kesulitan belajar

Standard

 

 “KESULITAN BELAJAR PADA ANAK”

OLEH

 

KESULITAN BELAJAR PADA ANAK

  1. A.    PENGERTIAN KESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar (learning disability) adalah istilah umum yang mengacu pada beragam kelompok gangguan yang terlihat pada kesulitan dalam menguasai dan menggunakan kemampuan mendengarkan , berbicara , membaca, menulis, atau kemampuan matematis.

Gangguan ini bersifat internal bagi bagi individu dan diperkirakan penyebabnya adalah tidak berfungsinya sistem saraf pusat, dapat muncul selama rentang kehidupan. Kesulitan-kesulitan dalam mengatur sikap siri sendiri, persepsi sosial dan interaksi sosial dapat terjadi bersamaan dengan kesulitan belajar namun tidakmerupakan suatu bentuk ketidakmampuan belajar dapat terjadi bersama-sama atau disertai dengan kondisi kecacaran (handicapped) lainnya, misalnya gngguan sensorik (sensory impairment) , terbelakang mental (mental retardation).

  1. B.     MACAM-MACAM KESULITAN BELAJAR

Secara garis besar kesulitan belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok; 1) Kesulitan belajar yang berhubungan daengan perkembangan (developmental learning disabilities), dan 2) Kesulitan belajar akademik (academic learnimg disabilities). Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan mencakup gangguan motorik dan persepsi, kesulitan belajar bahasa dan komunikasi, dan kesulitan belajar dalam penyesuaian perilaku sosial. Kesulitan belajar akademik menunjuk pada adanya kegagalan-kegagalan pencapaian prestasi akademik yang sesuai dengan kapasitas yang diharapkan. Kegagalan-kegagalan tersebut mencakup penguasaan ketrampilan menulis dan membaca.

Dari kedua kelompok kesulitan belajar tersebut dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Dilihat dari jenis kesulitan belajar:

a) Ada yang berat,

b) Ada yang sedang

  1. Dilihat dari bidang studi yang dipelajari:

a) Ada yang sebagian bidang studi,

b) Ada yang keseluruhan bidang studi

  1. Dilihat dari sifat kesulitannya:

a) Ada yang sifatnya permanen atau menetap,

b) Ada yang sifatnya hanya sementara

  1. Dilihat dari segi faktor penyebabnya:

a) Ada yang karena faktor inteligensi,

b) Ada yang karena faktor non inteligensi

  1. C.    KARAKTERISTIK ANAK BERKESULITAN BELAJAR
  2. Anak yang mengalami kesulitan membaca (disleksia)
    1. Perkembangan membaca terlambat
    2. Kemampuan memahami bacaan rendah
    3. Kalau membaca sering banyak kesalahan
  3. Anak yang mengalami kesulitan menulis (disagrafia)
    1. Kalau menulis tulisan sering terlambat selesai.
    2. Sering salah menulis huruf b dengan p,p dengan q, v dengan u,2 dengan 5,6 dengan 9 dan sebagainya
    3. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca
    4. Tulisannya banyak salah/terbaik/huruf hilang
    5. Sulit menulis dengan lurus pada kertas tidak bergaris
  4. Anak yang mengalami kesulitan berhitung (diskalkulia)
    1. Sulit mengoperasikan hitungan
    2. Sering salah membilang dengan urut
    3. Sering salah membedakan angka 9 dengan 6,17 dengan 71, 2 dengan 5, 3 dengan 8 dan sebagainya.
    4. Sulit membedakan bangun-bangun.
  1. D.    MASALAH YANG DIHADAPI SISWA BERKESULITAN BELAJAR DI SEKOLAH
  2. Masalah bahasa (language problems)

Voget mengatakan (1975) bahwasannya anak –anak yang tidak dapat membaca dengan baik disekolah mempunyai kesulitan bahasa.Terrell percaya, bila anak –anak dengan hambatan bahasa masuk sekolah, kesulitan belajar mereka dapat dikurangi dengan menekankan pada bacaan dan akuisi dan kemampuan akademis lainnya.

Masalah-masalah bahasa seringkali menyangkut kesulitan dalam mengatur bahasa untuk mendapatkan komunikasi yang efektif. Anak-anak yang seperti ini sering diseut dengan sebutan “backward” artinya terbelakang ,atau seperti “baby talk” berbicara seperti bayi.

  1. Masalah perhatian dan aktivitas (attention and activity problems)

Anak-anak yang masih kecil tidak dapat diharapkan memfokuskan perhatiannya pada suatu benda, peristiwa atau orang dalam waktu yang lama. Anak-anak sekolah taman kanak-kanak biasanya masih belajar untuk “mengabaikan” informasi.guru yang efektif harus memiliki kepekaan terhadap anak-anak.  Sebagian anak yang terus-menerus tidak dapat memusatkan perhatian akan dianggap mempunyai masalah-masalah perhatian (attention problem).

  1. Masalah daya ingat

Dalam penelitian Swanson (1990) melakukan test terhadap kemampuan memeori anak , mereka bisa membedakan antara anak yang mempunyai hambatan belajar dan yang tidak.berkurangnya fungsi memory pada anak yang mengalami hambatan belajar berkaitan dengan tidak adanya strategi memory yang efektif.

  1. Masalah kognisi (cognitive problems)

Anak-anak berkesulitan belajar sering memunculkan sikap di dalam kelas yang menunjukkan kurang kemampuan dalam menganalisis, membuat perencanaan dan pengaturan dalam suatu masalah.

  1. Masalah sosial dan emosi (social dan emotional problems)

Kesulitan yang memungkinkan lainnya bagi masalah-masalah sosial dan emosi yang dihadapi anak berkesulitan. Mereka salh menafsirkan kimunikasi emosional dan sosial dari orang lain. Mereka juga tidak memahami dampak dari sikapnya sendiri pada orang lain.

  1. E.     CARA MEMBANTU ANAK BERKESULITAN BELAJAR DIKELAS INKLUSIF

Cara-cara yang praktis dalam pembelajaran kepada seluruh anak ialah:

  1. Strategi pembelajaran untuk anak dengan masalh perhatian/konsentrasi
    1. Ubahlah cara mengajarka dan jumlah materi baru yang akan diajarkan.
    2. Adakan pertemuan dengan anak.
    3. Bimbingan anak lebih dekat ke proses pembelajaran
    4. Berikan dorongan secara langsung dan berulang-ulang
    5. Utamakan ketekunan perhatian daripada kecepatan menyelasaikan tugas
    6. Ajarkan self –monitoring of attention.
    7. Strategi pembelajaran untuk anak dengan masalah daya ingat  (memory)
      1. Ajarkan menggunakan highlighting untuk membantu memancing ingatan.

Contoh penerapan highlighting kepada anak dengan dengan me-review satu materi bacaan dari buku teks mungkin sangat membantu.

  1. Ajarkan anak yang bermasalah dengan daya ingat untuk berlatih mengulang dan mengingat
  2. Strategi pembelajaran untuk anak dengan masalah kognisi
    1. Berikan materi yang dipelajari dalam konteks”highmeaning”.
    2. Menunda ujian akhir dan penilaian.
    3. Tempatkan anak dalam konteks pembelajaran yang “tidak pernah gagal”.
    4. Strategi pembelajaran untuk anak dengan masalah sosial dan emosional
      1. Buatlah sistem penghargaan kelas yang dapat diterima dan diakses
      2. Membentuk kesadaran tentang diri dan orang lain
      3. Mengajarkan sikap positif
      4. Strategi lain dalam membantu anak berkesulitan belajar

Beberapa strategi lainnya dalam membantu anak berkesulitan belajar yang dapat memberikan keberhasilan pembelajaran yang lebih besar , seperti dibawah ini:

  1. Mencari dan memantapkan kekuatan anak
  2. Menyediakan struktur dan petunjuk yang jelas. Serta memastikan bahwa anak memberi harapan guru
  3. Bersikap fleksibel dengan prosedur diruang kelas (misalnya, mengizinkan pemakaian tape recorder dan kalkulator)
  4. Menggunakan materi yang dapat dikoreksi sendiri
  5. Menggunakan computer dan teknologi lainnya
  6. Anak dan kesulitan belajar sering memerlukan waktu untuk tumbuh dan dewasa-bersabarlah.

Suatu model inklusi bagi anak berkesulitan belajar yang dicontohkan oleh the corvalis , montana ,project , menjelaskan bahwa proyek tersebut menerapakan ssuatu program inklusi yang telah diangkat sebagai model program,meliputi komponen-komponen berikut:

  1. Layanan konsultatif

Guru bersama-sama memutuskan perubahan dan adaptasi yang diperlukan untuk mempermudahkeberhasilan anak

  1. Pembelajaran tim

Usaha-usaha kerjasama bisa berbentuk salah seorang guru mengajarkan materi pelajaran, sementara yang lainnya, memenuhi perhatian individual agar mendapat keuntungan dari pelajaran.

  1. Sesi tutorial

Sesi –sesi proses pembelajaran individual dan kelompok kecil diberikan bagi anak-anak berkesulitan belajar atau yang mengalami hambatan perkembangan lainnya.

  1. Pembelajaran lintas kurikulum

Guru dari kelas yang berbeda bekerja sama dalam membuat acara-acara sekolah seperti anak dari berbagai usia, juga dari tingkat kemampuan yang berbeda, dilibatkan dalam kegiatan ini.

  1. Pembelajaran kooperatif

Bekerja sama dalam kelompok akan mendorong perkembangan kemampuan sosial dan komunikasi anak-anak,pembelajaran kooperatif ini sangat tepat untuk menciptakan sifat toleransi pada anak-anak dan merasakan manfaat dari usaha bersama.

  1. Tutor sebaya

Agar memperkokoh hubungsn di dalam kelas.

  1. Alat bantu (assistive technology)

Alat bantu ini bisa berupa alat bantu dasar seperti : sendok  dan baki , sehingga anak dengan hambatan fisik kategori berat dapat makan dengan baik dan menggunakan peralatan komputer dengan lancar.

  1. Pembelajaran dengan bantuan komputer( computer-assisted intruction).

Komputer terbukti berperan dalam membantu anak penyandang hambatan agar mereka dapat belajar lebih efektif.Perangkatkeras dan lunak komputer dapat berguna dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif bagi anak-anak berkesulitan belajar dan yang mengalami hambatan lainnya.

Beberapa fungsi komputer yang dapat meningkatkan proses pembelajaran yang lebih berhasil antara lain:

  1. Menyediakan tahapan tutorial matematika serta pelatihan dan praktik matematika
  2. Memberikan latihan dan praktik ejaan , serta fungsi cek ejaan
  3. Meningkatkan kelancaran menulis dengan memberikan revisi secara mudah
  4. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan tata cara berfikir yang lebih tinggi melalui latihan dan simulasi .


 

DAFTAR PUSTAKA

Sumekar, Ganda.(2009). Anak Berkebutuhan Khusus (Cara Membantu Mereka Agar Berhasil       Dalam Pendidikan Inklusif),Padang:UNP Press.

Abdurrahman, Mulyono.(2003). Pendidikan bagi anak berkebutuhan belajar. Jakarta:Rineka Cipta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s