Aside

NILAI SAINS BAGI PENGEMBANGAN KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTOR ANAK

 Image

Sains untuk anak

Pengenalan sains untuk anak usia dini dilakukan untuk mengembangkan kemampuan sebagai berikut:

  1. Eksplorasi dan infestigasi, yaitu kegiatan untuk mengamati dan menyelidiki objek dan fenomena yang ada di alam
  2. Mengembangkan keterampilan proses sains dasar, seperti melalukan pengamatan, mengukur, menggunakan bilangan, dan mengkomunikasikan hasil pengamatan
  3. Mengembangkan rasa ingin tahu, senang, dan mau melakukan kegiatan inkuiri dan discoveri
  4. Memahami pengetahuan tentang berbagai benda baik ciri, struktur, maupun fungsinya.

Topik-topik sains yang menarik untuk anak adalah melakukan infestigasi terhadap hal-hal berikut:

  1. Gerak

Seperti gerak bola, bola pimpong, kelereng, mobil-mobilan, tamiya, dan gasing.

  1. Menuang

Seperti menuang air dan pasir, serta benda-benda lainnya seperti biji-bijian.

  1. Menimbang

Anak mencoba menggunakan timbangan, baik timbangan yang dibuat sendiri maupun timbangan dengan skala.

  1. Busa sabun

Anak-anak senang bermain busa. Dengan menyediakan berbagai macam bentuk anak dapat berkreasi, seperti membuat jendela, pintu dan atap dari busa

  1. Tenggelam dan Terapung

Anak dapat menyelidiki benda mana yang terapung dan benda mana yang tenggelam

  1. Magnet

Anak-anak dapat melakukan investigasi untuk untuk menemukan benda-benda yang menempel pada magnet dan yang tidak.

  1. Bayangan

Contoh dengan senter anak disuruh bagaimana caranya membentuk bayangan raksasa atau bayangan yang kecil.

  1. Perubahan wujud benda

Anak-anak suka memperhatikan perubahan wujud benda, seperti es yang mencair atau bahan yang berubah wujudnya karena dimasak.

  1. a.      Nilai sains bagi pengembangan kognitif anak

Mengacu pada perkembangan kognitif anak yang terpenting adalah bukan anak yang menyerap sebanyak-banyaknya pengetahuan, tetapi adalah bagaimana anak dapat mengingat dan mengendapkan yang diperolehnya, serta bagaimana ia dapat menggunakan konsep dan prinsip yang dipelajarinya itu dalam lingkup kehidupannya atau belajarnya. Jadi nilai yang sesungguhnya dari sifat pengembangan kognitif harus mengarah pada dua dimensi , yaitu dimensi isi dan dimensi proses.

Dalam dimensi pengembangan pembelajaran sains pada anak, hendaklah cara-cara dan tindakan guru terkontrol pada pendekatan-pendekatan yang mengarah pada tindakan yang benar. Ketepatan guru dalam melaksanakan tindakan-tindakan dalam pembelajaran akan berdampak positif pada anak, jaka pendek maupun jangka panjang yaitu bagi kehidupan anak kelak karena sesungguhnya pengalaman-pengalaman masa kecil merupakan indikator kehidupan seseorang dimasa depannya, kegiatan-kegiatan masa kecil seseorang merupakan simulasi bagi kehidupan dewasanya (Solehudin,1997)

 

  1. b.      Nilai sains bagi pengembangan afektif anak

Dimensi afeksi tidak dapat melekat kuat sebagai suatu dampak pembelajaran, jika diperkenalkan dan ditanamkan pada anak melalui sajian verbal semata, tetapi hendaklah diperkenalkan dan disajikan melaluiki keterlibatan anak dalam prilaku nyata, sehingga nilai afeksi yang dikembangkan merupakan suatu pola prilaku yang benar-benar diwujudkan dalam perbuatan. Pembelajaran sains sesuai dengan karakteristiknya banyak memberikan kesempatan pada anak untuk dapat mengekspresikan emosi pada duniany.

Dalam konteks belajar, kejadian-kejadian tersebut adalah yang lazim disebut dengan anak belajar dan berkembang dari lingkungannya. Begitu besarnya pengaruh kehidupan dan lingkungan anak terhadap pembentukan niali afeksi pada diri anak, maka tugas guru yang terpenting dalam pembalajaran sains adalah menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan, bermakna, menyentuh anak sehingga dapat menumbuh kembangkan afeksi anak secara positif ( Abruscato, 1982). Artinya dapat membentuk anak yang memilki jati diri dan sikap-sikap sebagai ilmuan.

  1. c.       Nilai sains bagi pengembangan psikomotorik anak

Nilai pengembangan pembelajaran sains berkontribusi positif pada kemajuan kognitif dan afeksi anak ,pengembangan pembelajaran sains yang melibatkan anak secara optimal akan mampu membantu perkembangan psikomotorik anak.terkait dengan sifat perkembangan psikomotorik ,biasanya mengarah pada tuntutan anak memiliki kesanggupan untuk menggerakan anggota tubuh dan bagian-bagiannya.ini diperuntukan agar anak dapat memanipulasi lingkungannya.pengembangan pembelajaran sains,dengan sifat-sifat yang melekat nya dapat membantu meningkatkan keterampilan psikomotorik anak.motorik kasar anak dapat berkembang melalui aktifitas sains sebagai pengganti, misal dengan cara membentuk bangunan dari pasir ,tanah,bercocok tanam bunga dll.sedangkan keterampilan motorik halus dapat dilakukan melalui aktifitas menggaris dengan pensil dan penggaris ,mengukur ,memilah benda-benda kasar atau halus,menggunting dll.pengalaman motorik akan banyak di peroleh anak melalui kegiatan sains ,dan sebaliknya kegiatan bersifat motoris dapat menjadi aktifitas sains yang benilai kognitif maupun afektif,artinya aktifitas motorik akan berkontribusi positif terhadap pembentukan kognitif dan afektif anak dan pengenalan  dan penguasaan sains.

NILAI SAINS BAGI PENGEMBANGAN KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTOR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s