kehamilan

Standard

oleh Melly handayani, makalah ini kami bahas disaat kami melakukan pebelajaran antropobiologi anak usia dini 

KEHAMILAN

1.    PENGERTIAN KEHAMILAN

Banyak wanita hamil berpendapat bahwa kehamilan membuat mereka merasa menjadi orang lain , dengan postur tubuh ,perasaan dan tingkah laku yang berbeda.

Para dokter dan eneliti memahami karakter wanita hamil , karena wanita dengan janin ayang tumbuh dalam kandungannya berada dalam keadaan yang istimewa dan unik.

Kehamilan adalah kondisi dimana seorang wanita memiliki janin yang sedang tumbuh di dalam tubuhnya (yang pada umumnya di dalam rahim). Kehamilan pada manusia berkisar 40 minggu atau 9 bulan, dihitung dari awal periode menstruasi terakhir sampai melahirkan. Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus, agar dapat berlangsung dengan baik kehamilan mengandung kehidupan ibu maupun janin.

Kehamilan adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum dibuahi dan pembuahan ovum akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm (Guyton, 1997).

Kehamilan adalah dikandungnya janin hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma (Kushartanti, 2004).

Masa kehamilan dimulai dan konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terahir (Hanifa, 2000).

Kehamilan merupakan periode krisis yang akan berakhir dengan dilahirkannya bayi. Selama kehamilan, pada umumnya ibu mengalami perubahan baik fisik maupun psikis yang tampaknya hal tersebut berhubungan dengan perubahan biologis yang dialaminya. Emosi Ibu hamil cenderung labil. Reaksi yang ditunjukkan terhadap kehamilan dapat saja berlebihan dan mudah berubah ubah.

Ada empat perubahan utama fungsi tubuh yang terjadi karena kehamilan sebagai berikut:

a.      Kadar hormon yang mengontrol siklus haid mengalami perubahan besar-besaran setelah pembuahan.

b.      Sistem kekebalan tubuh yaitu antibodi dan sel-sel darah putih, dirancang untuk mengindentifikasi dan mengahancurkan zat –zat asing yang masuk kedalam tubuh, seperti virus dan bakteri.

c.        Janin dalam rahim membutuhkan makanan, rahim sang ibu bekerja sama dengan jaringan-jaringan janin yang sedang tumbuh memaksa plasenta untuk melakukan tugas tersebut.

d.      Makanan yang bergizi yang harus diterimanya membuat tubuh janin berkembang.

2.    KEHAMILAN BERESIKO TINGGI

a.      Defenisi

 

Untuk menentukan suatu kehamilan resiko tinggi, dilakukan penilaian terhadap wanita hamil untuk menentukan apakah dia memiliki keadaan atau ciri-ciri yang menyebabkan dia ataupun janinnya lebih rentan terhadap penyakit atau kematian (keadaan atau ciri tersebut disebut factor resiko).

Kehamilan Resiko Tinggi adalah suatu kehamilan yang memiliki resiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan.

 

b.       Faktor Resiko Sebelum Kehamilan

Sebelum hamil, seorang wanita bisa memiliki suatu keadaan yang menyebabkan meningkatnya resiko selama kehamilan. Selain itu, jika seorang wanita mengalami masalah pada kehamilan yang lalu, maka resikonya untuk mengalami hal yang sama pada kehamilan yang akan datang adalah lebih besar.

a)      Karakteristik ibu

Usia wanita mempengaruhi resiko kehamilan.Anak perempuan berusia 15 tahun atau kurang lebih rentan terhadap terjadinya pre-eklamsi(suatu keadaan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, protein dalam air kemih dan penimbunan cairan selama kehamilan) dan eklamsi (kejang akibat pre-eklamsi). Mereka juga lebih mungkin melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau bayi kurang gizi.

Wanita yang berusia 35 tahun atau lebih, lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi,diabetes atau fibroid di dalam rahim serta lebih rentan terhadap gangguan persalinan.Diatas usia 35 tahun, resiko memiliki bayi dengan kelainan kromosom (misalnya sindroma Down) semakin meningkat. Pada wanita hamil yang berusia diatas 35 tahun bisa dilakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosentesis) untuk menilai kromosom janin.

Seorang wanita yang pada saat tidak hamil memiliki berat badan kurang dari 50 kg, lebih mungkin melahirkan bayi yang lebih kecil dari usia kehamilan (KMK, kecil untuk masa kehamilan). Jika kenaikan berat badan selama kehamilan kurang dari 7,5 kg, maka resikonya meningkat sampai 30%. Sebaliknya, seorang wanita gemuk lebih mungkin melahirkan bayi besar. Obesitas juga menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya diabetes dan tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Seorang wanita yang memiliki tinggi badan kurang dari 1,5 meter, lebih mungkin memiliki panggul yang sempit. Selain itu, wanita tersebut juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami persalinan prematur dan melahirkan bayi yang sangat kecil.

b)      Peristiwa Pada Kehamilan yang Lalu

 

Seorang wanita yang 3 kali berturut-turut mengalami keguguran pada trimester pertama, memiliki resiko sebesar 35% unuk mengalami keguguran lagi. Keguguran juga lebih mungkin terjadi pada wanita yang pernah melahirkan bayi yang sudah meninggal pada usia kehamilan 4-8 minggu atau pernah melahirkan bayi premature.

Sebelum mencoba hamil lagi, sebaiknya seorang wanita yang pernah mengalami keguguran menjalani pemeriksaan untuk:

  • kelainan kromosom atau hormone
  • kelainan struktur rahim atau leher Rahim
  • penyakit jaringan ikat misalnya lupus
  • reksi kekebalan pada janini biasanya ketidaksesuaian Rh

Jika penyebab terjadinya keguguran diketahui, maka dilakukan tindakan pengobatan.
Kematian di dalam kandungan atau kematian bayi baru lahir bisa terjadi akibat:

  • Kelainan kromosom pada bayi
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal atau pembuluh darah menahun
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyalahgunaan obat
  • Penyakit jaringan ikat pada ibu (misalnya lupus).

Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi prematur, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur pada kehamilan berikutnya. Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi dengan berat badan kurang dari 1,5 kg, memiliki resiko sebesar 50% untuk melahirkan bayi prematur pada kehamilan berikutnya.

Jika seorang wanita pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 5 kg, mungkin dia menderita diabetes. Jika selama kehamilan seorang wanita menderita diabetes, maka resiko terjadinya keguguran atau resiko kematian ibu maupun bayinya meningkat. Pemeriksaan kadar gula darah dilakuka pada wanita hamil ketika memasuki usia kehamilan 20-28 minggu.

Seorang wanita yang telah mengalami kehamilan sebanyak 6 kali atau lebih, lebih mungkin mengalami:

  • kontraksi yang lemah pada saat persalinan (karena otot rahimnya lemah)
  • perdarahan setelah persalinan (karena otot rahimnya lemas)
  • persalinan yang cepat, yang bisa menyebabkan meningkatnya resiko perdarahan vagina yang berat
  • plasenta previa (plasenta letak rendah)

 

 Jika seorang wanita pernah melahirkan bayi yang menderita penyakit hemolitik, maka bayi berikutnya memiliki resiko menderita penyakit yang sama. Penyakit ini terjadi jika darah ibu memiliki Rh-negatif, darah janin memiliki Rh-positif dan ibu membentuk antibodi untuk menyerang darah janin; antibodi ini menyebabkan kerusakan pada sel darah merah janin.
Pada kasus seperti ini, dilakukan pemeriksaan darah pada ibu dan ayah. Jika ayah memiliki 2 gen

untuk Rh-positif, maka semua anaknya akan memiliki Rh-positif; jika ayah hanya memiliki 1 gen untuk Rh-positif, maka peluang anak-anaknya untuk memiliki Rh-positif adalah sebesar 50%.

Biasanya pada kehamilan pertama, perbedaan Rh antara ibu dengan bayinya tidak menimbulkan masalah, tetapi kontak antara darah ibu dan bayi pada persalinan menyebabkan tubuh ibu membentuk antibodi. Akibatnya, resiko penyakit hemolitik akan ditemukan pada kehamilan berikutnya.

Tetapi setelah melahirkan bayi dengan Rh-positif, biasanya pada ibu yang memiliki Rh-negatif diberikan immunoglobulin Rh-nol-D, yang akan menghancurkan antibodi Rh. Karena itu, penyakit hemolitik pada bayi jarang terjadi.

Seorang wanita yang pernah mengalami pre-eklamsi atau eklamsi, kemungkinan akan mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya, terutama jika diluar kehamilan dia menderita tekanan darah tinggi menahun.

Jika seorang wanita pernah melahirkan bayi dengan kelainan genetik atau cacat bawaan, biasanya sebelum merencanakan kehamilan berikutnya, dilakukan analisa genetik pada bayi dan kedua orangtuanya.

c)      Kelainan Stuktur

 

Kelainan struktur pada organ reproduksi wanita (misalnya rahim ganda atau leher rahim yang lemah) bisa meningkatkan resiko terjadinya keguguran.Untuk mengetahui adanya kelainan struktur, bisa dilakukan pembedahan diagnostik, USG atau rontgen.

Fibroid (tumor jinak) di dalam rahim bisa meningkatkan resiko terjadinya:

  • kelahiran prematur
  • gangguan selama persalinan
  • kelainan letak janin
  • kelainan letak plasenta
  • keguguran berulang

d)      Keadaan Kesehatan

Keadaan kesehatan tertentu pada wanita hamil bisa membahayakan ibu dan bayi yang dikandungannya. Keadaan kesehatan yang sangat penting adalah:

  • Tekanan darah yang tinggi menahun
  • Penyakit ginjal
  • Diabetes
  • Penyakit jantung yang berat
  • Penyakit sel sabil
  • Penyakit tiroid
  • Lupus
  • Kelainan pembekuan darah

e)      Riwayat Keluarga

 

Riwayat adanya keterbelakangan mental atau penyakit keturunan lainnya di keluarga ibu atau ayah menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya kelainan tersebut pada bayi yang dikandung. Kecenderungan memiliki anak kembar juga sifatnya diturunkan.

 c.       Faktor Resiko Selama Kehamilan

 

Seorang wanita hamil dengan resiko rendah bisa mengalami suatu perubahan yang menyebabkan bertambahnya resiko yang dimilikinya. Dia mungkin terpapar oleh teratogen (bahan yang bisa menyebabkan cacat bawaan), sepertiradiasi, bahan kimia tertentu, obat-obatan dan infeksi; atau dia bias mengalami kelainan medis atau komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan.

 

 a.      Obat-obatan atau infeksi

Obat-obatan yang diketahui bisa menyebabkan cacat bawaan jika diminum selama hamil adalah:

  • Alkohol
  • Phenitoin
  • Obat-obat yang kerjanya melawan asam folat (misalnya triamteren atau trimethoprim)
  • Lithium
  • Streptomycin
  • Tetracyclin
  • Talidomide
  • Warfarin

Infeksi yang bisa menyebabkan cacat bawaan adalah:

  • Herpes simpleks
  • Hepatitis Virus
  • Influenza
  • Gondongan
  • Campak Jerman (Rubella)
  • Cacar Air (Varisela)
  • Sifilis
  • Listeriosis
  • Toksoplasmosis
  • Infeksi oleh virus coxsackie atau sitomegalovirus

Merokok berbahaya bagi ibu dan janin yang dikandungnya, tetapi hanya sekitar 20% wanita yang berhenti merokok selama hamil. Efek yang paling sering terjadi akibat merokok selama hamil adalah berat badan bayi yang rendah. Selain itu, wanita hamil yang merokok juga lebih rentan mengalami:

  • komplikasi plasenta
  • ketubah pecah sebelum waktunya
  • persalinan prematur
  • infeksi rahim

Seorang wanita hamil yang tidak merokok sebaiknya menghindari asap rokok dari orang lain karena bisa memberikan efek yang sama terhadap janinnya. Cacat bawaan pada jantung, otak dan wajah lebih sering ditemikan pada bayi yang ibunya merokok. Merokok selama hamil juga bisa menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya sindroma kematian bayi mendadak.

Selain itu, anak-anak yang dilahirkan oleh ibu perokok bisa mengalami kekurangan yang sifatnya ringan dalam hal pertumbuhan fisik, perkembangan intelektual dan perilaku. Efek ini diduga disebabkan oleh karbon monoksida (yang menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh) dan nikotin (yang merangsang pelepasan hormon yang menyebabkan pengkerutan pembuluh darah yang menuju ke plasenta dan Rahim).

Mengkonsumsi alkohol selama hamil bisa menyebabkan cacat bawaan. Sindroma alkohol pada janin merupakan salah satu akibat utama dari pemakaian alkohol selama hamil. Sindroma ini ditandai dengan:

  • keterbelakangan pertumbuhan sebelum atau sesudah lahir
  • kelainan wajah
  • mikrosefalus (ukuran kepala lebih kecil), yang kemungkinan disebabkan oleh pertumbuhan otak yang dibawah normal
  • kelainan perkembangan perilaku

Sindroma alkohol pada janin seringkali menyebabkan keterbelakangan mental.
Selain itu, alkohol juga bisa menyebabkan keguguran dan gangguan perilaku yang berat pada bayi maupun anak yang sedang tumbuh (misalnya perilaku antisosial dan kurang memperhatikan).

Resiko terjadinya keguguran pada wanita hamil yang mengkonsumsi alkohol adalah 2 kali lipat, terutama jika wanita tersebut adalah peminum berat. Berat badan bayi yang dilahirkan berada di bawah normal, yaitu rata-rata 2 kg.

Suatu pemeriksaan laboratorium yang sensitif dan tidak memerlukan biaya besar, yaitukromatografi, bisa digunakan untuk mengetahui pemakaian heroin, morfin, amfetamin, barbiturat, kodein, kokain, marijuana, metadon atau fenotiazin pada wanita hamil.

Wanita yang menggunakan obat suntik memiliki resiko tinggi terhadap:

  • Anemia
  • Bakteremia
  • Endokarditis
  • Abses kulit
  • Hepatitis
  • Flebitis
  • Pneumonia
  • Tetanus
  • Penyakit menular seksual (termasuk AIDS)

Sekitar 75% bayi yang menderita AIDS, ibunya adalah pemakai obat suntik atau pramuria. Bayi-bayi tersebut juga memiliki resiko menderita penyakit menular seksual lainnya, hepatitis dan infeksi. Pertumbuhan mereka di dalam rahim kemungkinan mengalami kemunduran dan mereka bisa lahir premature.

Kokain merangsang sistem saraf pusat, bertindak sebagai obat bius lokal dan menyebabkan pengkerutan pembuluh darah. Pembuluh darah yang mengkerut bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah sehingga kadang janin tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Berkurangnya aliran darah dan oksigen bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan berbagai organ dan biasanya menyebabkan cacat kerangka serta penyempitan sebagian usus. Pemeriksaan air kemih untuk mengatahui adanya kokain biasanya dilakukan jika:

  • seorang wanita hamil tiba-tiba menderita tekanan darah tinggi yang berat
  • terjadi perdarahan akibat pelepasan plasenta sebelum waktunya.
  • terjadi kematian dalam kandungan yang sebabnya tidak diketahui

31% dari wanita pemakai kokain mengalami persalinan prematur, 19% melahirkan bayi yang pertumbuhannya terhambat dan 15% mengalami pelepasan plasenta sebelum waktunya.

Jika pemakaian kokain dihentikan setelah trimester pertama, maka resiko persalinan prematur dan pelepasan plasenta sebelum waktunya tetap meningkat, tetapi pertumbuhan janinnya normal.

b.      Keadaan Kesehatan

 

Tekanan darah tinggi pada wanita hamil bisa disebabkan oleh kehamilan atau keadaan lain. Tekanan darah tinggi di akhir kehamilan bisa merupakan ancaman serius terhadap ibu dan bayinya dan harus segera diobati. Jika seorang wanita hamil pernah menderita infeksi kandung kemih, maka dilakukan pemeriksaan air kemih pada awal kehamilan. Jika ditemukan bakteri, segera diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi ginjal yang bisa menyebabkan persalinan prematur dan ketuban pecah sebelum waktunya.

Infeksi vagina oleh bakteri selama hamil juga bisa menyebabkan persalinan prematur dan ketuban pecah sebelum waktunya. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, diberikan antibiotik. Penyakit yang menyebabkan demam (suhu lebih tinggi dari 39,4? Celsius) pada trimester pertama menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya keguguran dan kelainan sistem saraf pada bayi.

Demam pada trimester terakhir menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya persalinan premature.

c.       Komplikasi kehamilan

Inkompatibilitas Rh

Ibu dan janin yang dikandungnya bisa memiliki jenis darah yang tidak sesuai. Yang paling sering terjadi adalah inkompatibilitas Rh, yang bisa menyebabkan penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. Penyakit hemolitik bisa terjadi jika ibu memiliki Rh-negatif, ayah memiliki Rh-positif, janin memiliki Rh-positif dan tubuh ibu membuat antibodi untuk melawan darah janin. Jika seorang ibu hamil memiliki Rh-negatif, maka dilakukan pemeriksaan antibodi terhadap janin setiap 2 bulan.

Resiko pembentukan antibodi ini meningkat pada keadaan berikut:

  • setelah terjadinya perdarahan dimana darah ibu dan darah janin bercampur
  • setelah pemeriksaan amniosentesis
  • dalam waktu 72 jam setelah melahirkan bayi dengan Rh-positif

Pada saat ini dan pada kehamilan 28 minggu, diberikan imunoglobulin Rh-nol-D kepada ibu, yang akan menghancurkan antibodi Rh.

Perdarahan
Penyebab perdarahan paling sering pada trimester ketiga adalah:

  • Kelainan letak plasenta
  • Pelepasan plasenta sebelum waktunya
  • Penyakit pada vagina atau leher rahim (misalnya infeksi)

Perdarahan pada trimester ketiga memiliki resiko terjadinya kematian bayi, perdarahan hebat dan kematian ibu pada saat persalinan. Untuk menentukan penyebab terjadinya perdarahan bisa dilakukan pemeriksaan USG, pengamatan leher rahim dan Pap smear.

Kelainan pada cairan ketuban

Air ketuban yang terlalu banyak akan menyebabkan peregangan rahim dan menekandiafragma ibu. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pernafasan yang berat pada ibu atau terjadinya persalinan premature.

Air ketuban yang terlalu banyak cenerung terjadi pada:

  • ibu yang menderita diabetes yang tidak terkontrol
  • kehamilan ganda
  • inkompatibilitas Rh
  • bayi dengan cacat bawaan (misalnya penyumbatan kerongkongan atau kelainan system saraf)

Air ketuban yang terlalu sedikit ditemukan pada:

  • bayi yang memiliki cacat bawaan pada saluran kemih.
  • bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan
  • bayi yang meninggal di dalam kandungan.

Persalinan prematur

Persalinan prematur lebih mungkin terjadi pada keadaan berikut:

  • ibu memiliki kelainan struktur pada rahim atau leher rahim
  • perdarahan
  • stress fisik atau mental
  • kehamilan ganda
  • ibu pernah menjalani pembedahan rahim

Persalinan prematur seringkali terjadi jika:

  • bayi berada dalam posisi sungsang
  • plasenta terlepas dari rahim sebelum waktunya
  • ibu menderita tekanan darah tinggi
  • air ketuban terlalu banyak
  • ibu menderita pneumonia, infeksi ginjal atau apendisitis.

Kehamilan ganda

Kehamilan lebih dari 1 janin juga bisa menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya cacat bawaan dan kelainan pada saat persalinan.

Kehamilan lewat waktu

Pada kehamilan yang terus berlanjut sampai lebih dari 42 minggu, kemungkinan terjadinya kematian bayi adalah 3 kali lebih besar.

d.      Penilaian kehamilan yang beresiko tinggi

Nilai 10 atau lebih menunjukkan resiko tinggi.

Faktor Resiko Skor
SEBELUM KEHAMILAN
Karakteristik ibu
Usia 35 tahun atau lebih atau 15 tahun atau kurang 5
Berat badan kurang dari 50 kg atau lebih dari 100 kg 5
Peristiwa pada kehamilan yg lalu
Kematian dalam kandungan 10
Kematian bayi baru lahir 10
Bayi prematur 10
Kecil untuk masa kehamilan 10
Transfusi darah janin untuk penyakit hemolitik 10
Persalinan terlambat (lebih dari 42 minggu) 10
Keguguran berulang 5
Bayi besar (lebih dari 5 kg) 5
Hamil sebanyak 6 kali atau lebih 5
Riwayat eklamsi 5
Operasi sesar 5
Epilepsi atau kelumpuhan serebral pada ibu 5
Riwayat pre-eklamsi 1
Cacat bawaan pada bayi sebelumnya 1
Kelainan struktur
Rahim ganda 10
Kelemahan pada leher rahim 10
Panggul sempit 5
Keadaan medis
Tekanan darah tinggi menahun 10
Penyakit ginjal sedang sampai berat 10
Penyakit jantung berat 10
Diabetes yg tergantung kepada insulin 10
Penyakit sel sabit 10
Hasil Pap smear yg abnormal 10
Penyakit jantung sedang 5
Penyakit tiroid 5
Riwayat tuberkulosis 5
Penyakit paru-paru (misalnya asma) 5
Hasil pemeriksaan darah yg positif untuk sifilis atau HIV 5
Riwayat infeksi kandung kemih 1
Riwayat keluarga yg menderita diabetes 1
SELAMA KEHAMILAN
Obat-obatan & infeksi
Pemakaian obat atau alkohol 5
Penyakit virus (misalnya campak Jerman) 5
Influenza berat 5
Merokok 1
Komplikasi medis
Pre-eklamsi sedang sampai berat 10
Pre-eklamsi ringan 5
Infeksi ginjal 5
Diabetes gestsional 5
Anemia berat 10
Infeksi kandung kemih 1
Anemia ringan 1
Komplikasi kehamilan pada ibu
Plasenta previa 10
Pelepasan plasenta prematur 10
Cairan ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak 10
Infeksi plasenta 10
Robekan pada rahim 10
Persalinan terlambat (lebih dari 42 minggu atau terlambat lebih dari 2 minggu) 10
Sensitisasi Rh pada darah janin 5
Bercak perdarahan 5
Persalinan prematur 5
Ketuban pecah lebih dari 12 jam sebelum persalinan 5
Leher rahim berhenti melebar 5
Persalinan berlangsung lebih dari 20 jam 5
Mengedan lebih dari 2 jam 5
Persalinan cepat (kurang dari 3 jam) 5
Operasi sesar 5
Induksi persalinan karena alasan medis 5
Induksi persalinan 1
Komplikasi kehamilan pada bayi
Mekonium dalam cairan ketuban (hijau tua) 10
Letak bayi abnormal (misalnya letak bokong) 10
Persalinan letak bokong, dibantu seluruhnya 10
Kehamilan ganda (terutama 3 atau lebih) 10
Denyut jantung lambat atau sangat cepat 10
Prolapsus tali pusat 10
Berat badan kurang dari 2,75 kg 10
Mekonium dalam cairan ketuban (hijau muda) 5
Persalinan dengan bantuan forseps atau ekstraksi vakum 5
Persalinan letak bokong, tidak dibantu atau dibantu sebagian 5
Pembiusan total pada ibu selama persalinan 5

e.       Bayi kecil

  • Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah adalah bayi yang pada saat dilahirkan memiliki berat badan 2,75 kg atau kurang
  • Kecil untuk masa kehamilan adalah bayi yang berat badannya lebih kecil jika dibandingkan dengan usia kehamilan

Bayi yang pertumbuhannya terhambat adalah bayi yang pertumbuhannya (berat dan tinggi badan) di dalam rahim terhambat.

3.      UPAYA PERSIAPAN DAN PERAWATAN KEHAMILAN

Kehamilan bagi wanita yang sudah menikah adalah puncak prestasi dan peranan keibuan dalam kehidupan yangg membuktikan bahwa dia mampu secara biologis. Kehadiran anak di tengah-tengah perjalanan perkawinan adalah dambaan semua pasangan suami istri. Akan tetapi tak tiap ibu hamil dapat mengupayakan kehamilan tumbuh dan berkembang dengan sehat dan bugar sehingga memperoleh bayi yang sehat jiwa dan raganya. Karena itu harus dipahami bahwa agar bayi lahir sehat prasyarat yg utama adalah dengan menjaga dan merawat kesehatan kandungan .

Ini bukan perkara mudah karena hampir tiap ibu hamil banyak yang melalaikan kebutuhan asupan makanan bergizi hingga melahirkan bayi yang tidak normal. Terlebih bagi ibu yang baru pertama hamil sangat membutuhkan tuntunan detail agar bisa merawat kehamilan sebaik-baiknya. Termasuk berupaya menurunkan risiko keguguran atau melahirkan bayi tidak normal akibat kesalahan selama masa pertumbuhan janin. Karena buku ini berisi segala hal yang harus diketahui pasutri dalam menjaga dan merawat kehamilan mulai dari minggu pertama hingga menjelang kelahiran. Di bagian akhir buku ini secara khusus dibahas tentang upaya mencegah gangguan-gangguan dalam masa kehamilan dini dan penyakit-penyakit lanjutan yg sering menyertai kehamilan.

a)   Upaya Persiapan kehamilan

Sebelum menjalani proses konsepsi sebaiknya menjalani pola hidup sehat, tidur cukup, asupan gizi cukup dan seimbang, cukup berolah raga, menghindari alkohol maupun  rokok, selalu berfikir positif. Apabila calon ibu mengalami kenaikan berat badan yang banyak atau over wight, kelola pola makan anda dan berkonsultasilah dengan ahlinya. Dengan pengelolaan bobot tubuh yang baik, kondisi hormonal calon ibu akan seimbang dan proses pembuahan yang berlangsung dengan mudah dan lancar.

Rentang 3-4 bulan sebelum konsepsi, disarankan mengasumsi bahan makanan dengan kandungan asam folat tinggi atau suplemen asam folat. Asam folat menghindarkan ibu hamil dari kemamilan beresiko, seperti spinabifida (tabung saraf janin yang tidak tertutup sempurna) dan kelainan genetik pada janin. Selain itu mendukung produksi sel sel darah mengoptimalkan fungsi fungsi enzim.

Bagi pasangan usia subur yang mendambakan kehamilan, sangat dianjurkan untuk dapat mengikuti konseling prakehamilan. Anda bisa menghubungi dokter atau bidan untuk berkonsultasi. Banyak informasi dan hal – hal penting yang harus anda berdua ketahui sebagai persiapan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Perencanaan yang matang menjadi modal utama untuk keberhasilan kehamilan yang sehat.

Dokter atau bidan akan membantu anda untuk mencari jalan keluar jika anda berdua mempunyai masalah dengan riwayat kesehatan atau kandungan yang kurang baik , riwayat genetika, maupun masalah persiapan psikologis . Bila saat ini anda sudah pernah beberapa kali mengalami keguguran atau mempunyai riwayat penyakit menahun dan ingin merencanakan kehamilan lagi, maka saya sarankan agar anda juga berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan untuk mendapat pemantauan kehamilan secara lebih intensif

Anda berdua tidak perlu merasa malu dan percayalah dokter atau bidan akan menjaga kerahasiaan seluruh informasi kesehatan anda berdua. Oleh karena itu dalam konseling prakehamilan hendaknya anda berdua terbuka menyampaikan informasi penting dalam hubungannya dengan persiapan kehamilan. Apa saja informasi yang diperlukan dalam konseling pra kehamilan ?

1.      Data biografi anda secara lengkap

Antara lain usia saat ini, umur ketika menikah, lama pernikahan  berapa kali menikah, pekerjaan ( beberapa pekerjaan tertentu erat kaitannya dengan masalah kesehatan )

2.      Riwayat kesehatan.

  • Riwayat kesehatan keluargaPenyakit yang terdapat pada keluarga dan yang tinggal serumah saat ini.
  • Riwayat kesehatan anda berduaPenyakit yang pernah diderita ataupun yang sedang diderita saat ini, misal  pernah operasi atau tidak, misalnya calon ibu hamil  pernah mengalami operasi kista  atau myoma uterus dsb. penyakit gagal ginjal, kelianan jantung, diabetes,  infeksi virus dan sebagainya , data psikologis
  • 3.      Riwayat genetika.

Apakah dalam keluarga terdapat kelainan keturunan baik kejiwaan maupun kelainan darah dan cacat bawaan . Beberapa contoh penyakit genetik antara lain anemia sel sabit, hemofili.Penyakit karena penyimpangan kromosom adalah retardasi mental dan kelainan kejiwaan yang diturunkan salah satunya yaitu schizophrenia.

4.      Beberapa pertanyaan yang sangat peka dan pribadi.

Meliputi beberapa hal yang berkaitan dengan kemungkinan akan terjadi resiko penyimpangan genetik dalam keluarga. Misalnya pernikahan antar keluarga ( konsanguinitas), kehamilan incest. Penyimpangan perilaku seks dan sebagainya. Jadi sebaiknya informasi harus diberikan dengan jujur.

  1. 5.      Perilaku hidup
  • Aktifitas seksual, kecanduan obat maupun alkohol, perokok- Pola makan ( tentang status gizi )
  • Aktifitas olahragaBagi pihak perempuan

Selain beberapa pertanyaan di atas akan juga beberapa pertanyaan yang lebih spesifik pada fungsi alat reproduksi, mulai dari usia berapa mendapat menstruasi pertamakali ketika remaja, keluhan yang dialami ketika menstruasi ( siklus, lama haid, keluhan ), dan beberapa pertanyaan lain.

Setelah melakukan pemeriksaan melalui data yang berdua ,tentu akan dilanjutkan dengan beberapa pemeriksaan fisik yang diperlukan. Di lakukan dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki. Jika anda berkonsultasi pada bidan dan ditemukan masalah maka anda akan di konsultkan pada dokter ahli spesialis ginekologi. Bila memang diperlukan dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang ( laboratorium , foto rontgen, USG kandungan dan sebagainya ) untuk menegakkan diagnosa akan dilakukan sesuai kasus yang anda hadapi.

Tugas suami istri selama konseling pra kehamilan

  1. Pemeriksaan kesehatan secara teratur termasuk pengobatan penyakit yang diderita sampai dinyatakan sembuh atau diperbolehkan hamil oleh dokter dan dalam pengawasan
  2. Menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dengan olahraga teratur. Berusaha untuk menurunkan berat badan bila obesitas ( kegemukan ) dan menambah berat badan bila terlalu kurus. Anda bisa berkonsultasi dengan bidan dan dokter untuk dilakukan penilaian BMI atau indeks massa tubuh.
  3. Menghentikan kebiasaan buruk misalnya perokok berat, morfinis, pecandu narkotika dan obat terlarang lainnya, kecanduan alkohol, gaya hidup dengan perilaku seks bebas.
  4. Meningkatkan status gizi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat nutrisi dan mikro element atau vitamin yang diperlukan tubuh dalam persiapan kehamilan  misalnya vitamin E, vitamin C, asam folat, protein yang cukup bagi  kedua pasangan, dan sebagainya.
  5. Persiapan secara psikologis dan mental agar kehamilan yang akan dijalani tidak menimbulkan ketegangan. Hindari hal – hal yang akan memberi pengaruh buruk dalam keseimbangan hormonal. Misalnya tekanan psikis dalam rumah tangga, kehamilan yang menjadi beban misalnya tuntutan keluarga untuk mendapat jenis kelamin tertentu pada anak pertama, masalah ekonomi keluarga, kekerasaan dalam rumah tangga dan sebagainya.

Bagi yang pernah mengalami keguguran sebelumnya dan berniat ingin hamil lagi, berusahalah untuk mengurangi kecemasan akibat pengalaman traumatis kehamilan yang lalu. Tetap berpikir positif dalam segala hal agar kehamilan yang akan dijalani dapat berlangsung baik.

  1. Perencanaan finansial yang matang untuk persiapan pemeliharaan kesehatan dan persiapan menghadapi kehamilan dan persalinan. Masalah ini menjadi salah satu faktor penting karena timbulnya ketegangan psikis, tidak terpenuhinya kebutuhan gizi yang baik pada kehamilan dan sebagainya tak jarang timbul akibat ketidaksiapan pasangan dalam hal finansial.
  2. Bertanya dan berkonsultasi dengan dokter atau bidan dan tenaga kesehatan lainnya bila menemukan masalah atau kesulitan dalam upaya persiapan kehamilan, misalnya kesulitan untuk melepaskan kecanduan obat, atau perilaku buruk yang berkaitan dengan gangguan psikologis. Sehingga dokter atau bidan akan melakukan konseling rujukan pada ahli psikologi atau psikiatri bila diperlukan.

Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan kehamilan yang sehat ? berikut adalah penjelasannya :

1)             Pemeriksaan kesehatan secara teratur termasuk pengobatan penyakit yang diderita sebelum hamil sampai dinyatakan sembuh atau diperbolehkan hamil oleh dokter dan dalam pengawasan

2)             Menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dengan olahraga teratur. Berusaha untuk menurunkan berat badan bila obesitas ( kegemukan ) dan menambah berat badan bila terlalu kurus.Anda bisa berkonsultasi dengan bidan dan dokter untuk dilakukan penilaian BMI atau indeks massa tubuh.

3)             Menghentikan kebiasaan buruk misalnya perokok berat, morfinis, pecandu narkotika dan obat terlarang lainnya, kecanduan alkohol, gaya hidup dengan perilaku seks bebas.

4)             Meningkatkan asupan makanan bergizi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat  vitamin yang diperlukan tubuh dalam persiapan kehamilan , misalnya protein,vitamin E, vitamin C, asam folat, dan sebagainya.

5)             Persiapan secara psikologis dan mental agar kehamilan yang akan dijalani tidak menimbulkan ketegangan. Hindari hal – hal yang akan memberi pengaruh buruk dalam keseimbangan hormonal. Misalnya tekanan psikis dalam rumah tangga, kehamilan yang menjadi beban misalnya tuntutan keluarga untuk mendapat jenis kelamin tertentu pada anak pertama, masalah ekonomi keluarga, kekerasaan dalam rumah tangga dan sebagainya. Bagi yang pernah mengalami keguguran sebelumnya dan berniat ingin hamil lagi, berusahalah untuk mengurangi kecemasan akibat pengalaman traumatis kehamilan yang lalu. Tetap berpikir positif dalam segala hal agar kehamilan yang akan dijalani dapat berlangsung baik.

6)             Perencanaan finansial yang matang untuk persiapan pemeliharaan kesehatan dan persiapan menghadapi kehamilan dan persalinan. Masalah ini menjadi salah satu faktor penting karena timbulnya ketegangan psikis serta tidak terpenuhinya kebutuhan gizi yang baik pada  saat  kehamilan tak jarang timbul akibat ketidaksiapan pasangan dalam hal finansial.

7)             Jangan malu bertanya dan berkonsultasi dengan dokter atau bidan dan tenaga kesehatan lainnya bila menemukan masalah atau kesulitan dalam upaya persiapan kehamilan, misalnya kesulitan untuk melepaskan kecanduan obat, atau perilaku buruk yang berkaitan dengan gangguan psikologis. Manfaat konseling ini agar dokter atau bidan  akan melakukan rujukan pada ahli psikologi atau psikiatri bila diperlu

b)      Upaya Perawatan kehamilan

Dalam kehamilan begitu banyak hal hal yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan janin.  Sehingga, sangat dibutuhkan pengetahuan tentang perawatan selama kehamilan. Perawatan tersebut meliputi perawatan bagian faal atau tubuh bagian dalam seperti rahim, jantung, pencernaan, dan paru paru. Hingga tubuh bagian luar seperti payudara, alat kelamin dan kebersihan badan

Selain perawatan secara fisik, juga yang sangat penting adalah perawatan psikologis si calon ibu. Karena ada beberapa momentum, dimana sang calon ibu akan meminta dan menginginkan sesuatu yang berada diluar kelaziman secara mendadak untuk menenangkan kondisi psikisnya.  Orang menyebutnya dengan ungkapan mengidam.

Perawatan kehamilan yang ideal adalah membiasakan kepada sang calon ibu untuk melakukan aktivitas demi kenyamanan dirinya. Tidak ada tindakan yang membuat dia letih, selalu rutin cek ke dokter kandungan atau bidan.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu hamil dalam pemilihan pemakaian obat obatan diantaranya :

  1. Hindari pemberian obat pada periode pertama pasca konsepsi
    1. Hindari makanan minuman dan zat yang tidak diperlukan oleh janin dan pertumbuhannya, misalnya merokok, alkohol, obat sedatif atau jamu jamu tradisional yang belum teruji.
    2. Hindari pemberian obat polifarmaka, terutama dalam pemberian waktu yang lama
      1. Berikan obat yang telah jelas, aman, dan mempertimbangkan keperluan pengobatan primernya.
      2. Pergunakan pedoman penggunaan obat resmi dan daftar obat yang aman.

Pengawasan wanita hamil

Baru dalam setengah abad ini diadakan pengawasan wanita hamil secara teratur dan tertentu. Dengan usaha itu ternyata angka mortalitas serta morbiditas ibu dan bayi jelas menurun. Pada pengawasan wanita hamil hubungan dan pengertian baik antara dokter dan wanita hamil tersebut harus ada. Sedapat mungkin wanita tersebut diberi pengertian sedikit tentang kehamilan yang sedang dikandungnya. Tujuan pengawasan wanita hamil adalah menyiapkan ia sebaik-baiknya fisik dan mental, serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas sehingga keadaan mereka postpartum sehat dan normal.

Itu berarti dalam upaya persiapan harus diusahakan agar :

  1. 1.    Wanita hamil sampai akhir kehamilan sekurang-kurangnya harus sama sehatnya atau lebih sehat
  2. 2.    Adanya kelainan fisik atai psikologik harus ditemukan dini dan diobati .
  3. 3.    Wanita melahirkan tanpa kesulitan dan bayi yang dilahirkan sehat pula fisik dan mental .

Dan dijelaskan pula kepada ibu tersebut bahwa perlunya diadakan pemeriksaan teratur;makin tua kehamilannya makin cepat pemeriksaan harus diulang. Hal ini tergantung pula pada apa yang ditemukan pada pemeriksaan, umpamanya seorang hamil dengan kelainan jantung, hipertensi, atau diabetes mellitus harus lebih sering diperiksa ulang daripada seorang ibu yang sehat tanpa kelainan.

Pemeriksaan pertama

Sungguh amat ideal bila tiap wanita hamil mau memeriksakan diri ketika haid nya terlambat sekurang-kurangnya satu bulan. Keuntungannya adalah bahwa kelainan-kelainan yang mungkin ada atau akan timbul pada kehamilan tersebut lekas diketahui dan segera dapat diatasi, sebelum berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan tersebut. Bila seorang wanita datang dengan haid terlambat dan diduga ada kehamilan, maka dapat ditentukan tanggal perkiraan partus, jika hari pertama haid terakhir diketahui siklus ± 28 hari. Rumus yang dipakai rumus Naegele.

Hal-hal yang kiranya mempunyai hubungan dengan kehamilan yang sedang dikandung hendaknya ditanyakan secara hati-hati. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang sudah-sudah perlu pula ditanyakan beserta beratnya bayi waktu dilahirkan. Begitu pula riwayat penyakit-penyakit yang dideritanya seperti penyakit jantung, ginjal, diabetes mellitus, tuberculosis paru-paru dan sebagainya.

Pada pemeriksaan seluruh tubuh wanita harus diperiksa dengan teliti. Keaadan harus baik. Tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan harus diperiksa dan dicatat. Mammae harus terpelihara dengan baik, papilla mammaesebaiknya dibersihkan secara teratur dan diberi minyak supaya kulitnya tetap lemas. Sekali-sekali jangan memakai obat yang membuat kulit kaku, sehingga mudah retak atau pecah bila mulai menyusui bayinya. Bila ada puting yang tertarik kedalam (retracted nipple) jika dapat diadakan koreksi. Jika ringan dapat diadakan tarikan-tarikan, sehingga puting tersebut keluar lebih menonjol. Bila terlalu berat harus diatasi dengan pembedahan.

Jika kehamilan masih muda maka pemeriksaan ginekologik diperlukan: vulva, vagina, dan porsio diperiksa dan dilihat di spekulo. Pada uterus diperhatikan, letak, besar, bentuk dan konsistensinya. Adneksa juga diraba dengan seksama. Pemeriksaan panggul untuk mengadakan evaluasi akomodasinya hendaknya ditunda oleh karena menimbulkan perasaan sakit. Jika diperlukan dapat diadakan pemeriksaan sitologi vagina.

Pemeriksaan selanjutnya dikerjakan tiap minggu jika segala sesuatu normal sampai kehamilan 28 minggu. Sesudah ini, pemeriksaan diadakan tiap 2 minggu dan sesudah 36 minggu setiap minggu. Pada tiap pemeriksaan harus diperhatikan ibu dan janinnya. Ditanyakan apakah ada keluhan, apakah telah dapat makan enak kembali, dapat tidur baik. Hendaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penderita dijawab dengan hati-hati dan tepat.

Pemeriksaan obstetric

Wanita hamil yang diperiksa disuruh berbaring telentang dengan bahu dan kepala sedikit lebih tinggi (memakai bantal), dan pemeriksa berada disebelah kanan ibu hamil. Dikenal beberapa cara palpasi menurut Leopold, Ahlfeld, Budin, Knebel. Yang lazim dipakai cara palpasi menurut Leopold karena telah hampir mencakupi semuanya.

Palapasi perut untuk menentukan :

  • Besar dan konsistensi rahim
  • Bagian-bagian janin, letak, presentasi
  • Gerakan janin
  • Kontraksi rahim

Sesudah kehamilan 36 minggu wanita hamil tersebut diperiksa ulang tiap minggu. Jika perlu, pemeriksaan hemoglobin diulang. Tekanan darah, air kencing, dan berat badan tiap kali datang harus diperiksa. Peningkatan berat badan terlalu banyak sering ditemukan pada wanita hamil dengan permulaan preeclampsia. Tidak jarang kemudian diikuti oleh tekanan darah yang meningkat pula. Batas tekanan darah yang memerlukan kewaspadaan ialah 130/90. Dari hasil diagnosis, pengobatan dan nasihat dapat diberikan, antara lain pemeliharaan sewaktu hamil.

Koitus

Bila dalam anamnesis ada abortus sebelum kehamilan yang sekarang, sebaiknya koitus ditunda sampai kehamilan 16 minggu. Pada waktu itu plasenta telah terbentuk, serta kemungkinan abortus menjadi lebih kecil.

Pada umumnya koitus diperbolehkan pada masa kehamilan jika dilakukan dengan hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk kedalam rongga panggul, koitus sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan pendarahan.

Kebersihan dan pakaian

Kebersihan harus selalu dijaga pada masa hamil. Baju hendaknya yang longgar dan mudah dipakai. Jika telah sering hamil, maka pemakaian setagen untuk menunjang otot-otot perut perlu dinasehatkan. Sepatu atau alas kaki lain dengan tumit yang tinggi sebaiknya jangan dipakai, oleh karena tempat titik berat wanita hamil berubah, sehingga mudah tergelincir atau jatuh. Mammae yang bertambah besar juga membutuhkan BH yang lebih besar dan cukup menunjang. Mammae hendaknya dipelihara seperti yang telah dikemukakan agar kelak dapat menyusui bayi yang dilahirkan.

Diet dan pengawasan berat badan

Hal ini penting dalam pengawasan ibu hamil. Kekurangan atau kelebihan nutrisi dapat menyebabkan kelainan yang tidak diinginkan pada wanita hamil tersebut. kekurangan makanan dapat menyebabkan anemia, abortus, partus prematurus, innersia uteri, hemoragia postpartum, sepsis puerperalis, dan sebagainya. Sedangkan makan secara berlebihan karena wanita tersebut salah mengerti bahwa ia makan untuk “dua orang” dapat pula mengakibatkan komplikasi antara lain pre-eklampsia, bayi terlalu besar dan sebagainya. Anjurkanlah wanita tersebut makan secukupnya saja. Bahan makanan tidak perlu mahal, akan tetapi cukup mengandung protein baik hewani maupun nabati. Seperti dketahui, kebutuhan akan gizi selama kehamilan meningkat. Adapun kebutuhan ini dipergunakan untuk antara lain pertumbuhan plasenta, pertambahan volume darah, mammae yang membesar, dan metabolisme basal yang meningkat. Tentang kebutuhan protein, mineral, dan vitamin. Pada waktu hamil dan tidak hamil telah diuraikan diatas. Sebagai pengawasan akan kecukupan gizi ini dapat dipakai kenaikan berat badan wanita hamil tersebut. kenaikan berat badan wanita hamil rata-rata 6,5 kg sampai 16 kg. Bila berat badan naik lebih dari semestinya, anjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat.

Lemak jangan dikurangi, terlebih-lebih sayur-mayur dan buah-buahan. Bila berat badan tetap saja atau menurun semua makanan yang dianjurkan, terutama yang mengandung protein dan besi. Seandainya terdapat edema pada kaki, sedangkan kenaikan berat badan sesuai dengan kehamilan, maka anjurkan untuk tidak memakan makanan yang mengandung garam atau makanan yang kaya akan natrium klorida. Waktu hamil hendaknya diberikan pula pengertian tentang Keluarga Berencana.

Perawatan gigi geligi

Pada triwulan pertama wanita hamil mengalami enek dan muntah (morning sickness). Keadaan ini menyebabkan perawatan gigi tidak diperhatikan dengan baik, sehingga timbul karies, gingivitis dan sebagainya. Tindakan penambalan gigi dan pencabutan gigi jarang merupakan kontraindikasi.

Bila kerusakan-kerusakan gigi ini tidak diperhaitikan dengan baik, hal itu dapat mengakibatkan komplikasi, seperti nefritis, septikimia, sepsis puerperalis, oleh karena infeksi dirongga mulut, misalnya pulpitis yang telah menahun, dapat menjadi sarang infeksi yang menyebar kemana-mana. Maka dari itu bila keadaan mengizinkan, tiap wanita hamil harus memeriksakan gigi nya secara teratur sewaktu hamil.

 

Imunisasi

Tiap wanita hamil yang akan bepergian keluar negeri dan didalam negeri dibolehkan mengambil vaksinasi ulangan terhadap cacar, kolera, dan tifus. Di Indonesia dahulu pencacaran merupakan suatu keharusan bagi penduduk, maka untuk wanita hamil pencacaran itu umumnya merupakan pencacaran ulangan dan tidak seberapa membahayakan. Akan tetapi, bila ada wabah, maka pencacaran biarpun untuk pertama kali hendaknya tetap dijalankan untuk melindungi ibu dan janin. Infeksi pada janin melalui plasenta dapat terjadi dan variola rupanya dapat berkaitan fatal bagi janin. Virus vaksin dapat melintasi plasenta dan dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan pada macam-macam alat dan plasenta. Umumnya berpendapat bahwa infeksi transplansental itu hanya terjadi pada wanita hamil yang baru pertama kali dicacar. Maka dari itu, dianjurkan agar pencacaran pertama sebaiknya dilakukan sebelum usia kehamilan melewati 20 minggu.

Untuk melindungi janin yang akan dilahirkan terhadap tetanus neonatonum dewasa ini dianjurkan untuk diberikan toxsoid tetanus pada ibu hamil.

Merokok

Adalah kenyataan bahwa wanita-wanita yang terlalu banyak merokok melahirkan anak yang lebih kecil, atau mudah mengalami abortus dan partus prematurus. Maka dari itu, sebaiknya wanita hamil dilarang merokok.

Pemberian obat

Jangan memberi kan obat yang tidak perlu benar, terutama pada tri wulan I dan II kehamilan. Ada obat yang teratogenik sehingga dapat menimbulkan kelainan organic pada janin. Terkenal misalnya talidomide, yang sekarang telah ditarik dari peredaran. Adapula golongan obat yang dapat menimbulkan his sehingga terjadi abortus atau partus prematurus. Catatlah dengan baik semua obat yang telah diminum oleh wanita hamil itu sendiri, dan yang diberikan kepadanya dalam antenatal.

Wanita pekerja

Wanita hamil boleh bekerja, tetapi jangan terlampau berat. Lakukanlah istirahat sebanyak mungkin. Menurut undang-undang perburuhan, wanita hamil berhak mendapat cuti hamil satu setengah bulan sebelum bersalin dan satu setengah bulan setelah bersali.

Hendaknya menasihatkan pada wanita hamil agar segera ke dokter atau ke rumah sakit bila terjadi pendarahan per vaginam. Demikian pula ada rasa sakit diperut, bila suhu badannya naik tinggi, berkeringat banyak, penglihatan berkurang atau mta berkunang-kunang, kencing sedikit, keluar cairan dari vagina, dan sebagainya. Hendaknya keluhan-keluhan itu ditanggapi dengan baik oleh pengawas kehamilan itu.

Pada minggu-minggu terkakhir kehamilan, tanda-tanda permulaan persalinan secara sederhana harus diberitahukan kepada wanita hamil itu. Berikan sekedar pengertian apa yang akan terjadi pada kala I untuk ketenangan wanita yang sedang bersalin itu, dan jika dapat, sebaiknya ia didampingi oleh salah seorang perawat,bidan, atau salah seorang anggota keluarganya, misalnya suaminya, atau ibunya. Hal akhir ini dipertimbangkan apakah memang diperlukan. Tidak jarang wanita perlu diistirahatkan;dalam hal ini lebih baik ia tidak ditemani anggota keluarganya. Akhirnya perlu dianjurkan untuk memikirkan adanya faktor-faktor resiko tinggi seperti umur penderita lebih dari 35 tahun, hipertensi, penyakit jantung dan sebagainya untuk dirujuk ketempat pelayanan kesehatan kompeten.

  1. 4.      TAHAP-TAHAP KEHAMILAN
  1. a.      Trimester pertama (pekan ke 1-12)

Pada tahap ini perubahan hormonal mempengaruhi hampir semua sistem dalam tubuh Pada tahap ini asupan gigi harus diperhatikan ,

Perubahan-perubahan selanjutnya yang terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Cepat lelah
  2. Payudara membesar
  3. Sakit kepala
  4. Sakit gigi
  5. Lebih sering buang air kecil

b.       Trimester kedua (pekan 13-28 )  

 

Pada usia 16 minggu panjang janin sekitar 14cm , beratnya sekitar 130 g. Pada minggu ke 16 , caseosa , zat licin bewarna putih mulai terbentuk sebagian besar dari sel kulit fetus dan keluar dari kelenjer sebaceous. Dapat terlihat jelas diwajah dan kulit kepala pada minggu ke 18. Mula-mulanya muncul dipunggung, rambut dan lipatan-lipatan sendi, namun kemudian menutupi seluruh tubuh. Berangsur –angsur zat tersebut akan diserp oleh kulit, namun masih dapat dilihat sesaat setelah persalinan. Gunanya untuk melindungi kulit fetus , yang masih sangat tipis, dimana pembuluh –pembuluh darah didalamnya jelas terlihat . lapisan luar yang terbentuk pada bagian kulit tapak kaki, dan jari-jarinya yang memiliki pola khusus disetiap manusia.

vernix Tubuhnya ditumbuhi bulu-bulu halus yang disebut dengan lanugo. Fungsi lanugo belum diketahui mula-mula lanugo tumbuh pada alis mata dan bibir bagian atas, tapi pada minggu ke 20 mulai menutupi seluruh tubuh . kelak lanugo digantikan oleh rambut dari folikel rambut sekunder. Bulu-bulu itu berguguran sebelum atau sesaat setelah persalinan, diawalai dari bulu mata , alis dan kepala.

Banyak wanita yang mengakui bahwasannya menjalin kegiatan trisemester yang kedua karena lebih gampang dibandingkan trimester pertama. Perubahan –perubahan yang nampak lainnya ialah

  1. Badan sakit dan pegal-pegal
  2. Sering kesemutan
  3. Pembengkakan pada pergelangan kaki, jari dan wajah
  4. Daerah disekitar puting payudara menjadi lebih gelap warnanya.

 

c. trisemester 3(pekan 29-40)

Tahap terahir  menjadi tahap yang menentukan untuk proses persalinan.

Perubahan –perubahan yang terjadi sebagai berikut:

a). Sesak nafas

b). lebih sering ke kamar mandi

c). Masalah sulit tidur

d). Pergerakan yang lebih sering dari janin

e). Kontraksi

f). Masalah sulit tidur

D. trisemester 4

Pada tahap janin telah berusia 25 minggu , panjangnya mencapai 34cm dan berat 900-1000g. Orang hamil , wanita hamil juga dapat melaksanakan aktivitas ringan, seperti senam kagel, senam kagel sangat mudah dilakukan dimana saja sebagai berikut:

1.      Langkah pertama, posisi dudukk atau berbaring, cobalah untuk mengontraksikan otot panggul

2.      Setelah meneukan cara yang tepat untuk mengontraksikan otot panggul.

3.      Lakukan latihan ini secara berkali-kali selama 10 kali.

4.      Latihan ini efektifbila dilakukan secara teratur.

e.       Trisemester ke lima(minggu 28)

 

Pada minggu ke 28, panjang fetus menjadi 35 cm dan beratya kira-kiranya 1,1 kg (kanan)  jadi hampir tidak ada ruang tersisia untuk bergerak dirahim ibu hamil. Dalam trisemester ini, umumnya wanita hamil akan meningkatkan berat badannya sebanyak 5,5 kg. Janin ibu akan meningkat beratnya lebih dari 10 kali dalam 11 seminggu.namun 4 minggu terakhir ini mencapai 2 kali peningkatan

Jika dilahirkan saat ini juga , janin sudah dapat menangis lemah dan bernafas dengan susah payah. Bayi prematur berjuang hidup lebih dari 75% (dengan perawatan khusus) , asalkan dilahirkan normal tanpa ada penyakit. Perlu diketahui juga bawasannya testis bayi lelaki yang mulany adiperut mulai turun kebawah dan mencapai scrotum pada minggu berikutnya(32) . testis padabayi prematur biasanya belum turun seperti lazimnya . namun akan akan turun dengan sendirinya tiga bulan kemudian.

f.        Trisemester ke enam(minggu 29)

 

Antara minggu ke 26 dan 29 kelopak matanya sudah terbuka , alis  dan bulu matanya sudah tumbuh , sementara rambut dikepalanya sudah panjang.lanugo mulai menghilang dan warna kulitnya berubah dari merah menjadi warna kulit manusia umumnya, tergantung dari zat-zat lemak yang ada dibawah kulitnya.

Pada minggu ini berat janin sekitar 1,25 kg dengan panjang total janin sekitar 37 cm. Otot dan paru-paru bayi semakin matang dan janin mengeluarkan air seni sekitar setengah liter cairan ketuban. Berdari tnpa badan bayi akan lebih berat dari sebelumnya.

Trisemester ini, sekitar 250 mg kalsium deposit setiap harinya untuk memperkuat tulang janin. Kelenjer adrenal mulai menghasilkan hormon yang disebut prolaktin. Prolaktin ini yang akan merangsang pembentukan kolostrum pada payudara ibu yang akan memberikan nutrisis pada bayi beberapa hari pertama kehidupannya.

g.      Trisemester ketujuh( Minggu 30)

Bila dilahirkan saat ini 90% kemungkinan bayi dapat selamat, asalkan ia diletakkan dalm inkubator dan mendapat perawatan khusus bayi prematur.

Proporsi kepala sudah sesuai dengan tubuhnya , semantara paru-parunya sudah sempurna. Janin akan terus menumpuk lemak di tubuhnya yang akan membuat kulit janin lebih halus dan menjaga kehangatan tubuh janin saat lahir nanti.Janin Ibu berada dalam posisi menekuk-melingkar saat ini dengan lutut tertekuk, lengan dan kaki melintang, dan dagu menyentuh dada. Ini disebut dengan posisi janin. Seluruh panca indera janin sudah bekerja hampir sempurna. Apabila janin bergerak terlalu aktif karena suara yang keras maka perlahan usap perut Ibu, hal ini dapat membantu menenangkannya.

Kini panjangnya mencapai 37 cm dan beratnya sekitar 1,6 kg. Berat plasentanya sekitar 450 g, dan dikelilingi kira-kira satu liter cairan amniotik. Meskipun samar suara jantungnya akan dapat didengar dengan baik, denyutnya bervariasi antara 120n dalam setiap menitnya , dua kali jantung ibu. Terkadang terdegar suara dengung lembut yang disebut funic ouffle , bila stetoskop fetal diletakkkan tepat diatas pusar . kini posisi bayi menghadap kebawah dengan kepala mengarah kepada pelvis ibu,sementara ruang geraknya semakin sempit.

Ibu mungkin merasa sedikit lelah beberapa minggu terakhir dan terutama karena mengalami kesulitan tidur. Ibu juga mungkin lebih ceroboh dari biasanya. Hal tersebut dapat dimengerti, bukan hanya karena pertambahan berat badan, namun kehamilan dan daerah sekitar perut yang berat dapat mengganggu konsentrasi Ibu.

Plasenta Previa

Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu di segmen bawah rahim sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Plasenta previa dapat menjadi masalah serius karena dapat menyebabkan perdarahan saat kehamilan dan persalinan. Penyebabnya belum diketahui secara pasti namun frekuensinya meningkat pada grande multipara, primigravida tua, bekas seksio sesarea, bekas aborsi, kelainan janin, dan mioma uteri.Gejala utama plasenta previa adalah perdarahan jalan lahir yang berwarna merah segar, tanpa nyeri, tanpa sebab, dan terutama terjadi pada multigravida pada kehamilan setelah 20 minggu. Untuk diagnosis pasti digunakan pemeriksaan USG. Persalinan sebaiknya dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas operasi mengingat komplikasinya yaitu perdarahan hingga syok.

Sebelum tiba masa persalinan, Ibu umumnya dianjurkan untuk tirah baring total dengan menghadap kiri, tidak melakukan hubungan intim, dan menghindari peningkatan tekanan rongga perut (batuk, mengedan). Tergantung derajatnya, Ibu dengan plasenta previa dapat melahirkan secara normal (pervaginam). Namun apabila Ibu mengalami plasenta previa totalis (jalan lahir tertutup semua dengan plasenta), maka persalinan perabdominam atau operasi sesar adalah jawabannya.

h.      Trimester kedelapan( Minggu 31)

Berat janin Ibu saat ini mencapai 1,5 – 1,6 kg dengan panjang total 39-40 cm. Pertumbuhan janin sudah mulai melambat saat ini, namun meskipun melambat, perkembangan dari organnya akan terus terjadi sampai mencapai tahapan pematangan. Janin mulai dapat memutar kepalanya ke samping dan bergerak semakin banyak, termasuk pada saat Ibu sedang berusaha tidur. pergerakan janin ini menandakan janin aktif dan sehat.

Kulit janin sudah berwarna merah jambu saat ini dengan lapisan lemak di bawahnya. Kulitnya semakin terlihat sempurna seperti saat dia akan dilahirkan nantinya.Rahim Ibu berada 11 cm diatas pusar dan sekitar 31 cm diatas simfisis pubis. Penambahan berat badan Ibu seharusnya mencapai 9,5 – 12 kg saat ini. Pada trimester ini, rahim akan memenuhi hampir seluruh bagian perut Ibu dan Ibu akan mulai merasakan adanya tekanan di bawah tulang iga. Ibu juga akan merasakan nyeri punggung lebih sering karena perut dan janin Ibu mengakibatkan peningkatan regangan dari otot di punggung. Asupan diet Ibu tetap harus diperhatikan, kebutuhan kalsium, protein, zat besi, dan asam folat. Kalsium perlu lebih diperhatikan karena proses osifikasi atau pengerasan pada tulang sedang berlangsung sampai akhir kehamilan dan kalsium diperlukan untuk perkembangan tulang tersebut.

Mungkin Ibu mulai mengalami perut yang tiba-tiba menjadi kencang. Kontraksi yang disebut dengan kontraksi Braxton Hicks umumnya terjadi pada paruh akhir masa kehamilan. Kontraksi berlangsung kurang lebih 30 detik, iregular, dan tidak nyeri. Berhati-hatilah apabila kontraksi terjadi teratur, lebih dari 4 kali dalam 1 jam (meskipun tidak nyeri), mungkin saja itu adalah tanda persalinan preterm (prematur). Apalagi jika diikuti dengan bercak vagina yang cair, kental, atau mengandung darah; nyeri atau keram pada perut; terasa adanya peningkatan tekanan pada panggul bagian bawah; dan nyeri punggung yang tidak seperti biasa.Saat ini payudara Ibu mungkin mengeluarkan cairan yang disebut dengan kolostrum. Jika memang iya, maka Ibu dapat memakai bantalan (pad) di payudara agar baju Ibu tidak basah. Pilihlah bra dengan satu ukuran lebih besar..Pemeriksaan USG dapat dilakukan pada minggu ini, memastikan perkembangan janin berlangsung baik.

i.        Trimester kesembilan( Minggu 32)

Minggu ini berat janin Ibu sekitar 1,7 – 1,8 kg dengan panjang total 40-41 cm. Pertumbuhannya yang pesat akan semakin mengambil ruang di rahim. Ibu akan mengalami peningkatan berat badan sekitar 0,5 kg/minggu dan kebanyakan diserap oleh janin. Janin akan mengalami peningkatan berat badan sekitar 1/3 – ½ dari berat totalnya ketika dilahirkan selama 7 minggu ke depan. Janin saat ini memiliki kuku jari tangan dan kaki serta rambut. Kulitnya semakin lembut dan kerutan di kulitnya akan menghilang menjelang masa persalinan. Sistim kekebalan tubuh janin mulai terbentuk dan akan semakin diperkuat dengan asupan ASI ketika lahir nanti.Sepuluh persen dari bayi dilahirkan sebelum minggu ke-37. Jadi apabila saat ini bayi dilahirkan prematur, maka mereka memiliki kesempatan untuk hidup cukup besar. Organ utama yang belum berkembang sempurna adalah paru-paru.

Rahim Ibu berada sekitar 12 cm diatas pusar dan 32 cm diatas simfisis pubis. Volume darah Ibu akan meningkat sekitar 30 – 50% di akhir kehamilan. Karena hal itulah terkadang terjadi pembengkakan pada tubuh yang normal terjadi selama kehamilan. Cairan ekstra ini akan masuk ke dalam jaringan tubuh Ibu. Saat rahim Ibu yang membesar menekah pembuluh vena yang berada di pelvis (panggul), darah yang berasal dari bagian bawah tubuh diblokir dan akhirnya cairan masuk ke dalam kaki Ibu. Hal inilah yang menyebabkan pembengkakan, sepatu terasa sempit, dan terkadang cincin maupun arloji juga terasa ketat di tangan. Apabila terjadi pembengkakan maka lepaskan semua benda yang dapat menghambat sirkulasi (cincin, arloji), jangan pakai pakaian yang ketat), dan hindari duduk dengan menyilangkan kaki Ibu.

Selama kunjungan prenatal, dokter akan memonitor tekanan darah, urin (air seni), pembengkakan yang terjadi, dan tanda-tanda penyakit lain seperti eklampsia atau IUGR. Beritahukanlah ke dokter Ibu keluhan apa saja yang Ibu alami dan perubahan sekecil apapun agar dapat dianalisa dengan baik.

j.        Trimester kesepuluh( Minggu 33)

Berat badan janin Ibu sekitar 1,9-2 kg saat ini dengan panjang total badan 41-42 cm. Tulang-tulangnya semakin mengeras dan bergabung menjadi satu sehingga memudahkan janin untuk bergerak dan memasuki saluran ketika dilahirkan nanti (panggul). Tulang ini belum berfusi (bergabung) secara sempurna sampai saat remaja nantinya, karena itulah tulang dapat tetap tumbuh seperti layaknya jaringan otak. Mata janin sudah dapat mengenali cahaya dengan berkonstriksi dan berdilatasi ketika terpapar oleh cahaya. Perkembangan paru janin hampir sempurna dengan lemak tubuh yang terus berakumulasi di bawah kulitnya untuk perlindungan dan menjaga kehangatan janin. Berat badan janin akan meningkat drastis dalam beberapa minggu terakhir sebelum dilahirkan.

Cairan ketuban mencapai level terbanyak pada trimester ini dan akan memiliki jumlah yang tetap sampai saat melahirkan tiba. Sejak minggu ini janin umumnya berada pada presentasi kepala, yaitu posisi cephalic atau posisi kepala di bawah. Namun apabila Ibu tidak mendapatkan posisi janin seperti ini di dalam rahim, masih ada waktu untuk janin berubah posisi. Umumnya dokter menganjurkan posisi tertentu agar janin memutar posisinya. Apabila janin tetap berada pada posisi sungsang di saat akan melahirkan natinya, dokter Ibu dapat merekomendasikan operasi sesar.

Pengukuran dari simfisis Ibu saat ini mencapai 33 cm dengan pengukuran dari pusat ke rahim mencapai 13 cm. Semakin besar rahim Ibu akan mempermudah terjadinya heartburn. Makanlah dalam jumlah kecil namun sering (6x/hari) dan pertahankan posisi tegak setelah makan dapat mengurangi gejala heartburn.Terdapat beberapa pilihan untuk mengurangi nyeri di kala melahirkan nanti, diantaranya adalah teknik bernapas seperti yang diajarkan di kelas Lamaze, obat pereda rasa nyeri melalui suntikan, dan bius epidural. Obat untuk meredakan rasa nyeri akan diberikan oleh dokter sesuai dengan indikasi.

Abruptio Plasenta

Abruptio plasenta adalah kondisi dimana plasenta (ari-ari) terlepas dari dinding rahim. Kondisi ini merupakan komplikasi serius dan sangat berbahaya bagi janin dan Ibu serta harus ditangani dengan segera. Dengan terlepasnya plasenta, terputuslah suplai oksigen dan nutrisi bagi janin. Penyebab dari abruptio plasenta adalah luka / trauma fisik Ibu, tali pusar yang pendek, hipertensi, tekanan darah tinggi, kelainan bentuk rahim, dan riwayat operasi rahim sebelumnya. Abruptio plasenta ditandai dengan gejala :

  • Nyeri perut hebat
  • Perut terasa lembek
  • Perdarahan dari vagina
  • Kontraksi rahim
  • Tanda-tanda persalinan prematur
  • Tanda gawat janin.

Apabila Ibu mengalami tanda-tanda di atas, tindakan yang dilakukan adalah segera hubungi petugas kesehatan. Apabila perdarahan berat terjadi maka persalinan bayi segera mungkin diperlukan.

k.      Trimester kesebelas( Minggu 34)

Panjang bayi ibu kini sekitar 34 cm , dan beratnya 2,5 kg . ginjalnya telah sempurna demikian pula dengan paru-parunya , jadi bila ia dilahirkan maka 95%  kemungkinan ia dapat bertahan hidup.

Proporsi kepala dan tubuh sudah seimbang, sementara lemak telh mengisi bawa kulitnya sehingga kerutan pada tubuh nya lenyap. Kuku jari tangan sudah sampai diujung , namun pada kakinya belum. Tubuhnya telah memenuhi rahim , dan tak bebas lagi bergerak , gerakan utama yang ibu rasakan berasal dari tangan dan kakinya.  Kemungkinan ian kini berada pada posisi yang tepat , siap untuk lahir, dengan kepala mengarah kebawah , kepalnya telahberada ditempat yang tepat(atas).

Janin sudah mulai membangun sistim kekebalan tubuhnya untuk membantu melawan infeksi. Cairan ketuban sudah mencapai kapasitas maksimumnya sehingga janin akan semakin melekat ke dinding rahim dibandingkan berenang dalam cairan ketuban. Hal ini berarti Ibu akan merasakan setiap gerakan dari janin.

Apabila Ibu khawatir mengenai kemungkinan terjadi persalinan prematur, maka kekhawatiran itu dapat berkurang karena bayi yang dilahirkan pada minggu ke-34 sampai ke-37 yang tidak memiliki masalah kesehatan (kelainan bawaan) maka akan dapat bertahan di dunia luar. Bayi mungkin akan menghabiskan beberapa hari di rumah sakit namun untuk selanjutnya mereka dapat berkembang normal seperti bayi cukup bulan lainnya.Tinggal 6 minggu lagi Ibu mulai mengitung mundur saat ini. Prioritas pada minggu-minggu terakhir adalah nutrisi bergizi, olahraga ringan, dan istirahat cukup. Ukuran rahim Ibu diukur dari simfisis pubis mencapai 34 cm, dan apabila diukur dari pusar sekitar 14 cm

Semakin rahim bertambah besar maka kulit perut akan teregang sampai mencapai maksimal. Hal ini dapat menyebabkan rasa gatal yang semakin bertambah bila udara panas atau berkeringat.Umumnya pecahnya selaput ketuban dirasakan sebagai kebasahan atau rembesan air yang turun ke kaki ketika Ibu berdiri. Cairan ketuban umumnya bening dan encer, terkadang disertai darah atau berwarna kuning hijau. Dua tes dapat dilakukan oleh dokter untuk membedakan antara cairan ketuban dengan air seni atau cairan vagina adalah tes nitrazin (berdasarkan pH cairan ketuban) dan tes ferning (melalui pemeriksaan mikroskop). Yang sebaiknya Ibu lakukan apabila ketuban Ibu pecah adalah segera hubungi petugas kesehatan. Jangan ditunda-tunda karena pecahnya ketuban berarti membuka pintu masuk bagi kuman dan memudahkan terjadinya infeksi dalam rahim.

l.        Trimester Minggu 35

Berat janin sekarang mencapai 2,2 kg dengan panjang total 45 cm. Sebagian besar organ janin sudah sempurna saat ini, janin akan berkonsentrasi untuk meningkatkan berat badannya di minggu terakhir kehamilan. Bila janin Ibu laki-laki maka testisnya sudah berada di kantung skrotum sekarang (kantung zakar).

Pengukuran rahim dari pusar berkisar 15 cm dan pengukuran dari simfisis pubis sampai bagian atas rahim mencapai 35 cm. Ibu mungkin mulai merasakan peningkatan dari frekuensi berkemih. Hal ini dapat terjadi karena janin yang semakin besar mulai menekan kandung kemih. Kurangi minum sebelum tidur dapat membantu mengurangi frekuensi berkemih di malam hari. Produksi ASI di payudara Ibu dapat menyebabkan sedikit rembesan yang disebut kolostrum. Mulai minggu ini, Ibu akan diminta untuk datang kontrol 1 minggu sekali. Saat ini juga merupakan saat yang tepat untuk membicarakan rencana persalinan bersama pasangan dan dokter Ibu.

Persiapkan barang-barang yang akan dibawa apabila Ibu akan bersalin nantinya dan tentukan rumah sakit dimana Ibu akan melakukan persalinan (lengkap dengan rute menuju rumah sakit tersebut). Jangan lupa untuk selalu makan dengan frekuensi yang teratur dan mempersiapkan makanan kecil untuk tenaga Ibu. Di saat persalinan nanti Ibu akan membutuhkan seluruh cadangan glukosa untuk mengedan.

m.    Trimester Minggu 36

Minggu ini berat janin Ibu sekitar 2,3-2,5 kg dengan panjang total 46 cm. Saat ini lanugo (rambut tipis) yang masih berada di dada dan punggung janin mulai menghilang. Begitu juga dengan verniks kaseosa, lapisan serupa lilin yang melindungi janin selama 9 bulan ini dari cairan ketuban. Janin Ibu akan menelan semua substansi ini dan akan menghasilkan hasil sisa di ususnya yang berwarna kehitaman dan disebut mekonium. Mekonium akan keluar dalam waktu 24 jam setelah bayi dilahirkan. Apabila bayi mengalami stres di dalam rahim, maka mekonium dapat keluar dini di dalam rahim.

Akhir minggu ini janin Ibu akan mencapai tahapan full-term atau cukup bulan (37 – 42 minggu). Bayi yang lahir sebelum usia 37 minggu adalah bayi pre-term (kurang bulan), dan bayi yang lahir lebih dari 42 minggu adalah bayi post-term. Umumnya pada akhir minggu ini kepala janin Ibu sudah berada di bawah. Bersiaplah, bayi Ibu bisa lahir kapan saja.Tulang yang membentuk kepala janin dapat mengalami overlap pada saat melalui jalan lahir nanti. Fenomena ini disebut molase dan membantu janin untuk melewati jalan lahir. Jangan kaget apabila bayi Ibu lahir dengan sedikit benjolan di kepala. Setelah beberapa jam atau beberapa hari, kepala bayi Ibu akan kembali ke bentuk semula (bulat).Pengukuran dari simfisis pubis sampai bagian atas rahim Ibu adalah 36 cm dengan pengukuran dari pusar mencapai 14 cm. Dengan ukuran janin yang besar dan rahim yang berkembang ini, Ibu akan mudah untuk mengalami heartburn. Makan makanan dengan jumlah sedikit dengan frekuensi sering dapat mengurangi keluhan. Menjelang persalinan kontraksi Braxton-Hicks akan lebih sering terjadi. Kenalilah perbedaan antara kontraksi palsu dan kontraksi asli.

Lightening adalah kondisi dimana hasil pengukuran pada rahim Ibu lebih kecil daripada minggu sebelumnya akibat kepala janin yang sudah memasuki jalan lahir atau cairan ketuban yang sudah mulai berkurang. Kejadian lightening bisa baru terjadi ketika persalinan akan dimulai. Lightening dapat memberikan lebih banyak ruang bagi Ibu untuk mengambil napas panjang ketika mengedan karena diafragma sudah tidak tertekan lagi. Lightening juga akan mengurangi keluhan heartburn. Namun lightening juga menyebabkan penekanan pada kandung kemih dan rektum sehingga meningkatkan frekuensi berkemih dan meningkatkan rasa ingin ‘pub’.

Bergeraklah selalu untuk menjaga kelancaran aliran darah pada Ibu. Berjalan akan meningkatkan aliran darah ke janin dan juga mencegah pembengkakan pada kaki, varises vena, dan komplikasi lain. Hindari duduk dengan menyilangkan kaki dan hindari berdiri dalam satu posisi selama lebih dari 10 menit. Angkat kaki Ibu ketika beristirahat. Dalam perjalanan, selalu kenakan sabuk pengaman di bawah perut Ibu. Melakukan perjalanan jauh pada usia kehamilan lebih dari 34 minggu tidak dianjurkan. Apabila Ibu terpaksa melakukan perjalanan, maka konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Ibu.

n.      Trimester Minggu 37

Pada minggu ini .Paru-parunya sudah matang dan dapat berfungsi di luar rahim. Berat badan bayi mencapai 2,6-2,8 kg dengan panjang total 47 cm. Beberapa bayi memiliki rambut tebal dan beberapa bahkan tidak memiliki rambut.

Saat ini Ibu berada pada masa aterm. Rahim Ibu berukuran sama dengan 1 atau 2 minggu yang lalu. Dokter Ibu akan melakukan pemeriksaan dalam atau pemeriksaan pelvis (panggul) saat ini. Pemeriksaan ini akan membantu untuk mengevaluasi kemajuan dari persalinan dan posisi dari bayi di jalan lahir. Serviks sepenuhnya terbuka bila diameter bukaan serviks 10 cm

o.      Trimester Minggu 38

Kini panjang bayi ibu sekitar 48 cm dan beratnya kira-kira tidak melebihi 4,5 kg. Ada berbagai variasi mengenai bayi yang dilahirkan dengan sehat. Namun rata-rata berat bayi Bayi laki-laki biasanya lebih berat dari bayi wanita.pada minggu ini Kulit nya halus dan hampir tidak ada lagunio lagi.Pada kulit masih terdapat vernix caseosa ialah campuran sel-sel epithel kulit,laguno dan sekret kelenjer lemak.Kepala ditumbuhi rambut.Kuku melebihi ujung jari.pada laki-laki testes sudah ada dalam scrotum dan pada wanita labia majora menutupi labia minora.

Pengukuran simfisis pubis sampai bagian atas rahim mencapai 36-38 cm saat ini. Karena janin yang sudah cukup bulan, Ibu dapat merasakan pergerakannya lebih sering. Umumnya Ibu hamil pada minggu terakhir tidak akan bertambah besar. Kontraksi palsu akan semakin sering terasa. Dokter juga akan megevaluasi kadar zat besi pada tubuh Ibu. Jangan sampai Ibu mengalami anemia karena defisiensi besi. Ibu dengan anemia akan mengalami gejala mudah lelah dan dikhawatirkan tidak akan kuat saat persalinan nanti.

Bayi terberat umunya dilahirkan wanita yang berkisar antara 25 ahun hingga 35 tahun. Berat setiap bayi berikutnya meningkat, asalkan, ibunya berusia dibawah 35 tahun wanita yang masih sangat muda biasanya mempunyai bayi yang kecil.

5.      STIMULASI SAAT KEHAMILAN

Stimulasi kecerdasan bayi,ternyata tidak hanya wajib kita lakukan setelah bayi lahir.Stimulasi kecerdasan pada bayi ternyata juga harus dilakukan pada saat usia kehamilan mencapai enam bulan.Karena pada saat itulah sel-sel otak mulai bertumbuh dengan cepat.Akan sangat baik bila stimulasi-stimulasi kecerdasan bayi dilakukan hingga usia bayi menginjak 3 tahun.

1.      Menyentuh

Disini kita sebagai seorang ibu nanti memberikan sentuhan yang lembut dan mengusap serta mengelus-eluusnya agar terjalin kedekatan dan kasih sayang.

Dimana telah diceritakan oleh kerry bahwa anak perempuannya , dibelai saat masih dalam kandungan.” Saat hamil saya terbiasa dududk santai sambil mengusap lembut perut saya dibagian pantat anaknya tersebut, hal itu membuat kehamilan saya lancar, kadang itu saya lakukan karena terasa nyaman , atau untuk menenangkan anak saya yang sibuk menendang-nendang “.   

2.      Melihat

Sewaktu hamil biasakan lah melihat hal-hal yang baik untuk anak seperti pemandangan yang penuh dengan tumbuh-tumbuhan karena disamping menyegarkan mata. Disana akan terasa kenyamanan bagi ibu dan juga bayi dalam kandungan, karena apabila kita tenang bayi akan merasakan hal tersebut.

3. Suara(mendengar)

Biasakan lah sewaktu hamil untuk mendengarkan musik-musik yang mempunyai tempo dan irama yang beraturan karena disamping memberikan  kenikmatan bagi ibu, juga membantu mengaktifkan kerja otak. Apalagi dengan mendengarkan musik klasik, alunan ayat-ayat suci alqur’an juga akan membuat kenyamanan bagi ibu dan bayi.

4.      Pencecap

Kita tahu bahwasannya fetus telah dapat menelan cairan amniotik dan ia juga mampu mencecap. Maka dari itu ibu hamil di haruskan untuk mengkonsumsi makanan yang begizi dan sehat , agar kelak berpengaruh terhadap bayi.

5.      Merasa positif

Wanita yang merasa positif terhadap bayi yang ada dalam kandungannya, sehingga kemungkinan bayinya menderita masalah mental atau fisik yang sangat kecil. Dan juga memperlancar keadaan persalinan. Begitupun sebaliknya wanita yang tidak senang akan bayinya, maka akan mempersulut proses persalinan, sert bayinya berpeluang mengalami masalah pada fisik atau tingkah laku.

Selain itu Stimulasi juga dapat dilakukan sejak didalam kandungan (usia kehamilan mencapai 6 bulan)  dengan berbagai cara:

  1. Mengajak bicara,jangan malu dan segan meluangkan waktu buat sibuah hati dengan mengajak bicara.Bicaralah dengan suara lembut,supaya buah hati kita mengenal ibunya sebagai ibu yang penuh kasih sayang.Bila perlu,ajak buah hati anda untuk mengenal suara sang ayah,dengan meminta sang  ayah berbicara dengan bayi dengan jarak yang berdekatan dengan perut anda.
  2. Mendongengkan,mendongenglah buat buah hati anda.Aktiflah dalam berbicara supaya buah hati anda mengenal berbagai kosakata baru meskipun sang bayi masih berada dalam kandungan dan belum tahu artinya.
  3. Menyanyikan,bernyanyilah setiap hari,supaya buah hati anda  bisa mendengarkan suara nyanyian anda.Nyanyian seorang ibu,dipercaya bisa menenangkan hati buah hati anda.
  4. Mengelus-elus perut,usapan –usapan pada bagian perut sang ibu,ternyata juga mampu menstimulasi kecerdasan anak.
  5. Berdoa,luangkan waktu anda untuk berdoa.Berdoalah dengan mengucapkan doa-doa anda(tidak hanya didalam batin).Hal ini juga sangat penting untuk menstimulasi kecerdasan anak,terutama kecerdasan spritual.
  6. Makan makanan yang bergizi,selama bayi dalam kandungan(masa kehamilan 6 bulan),maknlah makanan yang bergizi,terutama yang bisa memacu pertumbuhan otak sang anak.Makanan-makanan tersebut yang mengandung protein,karbohidart,dan lemak.Juga makanan yang banyak mengandung vitamin.Jangan sembarangan memberikan multivitamin secara sembarangan agar tidak mengganggu kesehatan fisik atau mental buah hati anda untuk kedepannya.
  7. Kurangi sterss,ternyata sterss dapat mengganggu pertumbuhan kecerdasan sang bayi.Maka pada masa kehamilan mencapai 6 bulan jangan terlalu banyak bekerja.Bila anda merasa stress,buah hati anda yang masih berada dalam kandungan pun bisa merasakannya.Dan hal ini dipercaya bisa menghambat kecerdasan sang bayi. .

Menurut Hartono, semakin dini dan semakin lama stimulasi itu dilakukan, maka akan semakin besar manfaatnya.

Menurut Mayke, usapan halus yang dilakukan di perut ibu yang sedang mengandung juga diperlukan untuk membuat janin merasa tenang. Katanya, bila janin banyak bergerak, seorang ibu dapat melakukan usapan lembut pada perutnya. Tetapi, sekalipun stimulasi untuk janin diperlukan, dalam pelaksanaannya haruslah dilakukan secara bijaksana. “Jangan sampai orang tua terlalu bersemangat menstimulasi janinnya sehingga lupa kebutuhan janin untuk beristirahat.


BAB III

 

PENUTUP

 

Setiap wanita pasti akan mengalami kehamilan, maka dari itu jagalah kehamilan secara baik-baik agar terhindar dari resiko kehamilan yang bisa mengakibatkan kefatalan bagi bayi. Bayi yang lahir adalah titipan maka jagalah dengan sebaik-baiknya meskipun membutuhkan pengorbanan yang luar biasa dari seorang ibu. Melalui tahap-tahap yang memperjuangkan kedua nyawa.

Maka berpandai-pandai lah merawat kehamilan agar menadapatkan apa yang seharusnya diharapkan dari sang maha kuasa.


DAFTAR PUSTAKA

 

Burns,A.August.2005.Sehat Saat Hamil,Melahirkan Dan Menyusui.Yogyakarta:InsistPers

Hurlock, Elizabeth B. 1992. Psikologi Perkembangan Suatu pendekatan Sepanjang Rentang

         Kehidupan. Jakarta:Erlangga.

Mansur, Herawati . 2011. Psikologi Ibu dan Anak Untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri.  Jakarta: EGC

Rose,Wendy.Neil.2008.Perawatan Kehamilan.Jakarta.Dian Rakyat

Rosyadi, A. Rahmat. 1993. Islam Problema Sex Kehamilan dan Melahirkan. Bandung : Angkasa

Wiknjosastro,hanifa.1994.Ilmu kebidananedisi ketiga.Jakarta

semoga bermanfaat untuk kita semua🙂

One response »

  1. Pingback: Ambar Nurhayati » Blog Archive » Mencegah dan Menghadapi Pecah Ketuban Dini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s