal yang menyangkut kemungkinan timbulnya masalah emosi, sosial dan fisik sudah diperhitungkan.
  • Tujuan jelas, konsisten dan memungkinkan untuk dicapai.
  • Evaluasi dilakukan baik secara formal maupun informal dengan pemahaman bahwa akan ada trial and error atau mencoba-coba dan membuat kesalahan.
  • Kemungkinan adanya kesalahan diakui dan dapat dimaafkan serta ada kesempatan untuk mencoba lagi.
  • Pengalaman diberikan dalam hal pengendalian diri akan rasa frustasi sementara.
  • Semua komponen permainan menumbuhkan kemampuan berinteraksi sosial secara positif

Daftar pustaka

Arbahnia.2010.bermain anak. Diakses pada 04 september 2013 (http://arbahnia.blogspot.com)

Dwi,arda.2011.ciri-ciri bermain anak. Diakses pada 04 september 2013. (http://arda-dwi.blogspot.com/2011/05/ciri-ciri-bermain-anak.html )

Lola,melly.2012.karakteristik dan tahap perkembangan. Diakses pada 04 september 2013 (http://melyloelhabox.blogspot.com/2012/09/karakteristik-dan-tahap-perkembangan.html)

Jasma,sri.2012,peranan guru dalam kegiatan bermain anak. Diakses pada 05 september. (http://srijasmaindra.blogspot.com/2012/12/peranan-guru-dalam-kegiatan-bermain-di_10.html)

B.E.F Montolulu, dkk.2005. Bermain dan Permainan anak. Buku Materi Pokok PGTK2301/4 SKS/ MODUL 1-6

Barron,paul .2002. Aktifitas Permainan Dan Ide Praktis Belajar Di Luar Kelas.2002 Jakarta.Essensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s