CARA MEMBANTU ANAK YANG MEMILIKI KECERDASAN DAN BAKAT ISTIMEWA (CI-BI) AGAR BERHASIL DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF

Standard

ANAK DENGAN POTENSI KECERDASAN DAN BAKAT ISTIMEWA (CI-BI)

  1. PENGERTIAN ANAK DENGAN POTENSI KECERDASAN DAN BAKAT ISTIMEWA

Undang-undang no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menggunakan istilah warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Penggunaan istilah potensi kecerdasan dan bakat istimewa ini berkait erat dengan latar belakang teoritis yang digunakan.potensi kecedasan Berhubungan dengan kemampuan intelektual,sedangkan bakat tidak hanya terbatas pada kemampuan intelektual, namun juga beberapa jenis kemampuan lainya sepertiyang disebut oleh gardner dengan teorinya yang dikenal multiple intelligenses(1983) yaitu,kecerdasan lingunstik ,kecerdasan musikal,kecerdasan spasial, kecerdasan logikal matematikal,kecerdasan kinestetik, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpesonal.

Pengertian potensi kecerdasan dan bakat istimewa dalam program percepetan belajar ini dibatasi hanya pada”kemampuan intelektual umum saja”.ada dua acuan yang bisa digunakan untuk mengukur kemampuan intelektual umum yaitu acuan unidimensial, yang lebih dikenal sebagai batasan yang diberikan oleh lewis terman (1992) dan acuan multimensional ,yang disampai kan oleh renzulli, reis, dan smith (1978) dengan konsep tiga cincin ( the three ring concenption).

Untuk pendekatan unidimensional, kriteria yang dugunakan hanya semata-mata skor AQ saja. Secara operasional batasanya kamampuan intelektual umum , yang dugunakan adalah “mereka” yang mempunyai skor AQ 140 skala wechsler. Sedangkan untuk pendekatan multidimensional,kriteria yang digunakanlebih dari satu. Dalam hal ini, batasan yang digunakan adalah “mereka yang memiliki dimensi kemampuan umum pada taraf cerdas (ditetapkkan skor AQ 125 Keatas skala wechsler, dimensi kreativitasan cukup di tetapkan skor creativity quotient dalam nilai nilai buku cukup cominmen dsam nilai baku baik).

  1. CIRI- CIRI KEBERBAKATAN

Sejak program percepatan belajar dirintis oleh tiga sekolah swasta pada tahun ajaran 1998/ 1999,hingga saat ini konsepsi keberbakatan yang dugunakan berasal dari rezulli, reis, dan smith (1978),yang menyebutkan bahwa keberbakatan menunjuk pada adanya keterkaintan antara tiga kelompok ciri (kluster) yaitu kemampuan umum ,kreativitasan,dan tanggung jawab terhadap tugasdi atas rata-rata.Dengan menggunakan konsepsi keterbakatan dari rezulli,reis, dan smith (1978) dan sesuainkan dengan kondisi yang ingin dikembangkan oleh pihak sekolah maka didefinisikan perserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa dalam program Percepatan belajar adalah mereka yang oleh psikolog atau guru diidentifikasi sebagai perserta didik yang telah mencapai pretasi memuaskan ,dan memiliki , kemampuan intelektual umum yang berfungsi pada taraf cerdas, kreativitas yang memadai, dan keterkaitan terhadap tugas yang tergolong baik.

Ciri- Ciri Keberbakatan

  • Lancar berbahasa ( mampu mengutarakan pemikiran)
  • Memiliki rasa atau berkerja secara mandiri
  • Ulet menghadapi kesulitan( tidak lekas putus asa)
  • Mempunyai tujuan yang jelas dalam tiap kegiatan atau perbuatannya
  • Cermat atau teliti dalam mengamati
  • Memiliki kemampuan memikirkan beberapa macam pemecahan masalah
  • Mempunyai minat luas
  • Mempunyai daya imajinasi yang tinggi
  • Belajar dengan mudah dan cepat
  • Mampu mengemukakan dan mempertahankan pendapat
  • Mampu berkosentrasi
  • Tidak memerlukan dorogan (motisi) dari laur.

Masalah- masalah yang ditimbulkan perserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa sebagai berikut:

  1. Kemampuan berpikir kritis dapat mengarah ke arah sikap meragukan (skeptis), baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
  2. Kemampuan kreatif dan minat untuk melakukan hal-hal yang baru, bisa menyebabkan mereka tidak menyukai atau lekas bosan terhadap tugas- tugas rutin,
  3. Prilaku yan ulet dan terarah pada tujuan, dapat menjurus kekeinginan untuk memaksa atau mempertahankan pendapatnya.
  4. Kepekaan yang tinggi,dapat membuat mereka menjadi mudah tersinggung atau peka terhadap kritik.
  5. Semamgat, kesiagaan mental, dan inisiatifnya yang tinggi ,dapat membuat kurang sabar dan kurang teggang rasa jika tidak ada kegiatan atau jika kurang tampak kemajuan dalam kegiatan yang sedang berlangsung.
  6. Dengan kemampuan dan minatnya yang beranekaragam.mereka membutuhkan keluwesan serta dukungan untuk dapat menjajaki dan mengebangkan minatnya.
  7. Keinginan mereka untuk mandiri dalam belajar dan bekerja, serta dan kebutuhannya akan kebebasan ,dapat menimbulkan konflik karena tisdak mudah menyesuaikan diri atau tunduk terhadap dari orang tua, sekolah, atau teman-tamannya.ia juga bisa merasa di tolak atau kurang dimengerti oleh lingkungannya
  8. Sikap acuh tak acuh dan malas,dapat timbul karena pengajaran yang diberikan disekolah kurang menmgudang tatangan baginya.

Selain itu, berdasarkan penelitian herry (1993), mereka juga suka mengganggu teman-teman sekitarnya. Hal ini disebabkan karena mereka lebih cepat memahami materi pelajara yang diterangkan guru didepan kelas dibandingkan teman-temanya. Dengan diterangkan sekali saja, mereka telah dapat menangkap maksudnya, sedangkan peserta didik yang lain masih perlu dijelaskan lagi, mereka banyak waktu terluang, yang kemudian apabila kurang diantisipasi oleh gurunya, akan digunakan untuk mengadakan aktivitas sekehendaknya, misalnya mencubit atau benda benda kecil atau kapur keteman teman sekitarnya.

Akibat lebih lanjut, mereka dapat menjadi anak yang berpestasi dibawah potensinya (underachhiefer) malah mungkin (mengalami kesulitan belajar). Hal ini nyata dari hasil penelitian herry dkk, (1996) terhadap peserta didik SD diprovinsi jawa barat, jawa timur, lampung, kalimantan barat yang menunjukan bahwa 22% dari peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dalam bakat istimewa berisiko tinggal kelas (nilaai rata rata rapornya kurang dari 6,00). Demikian pula hasil penelitian herrry (1997) terhadap peserta didik di SLTP, SMA bahwa anak yang memiliki potensi kecerdasan dalam bakat istimewa berprestasi dibawah potensinya.

Keadaan diatas tidak hanya terjadi dihanya terjadi di indonesia tetapi juga terjadi di negara lain,beberapa penelitihan di negara maju seperti amerika serikat menunjukan bahwa sekitar 25% dari perserta didik yang putus sekolah adalah anak yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa ( utami munandar 1989).selain itu M arland (1971) jugan mengemukakan bahwa lebih dari separuh berpretasi anak nyang berpotensi kecerdasan dan bakat istimewa berpretasi di bawah potensinya disebabkan karena tidak mendapat program pendidikan yang sesuai.

Masalah-masalah di atas dapat terjadi karena mereka belum mendapat pelayanan pendidikan yang memedai secara tidak disadari.

Untuk menhindari sifat-sifat yang kurang baik ini,melalui pelayanan pendidikan yang di sesuaikan dengan bakat,minat, kemampuan dan kecedasan peserta didik, agar mereka dapat memanifestasikan potensinya yang masih latent,yakni sebagai mana ciri-ciri mereka seperti yang telah di kemukakan di atas.

  1. PREVALENSI SISWA DENGAN KECERDASAN DAN BAKAT ISTIMEWA

Perbedaan yang ada dalam cara anak-anak diindentifikasi memiliki keceredasan dan bakat istimewa, terdapat perbedaan yang mencolok dalam jumlah anak di ketahui. Sekolah yang sangat mengandalkan pada nilai IQ untuk mengidentifikasi siswa mendapat nilai 125 atau 130 sebagai jalan pintas untuk persyaratan program berbakat.hali ini cenderung menghasilkan 2-3% orang dari jumlah yang memenui syrat (webb, meckstroth dan tolan, 1928). Pendekatan ini mencerminkan persepsi yang jelas eklusif mengenai sifaty-sifat keberbakatan dan jumlah orang yang akan dilayani.

Opini berberda mengenai sifat keberbakatan dan jumklah orang yang dilayani dikemukakan oleh rezulli dan reis.siswa yang memiliki keberbakatan harus berjumlah 15% sampai 20% dari populasi siswa (rezulli dan Reis 1991). Namum menurut reis,semakin kecil siswa dekat terhadap realitas jumlah sebenarnya yang masuk sebagai berbakat. Reis melapokan bahwa 4,5% populasi siswa di Amerika serikat menerima layanan ini (Reis, 19898),

Meskipun definisi dan jumlah orang yang diindentifikasi berbakat berbeda , semua guru mempunyai anak berkemampuan unggul dan berbakat khuisus di kelas.

  1. PROGRAM PENDIDIKAN BAGI SISWA DENGAN POTENSI KECERDASAN POTENSI KECERDASAN DAN BAKAT ISTIMEWA

Di negara-negara maju, terdapat berbagai jenis program pendidikan untukn perserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (gets dan dillon, dalam hallahan sdan kaufman ,1982),antara lain:

  • Sekolah musim panas dinegeri dengan empat musim,
  • Pendidikan dasar tidak berjenjang,
  • Diterima lebih awal di perguruan tinggi,
  • Pelajaran-pelajaran perguruan tinggi bagi para perserta didik setingkat sekolah menegah,
  • Mata-mata pelajaran disekolah menengah dan kreditnya diakui di perguruan tinggi,
  • Kelas-kelas khusus untuk mata pelajaran tertantu yang ada dalam kurikulum,
  • Kelas-kelas khusus pada semua mata pelajaran yang ada dalam kurikulum,
  • Seminar-seminar hari saptu,
  • Pengelompelompokan berdasarkan kemampuan,
  • Pengayaan di kelas-kelas biasa,
  • Guru tamu,
  • Penambahab mata pelajaran,
  • Tugas –tugas kelompok dan tugas ekrakurikuler,
  • Wisata karya,
  • Pelajaran-pelajaran biasa setengah hari,dan program pengayaan setengah hari lain,
  • Percepatan
  • Sekolah-sekolah khusus
  • Program konsultasi
  • Bimbingan/ tuturial
  • Belajar mandiri
  • Pertukaran belajar
  • Program pemberian penghagaan,
  • Program kegiatan yang ditawarkan lembaga non-sekolah, seperti museum, perpustakaran dan
  • Kurikulum khusus

Program pendidikan khusus bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dapat berupa:

  1. Program pengayaan(enrichment),

Program pengayaan, yaitu pemberian pelayanan pendidikan sesuai potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang dimiliki perserta didik, dengan penyededian kesempatan dan fasilitas belajar tambahan yabg bersifat perluasan /perdalaman,setelah yang bersngkutan menyelesaikan tugas-tugas yang di programkan untuk perserta didik lainnya. Program ini cocok untuk perserta didik yang bertipe”enriched learner”.

  1. Program percepatan( Acceleration)

Program percepatan, yaitu poemberian pelayanan pendidikan sesuai potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang di miliki oleh perserta didik,dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk dapat menyelesaikan program reguler dalam jangka waktu yang lebih singkat dibanding teman-temannya. Program ini cocokbagi perserta didik yang bertipe” accelerated learner”.

  1. KEBUTUHAN PENDIDIKAN KHUSUS SISWA DENGAN POTENSI KECERDASAN DAN BAKAT ISTIMEWA

Penyelenggaraan pendidikan khusus bagi peserta didik yang mimiliki potensi kecerdasan istimewa dapat dilakukan dalam bentuk:

  • Kelas inklusi :perserta didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dalam proses pembelajaran bergabung dengan peserta didik program reguler.
  • Kelas khusus :peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dalam proses pembelajaran berada di kelas terpisah.
  • Satuan pendidikan khusus dalam satuan pendidikan tersebut terdiri dari kelas reguler dan kelas progran khusus.

Mayoritas anak- anak yang berbakat menghabiskan jam sekolahnya dikelas-kelas umum. Layanan- layanan pembelajaran tersebut menurut COX, Dasnial dan Boston ( 1985) adalah:

  1. Kelas khusus paruh waktu
  2. Belajar mandiri
  3. Ruang sumber dan
  4. Guru bantu( itenerant) atau guru pembimbing khusus ( consultng teacher)

Meskipun penting bagi tiap altenatif dalam memberikan bantuan khusus dan kesempapatan untuk siswa berbakat, faktanya tetap bagi siswa yang ikut serta dalam altenatif ini, pada umumnya pendidikannya masih berupa produk pengalaman mereka di kelas umum. Tidak ada yang lebih penting dibanding guru-guru kelas umum yang mengerti kebutuhan-kebutuhan mereka dan mau mengajarkan mereka dengan cara yang kreatif. Sebagaimana pedidikan untuk semua siswa, pendidikan siswa berkemampuan unggul dan berbakat khusus tentu saja merupakan tanggung jawab dan hak seluruh komunitas sekolah.

  1. Ranah keberbakatan

Clark (1988) telah menjelaskan lima ranah sifat siswa-siswa yang memiliki keberbakatan.

  • Ranah kognitif

adalah meliputi sejenis kemampuan tinggi yang dujelaskan terdahulu dalam konsep Renzulli mengenai keberbakatan.siswa yang berbakat adalah pembelajaran yang cepat dan pengingat informasi yang unggul.

  • Ranah afektif

Ranah afektif menurut Clark adalah suatu kecenderungan terhadap kedalaman emosional dan sensitivitas terhadap perasaan orang lain. Termasuk juga dalam ranah ini adalah kecenderunganterhadap tingkat- tingkat penilaian moral yang tinggi.

  • Ranah fisik

Clark meneliti siswa yang berbakat menunjukkan suatu perbedaan yang tidak lazim antara perkembangan fisik dan intelektual. Mereka juga menunjukkan toleransi yang rendah terhadap perbedaan antara standar mereka sendiri dengan ketidak mampuan fisik untuk memenuhi standar.

  • Ranah intuitif

Ranah intuitif berhubungan dengan kemampuan kreativitas. Lagi-lagi sama dengan definisi RenzulIi, Clark berpendapat bahwa siswa yang berbakat dapat menu njukan kapasitas kreatif yang luar biasa dalam bidang usaha kreatif

  • Ranah Sosial

Pada ranah sosial, iswa yang berbakat menunjukan kleinginan yang kuat untuk memenuhi potensi-potensi pribadi mereka, sementara ia juga membuat kontribusi sosial yang positif. Mereka dapat menggunakan kemampuan intelektual tinggi terhadap solusi masalah – masalah lingkungan sosial budaya mereka.

  1. Interaksi faktor-faktor keberbakatan

David feldman telah melakukan penelitihan longituninal dan akstensi pada 6 sampel anak yang di anggap “prodigie”( feldman ,1980, 1986).ada bidang- bidang yang ditelitinya:

  • Memilki kemampuan luar biasa
  • Ketika lahir kemampuan ini diketahui, dinilai, dan membantu perkembangan kemampuan tersebut,
  • Menerima pengajaran dari guru terbaik yang memiliki pengetahuan yang sangat luar biasa atas suatu ranah dansejarahnya,dan menenamkan pengetahuan itudengan menggunakan minat dan komitmen untuk belajar
  • Menunjukan dorongan dari dalam yang kuat dan komitmen yang pada bidang mereka.
  1. Kuat namun rentan

Kekuatan yang dasyat yang dimiliki siswa berbakat dapat menjadi lemah dalam interaksi mereka dengan guru dan murid lain.hal ini berlaku jika kekuatan ini tidak disalurkan dengan cara yang tepat.beberapa atribut positif yang telah di catat yang mungkin menjadi sifat siswa-siswa tersebut adalah:

  • Kecenderungan untuk menguasai diskusi kelas.
  • Ketidaksabaran menungu mata pelajaran atau tugas berikut.
  • Resisten terhadap prosedur perintah,aturan, dan standar.
  • Kecenderungan memulai mata pelajaran pada diskusu kelas.
  • Kemungkinan menjadi menjadi bosan dengan penggulangan.
  • Seringkali mengubah perhatian dan keterkaitan.
  • Kecenderungan memaksa mengetahui dengan logika sebelum tugas dan aktivitas di dapat (Heward dan Orlansky)
  1. Pilihan pendidikan

Meliputi :

  • Penambahan atau percepatan aktivitas dikelas umum.
  • Kelas khusus paruh waktu.
  • Kelas khusus penuh.
  • Sekolah berasrama khusus.
  • Pencangkokan kegiatan ektra kurukuler disekolah menegah dan collge
  • Kelas lanjutan diberikan selama periode waktu non sekolah oleh college/ universitas atau lembaga-lembaga masysrakat
  • Magang dan program tutorial( milgram dan Golring).

  1. CARA MEMBANTU SISWA BERPOTENSI KECERDASAN DAN BAKAT ISTIMEWA AGAR BERHASIL DALAM PENDIDIKAN INKLUSIF

Kritikan-kritikan inklusif mengenai pendidikan siswa yang berbakat telah melahirkan argumen-argumen betapa pentingnya program pemisahan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan siswa-siswa ini:

  • Program khusus bagi siswa berbakat telah di bentuk karena kebutuhan mereka tidak terpenui di kelas umum.
  • Keadaan kelas seperti kelas standar, kurngnya pelatihan guru,dan kebutuhan untuk bersaing pada guru membuat sulit bagi guru
  • Untuk mengadapi pengajaran bagi siswa yang berbakat
  • Penelitihan membutikan, guru yang lebih memungkinkan membvuat perubahan metoda pengajaran untuk pembelajaran yang biasa, bukan pembelajran yang pintar.

Hasil-hasil program inklusi jauh dari persetujuan yang positif (tomlinson, 1995 dalam J.David Smith,2006). Cara meningkatkan pertumbuhan menangani siswa berbakat.

Beberapa sifar yang membantu guru agar bekerja lebih efektif dengan siswa berbakat seperti :

  • Keterbukaan intelektual
  • Menikmati suasana belajar dan belajar dari orang lain
  • Merasa tentram mengenai siswa yang mrengetahui lebih banyak pelajar dari pada guru
  • Kemampuan membiarkan siswa mempelajari topik yang bukan merupakan bagian kurikulum yang direncanakan
  • Keinginan untuk memberi siswa mendapat kemajuan sesuai dengan tingkat kemampuannya

Kualitas yang paling penting dari guru unggul adalah pengabdian yang tulus terhadap pertumbuhan tiap siswa. Karena untuk semua anak-anak, siswa berbakat membutuhkan perhatian dan pengertian guru-guru mereka. Siswa berbakat kemungkinan menghadapi masalah dikehidupan sekolah mereka seperti halnya siswa penyandang hambatan menghadapi kesulitan. Masalahnya mungkin berbeda, namun membutuhkan dorongan dan nasehat yang sama. Perke(1989) memberikan empat petunjuk yang dapat membantu guru dalam memenuhi kebutuhan siswa – siswa tersebut

  • Terima setiap siswa sebagai seorang yang memiliki kemampuan berbeda
  • Menciptakan pembelajaran berbasis siswa
  • Merancang model-model pengajaran yang menghargai sumbangan yang khas dari tiap siswa
  • Ingatlah”siswa berbakat bukanlah yang lebih baik”mereka hanya berbeda dalam kemampuan, kebutuhan dan minat

Perbedaan Dalam Kelas

Perbedaan dalam kurikulum kelas merupakan suatu srategi penting meningkatkan keberhasilan siswa yang berbakat. Perbedaan perlu disebabkan oleh tiga sifat penting siswa-siswa tersebut:

  • Mereka seringkali memiliki kepentingan yang berbeda dari siswa lainnya
  • Mereka seringkali memiliki kemampuan mempelajar pelajaran baru lebih cepat dibanding siswa lain
  • Mereka seringkali memiliki kemampuan dan belajar lebih banyak dl;am pelajaran yang mereka pelajari (piirto, 1994 dalam J.David Smith2006)

Perbedaan yang diperlukan dalam memberi pengajaran bagi siswa dengan kategori keberbakatan harus dilakukan dalam beberapa cara:

  • Perbedaan minat
  • Perbedaan dalam rentangan belajar
  • Perbedaan dalam kedalaman
  • Perbedaan kemandirian berfikir dan bimbingan belajar

Jenis pelajaran diatas dapat terjadi di kelas berpusat pada siswa. Beberapa ciri student-centered classroom sebagai berikut:

  • Tiap siswa adalah partnern dalam pembuatan keputusan kurikulum. Stiap siswa diperbolehkan ikut serta dalam aktifitas yang terencana dan dapat mengambil pilihan untuk mengembangkan kemampuannya
  • Pembelajaran kelompok individu, kelompok kecil dan seluruh kelompok dipermudah
  • Guru dpat berpindah-pindah dari kelompok yang satu kekelompok yang lainnya, untuk tugas individu dan aktifitas kelompok seluruhnyiharapkan ada sepanjang hari
  • Diharapkan ada tingkat aktifitas dan keributan yang beralasan. Siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran diharapkan aktif setiap saat
  • Perencaan individual dibuat dan dilakukan oleh semua siswa. Rencana-renca itu berdasarkan pada kemampuan, prestasi dan kepentingan siswa

Menurut silverman 1986-1988 memberikan saran-saran untuk kesempatan pendidikan bagi perempuan yang berbakat sebagai berikut:

  • Memiliki harapan yang tinggi bagi pencapaian pendidikan perempuan
  • Percaya pada kemampuan logis dan matematis perempuan
  • Berikan pria dan perempuan dengan model peranan perempuan yang positif
  • Rekrut perempuan secara aktif dalam penempatan posisi yang tinggi dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan
  • Dorong tingkat ketertarikan dan bakat yang lebih luas bagi perempuan
  • Berilah perhatian yang lebih besar dalam penggunaan bahasa non-seksis (bias gender) dalam matra pelajaran,komunikasi kelas, dan bahasa secara umum

DAFTAR SUMBER

Depdiknas. 2007. Pedoman Khusus Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta : Depdiknas

Ningsih, Puja. 2010.Anak Berkebutuh Khusus. http://eprints.uny.ac.id/3023. (online) diakses tanggal 10 Februari 2012

Sumekar, Ganda. 2009. Anak Berkebutuhan Khusus, Cara Membantu Mereka Agar Berhasil dalam Pendidikan Inklusif. Padang : UNP Press

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s