STRATEGI MENGOPTIMALKAN PROGRAM PEMBELAJARAN SAINS PADA ANAK USIA DINI

STRATEGI MENGOPTIMALKAN PROGRAM PEMBELAJRAN SAINS PADA ANAK USIA DINI

Image

Berbagai kendala yang terinfenteransir diantaranya:

  1. Keterbatasan sarana dan prasarana sebagai penunjang terselenggaranya pembelajaran sains yang efektif dilembaga-lembaga pendidikan usia dini yang ada di indonesia.
  2. Keterbatasan kemampuan sekolah dalam mengelola berbagai potensi dan sumber yang tersedia.
  3. Secara khusus terletak pada masih rendahnya motivasi kreativitas guru dalam menyelenggarakan pembelajaran sains meskipun kadang alasan sebenarnya sulit ditemukan, tetapi memang sangat banyak hal yang memnungkinkan menjadi penyebabnya.

Strategi atau cara-cara untuk mengoptimalkan pembelajaran sains dan mengurangi kelemahan dari bergabai kendala diatas diantaranya:

  1. a.    Pengembangan sudut (area) sains secara terintegrasi (menyatu)

Jika ruangan terbatas, maka sudut yang dubuat cukup satu saja, yaitu sudut IPA. Tidak dipisah menjadi sudut biologi, fisika, dan sebagainya. Dengan demikian dari sisi pemanfaatan ruang akan menjadi efisien dalam penyajiannya dapat di tampilkan secara keseluruhan masih terkait sains, ataupun secara bergiliran.

Dengan model penyajian  secara terintegrasi, tidak ada alasan bagi sekolah manapun untuk menghindari mengembangkan pembelajaran sains secara lebih baik kepada anak-anak yang bersekilah pada lembaganya.

  1. b.    Pembuatan kebun sekolah

Dengan penyediaan kebun sekolah, maka memperkenalkan sains kepada mereka tidak perlu jauh-jauh, di samping itu pembelajaran sains akan menjadi lebih nyata dan efesien, karena jarak antara sekolah dan kebun relatif berdekatan. ketersediaan kebun sekolah merupakan medium yang efektif bagi demontrasi berbagai konsep dan kajian sains yang seharusnya di kuasai oleh anak, dengan kata lain kebun sekolah merupakan laboratorium alamiah. Keberadaan kebun sekolah akan menjadikan sekolah lebih segar dari asri lingkungannya

Pertimbangan utama yang harus di fikirkan dalam pengembangan kebun sekolah untuk pembelajaran sains adalah bagaimana menyesuaikan desain kebun sekolah dengan keadaan sekolah.

Keadaan yang perlu mendapatkan perhatian agar sesuai dengan sekolah:

  1. keseimbangan isi atau tumbuhan yang di tanam, baik jenis maupun kaitannya dengan materi pembelajaran sains hendaklah tanaman atau tumbuhan yang di pilih di usahakan sesuai dengan pokok-pokok pembelajaran sains yang akan di sampaikan kepada anak
  2. keharmonisan antar tanaman, cara menanam dan tinggi rendah tanaman yang di tanam di kebun sekolah
  3. kaitannya dengan karakteristik anak, misalkan: kemampuan anak merawat, ketinggian anak menjangkau tanaman, kemampuan anak mengobservasi tanaman,dsb
  4. kemungkinan mempertegas identitas tanaman, misalkan: dengan memberi label tanaman dengan informasi nama, umur, asal,dsb
  5. kemungkinan priode pergantian,misalkan: tanaman-tanaman yang berumur pendek, seperti sayur dan bunga.
  6. melibatkan anak dalam kegiatan.
  1. c.     Pemanfaatan sumber belajar yan g tesedia dan terjangkau

Sumber belajar untuk sains sangat melimpah asalkan para guru mau menggali dan mengangkat sumber belajar yang tersedia dilingkungan sekolah seperti bumbu dapur, kerikil, rumput-rumput, daun-daun, tanah, air disekitar sekolah dan rumah merupakan hal mendasar yang merupakan bagian dari pembelajaran sains yang dapat bahkan harus diperkenalkan kepada anak.

Jadi dapat dikatakan sesungguhnya lingkungan anak merupakan laboratorium alami sains yang dapat menggiring anak ke arah pengenalan sains yang menyeluruh dan utuh mengabaikan segala sumber belajar sains yang dekat, justru akan menjadikan pembelajaran sains menjadi kurang bermakna dan fungsional bagi anak.

  1. d.    Peningkatan kemampuan dan kreativitas guru sains

Bekal kemampuan dan kreativitas yang tinggi akan mampu memfasilitasi dan menemukan cara-cara yang produktif dalam mendongkrak pengenalan dan penguasaan sains pada anak usia dini. Untuk itu kata kunci agar optimalisasi pembelajaran sains pada anak usia dini dapat dicapai maka secara simultan dan konsisten dari waktu ke waktu guru hendaklah senantiasa meningkatkan kemampuannya dalam membelajarkan sains pada anak-anak sehingga ditemukan cara-cara yang peling efektif dalam mewujudkan segala tujuan dari pembelajaran sains yang diharapkan.

  1. e.    Peningkatan kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan anak

Salah satu keterampilanyang sangat besar pengaruhnya bagi penguasaan sains oleh anak-anak, kemampuan guru dalam mengkomunikasikan sains kepada anak-anak. Terdapat tiga bentuk yang terkait dengan komunikasi sains kepada anak-anak yaitu:

  • Kemampuan guru dalam menyederhanakan konsep sains, maksudnya adalah guru selayaknya mampu mengemas pesan-pesan sains secara sederhana kepada anak. Sederhananya kemasan pesan akan memudahkan anak dalam menguasai sains.
  • Kemampuan dalam mendekatkan anak pada sains, maksudnya adalah kemampuan guru dalam mencari cara atau media komunikasi yang sesuai dengan karakteristik anak.
  • Kemampuan guru dalam memahami ungkapan (ekspresi) sains yang ditampilkan anak. Dengan demikian komunikasi akan efektif jika guru mampu mengungkap pesan-pesan yang disajikan anak, bagi guru pemula memang kadang kesulitan menangkap pesan anak secara baik karena terkadang bahasa anak bersifat miltifrase (menimbullkan banyak arti). Apabila salah menafsirkan, maka akan menimbulkan kegagalan berkomunikasi dengan mereka, untuk itu pelajarilah cara-cara dan bagaimana anak berekspresi. Jadi guru yang harus pandai menangkap pesan anak bukan sebaliknya, tetapi justru jika anak tidak mampu menangkap pesan guru bergegaslah guru mencari cara-cara lain untuk memperjelas apa-apa yang akan dikomunikasikannya.
  1. f.     Membangun hubungan baik dengan orang tua dan masyarakat potensial

Berbagai keterbatasan yang dihadapi sekolah sesungguhnya dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang dianggap potensial membantu salah satunya adalah orang tua. Jika sekolah secara nyata memang dihadapkan pada berbagai keterbatasan, sebaiknya pihak pertama yang dikontak oleh sekolah adalah orang tua. Dengan kejujuran dan keterbukaan, maka ulur tangan orang tua akan semakin terbuka.

Beberapa keuntungan jika pelibatan orang tua dapat dikelola secara baik, diantaranya:

  1. Keuntungan bagi orang tua atau keluarga anak, diantaranya:
  • Mengembangkan rasa memiliki atas program atau kurikulum sekolah
  • Dapat melihat bagaimana anaknya berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain.
  • Dapat lebih memahami perkembangan anaknya.
  • Dapat lebih mengetahui dan menghargai tugas dan beban dari para guru atau pengajar.
  • Dapat mempelajari kegiatan-kegiatan yang menyenangkan yang dapat dikembangkan dirumah.
  • Dapat bertemu dan berkomunikasi dengan teman anak-anak mereka
  • Dapat menjadi sarana dalam membangun persahabatan yang abadi dengan orang tua dari anak lain
  • Dapat menindaklanjuti kegiatan di sekolah maupun kegiatan anak dirumah sehingga terdapat keharmonisan dan konsisiten antara program rumah dengan program sekolah
  1. Keuntungan bagi pihak sekolah terutama bagi para guru, diantaranya:
  • Para guru dapat mrngetahui dan mempelajari bagaimana para orang tua memotivasi anaknya dalam kegiatan pembelajaran
  • Mengamati bagaimana orang tua atau anggota keluarga menolong anak mereka dalam memecahkan masalah yang dihadapi anak
  • Dengan pelibatan orang tua dalam pembelajaran, para guru memiliki waktu yang lebih leluasa bersama seorang anak atau kesempatan untuk bekerja pada kelompok yang lebih kecil.
  • Para guru dapat memahami berbagai keragaman budaya dan sosial setiap keluarga anak
  • Para guru dapat mempelajari berbagai keterampilan khusu yang dikuasai orang tua atau keluarga, misalkan keterampilan memasak atau lain-lain
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s