ANALISIS PAUD LAUT BIRU Jl. PATENGGANGAN KEL. AIR TAWAR BARAT KEC. PADANG UTARA

Standard

A.      DESKRIPSI TEMPAT PAUD LAUT BIRU

                PAUD Laut Biru terletak di jalan Patenggangan kel. Air Tawar Barat Kec. Padang Utara. Tepatnya berdekatan dengan asrama putri Universitas Negeri Padang dibelakang lapangan voli dan terletak di pinggiran pantai.

Image

                PAUD ini didirikan pada 5 tahun yang lalu melalui program PKK dan BKB posyandu yang awalnya bertempat di ruang TPA (taman Pendidikan Al-qur’an) mesjid. Dan pada kejadian gempa 30 September 2009 silam  mesjid tersebut mengalami keretakan sehingga pengajar dan orang tua anak khawatir dengan kondisi tersebut. Sehingga sejak kejadian itu PAUD Laut Biru dipindahkan ke rumah salah seorang warga yang sekaligus menjadi pengelola PAUD tersebut yang bernama ibu Lisa.

Kondisi rumah tersebut kurang mendukung untuk proses pembelajaran sebab lapangan untuk bermain bagi anak kecil hanya sekedar di halaman sekaligus jalan bagi masyarakat sekitar dengan luas lebih kurang 40 meter persegi sehingga membatasi ruag gerak anak. Ditambah lagi banyaknya tanaman yang hampir separoh halaman terpenuhi. Alat permainan yang ada di luar kelas sangat minim sehingga anak-anak berebutan untuk mendapat giliran bermian. Rak sepatu untuk anak tidak tersedia sehingga sepatu anak bertebaran kemana-mana.

Image

Ruangan di dalam kelas juga sangat memprihatinkan. Ruangan hanya terdiri dari satu kelas yang luasnya 12 meter persegi sehingga antara anak kelompok A dengan anak kelompok B digabung dalam satu ruangan.

B.      ANALISIS MASALAH

Berdasarkan analisis yang kami lakukan di PAUD Laut Biru, kami menemukan bebrapa permasalahan yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran. Masalah-masalah tersebut dapat terlihat dari beberapa segi berikut ini.

1.       PENATAAN LINGKUNGAN

Penataan lingkungan di PAUD Laut Biru ini kurang kondusif dan sangat memprihatinkan dalam proses belajar megajar, seperti analisis yang telah kami lakukan. Kami menemukan banyaknya kekurangan-kekurangan seperti keadaan pagar yang sudah rapuh dan tidak layak lagi untuk digunakan. Sehingga untuk membuka pagar tersebut harus diangkat terlebih dahulu barulah  pagar itu bisa dibuka. Karena PAUD ini beralokasi di tempat warga maka dari itu pekarangannya dipenuhi oleh tanaman-tanaman yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan oleh PAUD itu sendiri . banyaknya tanaman-tanaman tersebut mengakibatkan sempitnya pekarangan dan mempengaruhi gerak anak untuk bermain diluar kelas, ditambah lagi fasilitas yang kurang lengkap untuk barmain anak diluar seperti hanya ada satu ayunan,satu jembatan gantung, dan satu seluncuran.

ImageIni mengakibatkan anak-anak sering bertengkar karena takut tidak mendapat giliran bermain. Dan juga PAUD ini kurang dilengkapi dengan rak sepatu sehingga sepatu-sepatu anak tidak tersusun rapi tetapi malah bertebaran kemana-kemana. Ini akan mengakibatkan kebingungan bagi anak dalam mengambil sepatu ketika pembelajaran  usai.  Lapangan untuk baris-berbarisnya juga tidak ada, anak-anak hanya berbaris dijalan yang digunakan oleh masyarakat setempat.

PAUD ini berada di lingkungan yang perumahan penduduknya terlalu rapat dengan PAUD. Sehingga anak tidak terfokus pada pembelajaran ini dipengaruhi oleh faktor rumah penduduk yang rapat dan juga sebagian ada  yang berjualan disekitaran tersebut

2.       GERAKAN YANG DILAKUKAN

Berdasarkan analisis yang kami lakukan permasalahan yang kami temukan dalam hal gerak adalah gerakan-gerakan yang diberikan oleh guru hanya sedikit. Gerakan-gerakan tersebut kurang merangsang semangat anak dalam belajar. Gerakan yang sedikit membuat perkembangan otak anak kurang bisa berkembang dengan baik. Padahal gerakan yang seimbang bisa meningkatkan perkembangan otak anak.

Image

Gerakan –gerakan yang diberikan oleh guru tersebut lebih berkenaan dengan kebugaran fisik anak tapi gerakan tersebut kurang berfungsi terhadap perkembangan otak anak- pada hal gerakan yang baik adalah gerakan yang bisa menjaga fisik anak dan bisa mengembngkan otak anak dengan baik. Anak-anak lebih terlihat kaku dalam belajar karena kurangnya gerakan yang diberikan kepada anak. Anak-anak PAUD tersebut dalam fase aktif bergerak, jadi anak harus banyak diberikan gerakan agar anak bisa menyalurkan energinya dengan baik dan sesuai. Akibat dari kurangnya gerakan yang diberiken kepada anak menyebabkan anak-anak sering mengganggu teman-temannya yang lain akhirnya terjadi keributan disaat belajar.

3.       SIKLUS BIOKOGNITIF

Permasalahan yang kami temukan berdasarkan analisis terhadap siklus biokognitif adalah kurangnya fasilitas yang disediakan oleh pihak yayasan sehingga biokognitif anak kurang berkembang dengan baik.

ImageAlat permainan yang disediakan oleh sekolah memang alat permainan  yang bisa merangsang perkembangan otak anak tapi alat permainan tersebut terbatas sehingga tidak semua anak bisa mendapatkan permainan tersebut. Dengan kurangnya alat permainan anak-anak ini menyebabkan anak –anak sering berebutan dengan teman-temannya. Terkadang mereka bertengkar dengan temanya karena mereka tidak mau bergantian dengan temannya. Karena kurangnya alat permainan ini bisa mengakibatkan kurang termanfaatkannya fasilitas yang telah disediakan dan perkembangan anak juga tidak bisa dicapai dengan baik.

4.       MASALAH PENERAPAN DISIPLIN

Permasalahan yang kami temukan  berdasarkan analisis penerapan disiplinnya ada tapi masih terbatas. Penerapan disiplin yang disediakan hanya sedikit dan penggunannya juga tidak optimal. Seperti penerapan disiplinnya yang ada hanya gambar gerakan sholat dan gambar yang lainnya tidak tersedia.

Image C.      SOLUSI DENGAN BASIS NEUROSAINS

Dari berbagai macam masalah yang kami temukan, ada beberapa solusi yang dapat dipakai untuk permasalahan yang ada di PAUD Laut Biru.

  1. Solusi untuk penataan lingkunganya adalah rasa tangungjawab dari pihak kelurahan untuk menyediaan tempat yang efisien dan efektif untuk pembelajaran PAUD. Menyediakan fasilitas yang lebih memadai agar tumbuh kembang anak bisatercapai dengan maksimal. Jika disediakan tempat sebaiknya lingkungan yang jauh dari pantai dan keramainan seperti di depan jalan raya. Penataan lingkungannya juga disesuaikan dengan syarat standar penataan ruangan dan pendirian bangunan. Seperti ruangan kelas tersebut disinari sinar matahari langsung. Cat dinding berwarna cerah yang menimbulkan efek positif terhadap pembelajaran dan memiliki halaman yang luas untuk tempat pembelajaran out door dan tempat untuk bermain agar anak tidak barmain sampai keluar pekarangan sekolah. Dan diusahakan pekarangan tersebut diberi pagar agar anak tidak berkeliaran kemana-mana saat istirahat.
  2. Solusi untuk gerakan yang dilakukan adalah seorang guru harus bisa menyediakan berbagai macam gerakan yang bisa meningkatkan tumbuh kembang otak anak dan fisiknya secara baik. Seperti senam otak yang diiringi musik sederhana. Bernyanyi dengan menggunakan berbagai macam gerakan bukan saja hanya bertepuk tangan. Gerakan yang dilakukan sebaiknya dimlai sewaktu pagi hari sebelum belajar dan diselingi pada kegiatan pembelajaran berlangsung. Ini bertujuan agar anak tidak merasa kaku saat belajar dan juga agar merasa lebih segar atau fresh.
  3. Solusi untuk siklus biokognitif adalah pihak dari kelurahan sebaiknya menyediakan fasilitas yang menunjang proses pembelajaran anak seperti menyediakan alat permainan yang bisa meningkatkan tumbuh kembang otak anak yang lebih banyak lagi sesuai dengan jumlah anak sehingga anak tidak berebutan mainan dengan temannya. Dari pihak guru, sebaiknya guru lebih kreatif lagi untuk menciptakan alat permainan yang bisa menunjang proses pembelajaran walaupun dari alat-alat bekas atau alat-alat sederhana lainnya. Guru juga bisa mengajak anak untuk bisa membuat alat mainan bersama yang berasal dari alat-alat bekas.  Contohnya anak disuruh menggunting botol Aqua bekas dan membentuk sebuah bunga.
  4. Solusi penerapan disiplin adalah pihak kelurahan atau pihak guru menyediakan berbagai bentuk kedisiplinan dengan menggunakan gambar bukan kata-kata. Guru harus lebih kreatif dalam membuat berbagai macam gambar yang bisa dijadikan sumber kedisiplinan bagi anak, tidak harus gambar-gambar yang dibeli dari luar dan membutuhkan banyak biaya dan menguras banyak kantong.

Image

semoga ini bisa bermanfaat untuk kita, khususnya untuk pendidikan anak usia dini, agar kita lebih efektif untuk melaksanakan pembelajaran🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s